LAPORAN PRAKTIKUM MIKROBIOLOGI PERAIRAN
December 23, 2017 | Author: Vega Kn | Category: N/A
Deskripsi Singkat
23
LAPORAN PRAKTIKUM
MIKROBIOLOGI PERAIRAN
ISOLASI MIKROBA
Disusun oleh:
Adil Nurdiman 230210130004
Adnan Kresna Rengga 230210130041
Rivanna J H 230210130046
Aini Iftinaan 230210130069
Vega Kharisma N 230210130072
Gadza Bhara Tama 230210130079
Mala Septiani 230210130082
Hanani Adiwira 230210130084
PROGRAM STUDI ILMU KELAUTAN
FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN
UNIVERSITAS PADJADJARAN
JATINANGOR
2014
KATA PENGANTAR
AssalamualaikumWr. Wb.
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, yang telah berkenan member petunjuk kepada kami sehingga laporan praktikum mengenai Isolasi Mikroba ini dapat diselesaikan. Laporan ini kami buat guna memenuhi salah satu tugas praktikum mata kuliah Mikrobiologi Perairan.
Di dalam pembuatan makalah ini dapat terselesaikan tentu berkat bantuan dan tuntunan Allah SWT dan teman-teman yang terlibat. Dalam kesempatan ini kami mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang terlibat. Akhir kata semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi pembaca.
Wassalamu'alaikumWr. Wb.
Jatinangor, November 2014
Penyusun
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ii
DAFTAR ISI iii
BAB I. PENDAHULUAN
1.1 LatarBelakang 1
1.2 Tujuan 2
1.3 Manfaat 2
BAB II. TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Isolasi Mikroba 3
2.2 Teknik Isolasi Mikroba 4
2.3 Inokulasi Mikroba 5
2.4 Teknik Inokulasi 6
BAB III. METODOLOGI PRAKTIKUM
3.1 Tempat dan Waktu Praktikum 8
3.2 Alat dan Bahan 8
3.3 Prosedur Kerja 9
BAB IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil 11
4.2 Pembahasan 13
BAB V. KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan 15
5.2 Saran 15
DAFTAR PUSTAKA iv
LAMPIRAN v
BAB I
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Mikroba yang hidup di alam terdapat dalam bentuk populasi campuran. dan dijumpai sebagai spesies yang tunggal. Dengan demikian, agar mikroba tersebut dapat diidentifikasikan, sehingga mudah dipelajari sifat pertumbuhan, morfologis, dan fisiologis masing-masing mikroba maka langkah pertama yang harus dilakukan yaitu spesies tersebut dipisahkan dari organisme lain yang umum dijumpai dalam habitatnya, kemudian ditumbuhkan menjadi biakan murni yaitu suatu biakan yang terdiri dari sel-sel dari satu spesies.
Populasi mikroba di alam tidak terpisah sendiri menurut jenisnya, tetapi terdiri dari campuran berbagai macam sel. Populasi bakteri ini di dalam laboratorium dapat diisolasi menjadi kultur murni yang terdiri dari satu jenis yang dapat dipelajari morfologinya, sifat dan kemampuan biokimiawinya. Dalam mempelajari mikroba tidak bisa dilakukan secara kasat mata. Sedangkan dalam suatu lokasi yang menurut manusia sudah cukup kecil, disana masih terdapat bakteri dalam jumlah besar dan juga bermacam–macam jenisnya. Selain itu, di alam mikrobia pada umumnya tidak hidup tersendiri sebagai individu tunggal dan terlepas dari spesies yang lain, mikroba lebih sering ditemukan dalam bentuk koloni dan bersama-sama dengan mikroba yang lain (Sailer, 2000).
Pemindahan bakteri dari medium lama ke medium yang baru atau dikenal dengan istilah inokulasi bakteri ini memerlukan banyak ketelitian. Terlebih dahulu kita harus mengusahakan agar semua alat-alat yang akan digunakan untuk pengerjaan medium dan pengerjaan inokulasi benar-beanr steril.
Hal ini untuk menghindari terjadinya kontaminasi, yaitu masuknya mikroba lain yang tidak diinginkan sehinggabiakan yang tumbuh di dalam medium adalah benar-benar biakan murni (Dwidjoseputro, 1980). Ada berbagai cara untuk mengisolasi bakteri dalam biakan murni yaitu, cara pengenceran, cara penuangan, cara penggesekan atau penggoresan, cara penyebaran, cara pengucilan 1 sel, dan cara inokulasi pada hewan. Masing-masing mempunyai kelebihan dan kekurangan (Dwidjoseputro, 1990).
Tujuan
Praktikum ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan praktikan dalam mengisolasi mikroba.
Manfaat
Mampu melakukan isolasi mikroba yang baik sehingga didapatkan biakan murni mikroba yang diinginkan.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Isolasi Mikroba
Isolasi adalah mengambil mikroorganisme yang terdapat di alam dan menumbuhkannya dalam suatu medium buatan. Proses pemisahan atau pemurnian dari mikroorganisme lain perlu dilakukan karena semua pekerjaan mikrobiologis, misalnya telaah dan identifikasi mikroorganisme, memerlukan suatu populasi yang hanya terdiri dari satu macam mikroorganisme saja. Prinsip dari isolasi mikroba adalah memisahkan satu jenis mikroba dengan mikroba lainnya yang berasal dari campuran bermacam-macam mikroba. Hal ini dapat dilakukan dengan menumbuhkannya dalam media padat sel-sel mikroba akan membentuk suatu koloni sel yang tetap pada tempatnya. Jika sel-sel tersebut tertangkap oleh media padat pada beberapa tempat yang terpisah, maka setiap sel atau kumpulan sel yang hidup akan berkembang menjadi suatu koloni yang terpisah, sehingga memudahkan pemisahan selanjutnya (Dwidjoseputro, 1998).
Beberapa faktor yang perlu diperhatikan dalam mengisolasi mikroorganisme menurut Dwidjoseputro, (1998) adalah sebagai berikut:
Sifat dan jenis mikroorganisme;
Habitat mikroorganisme;
Medium pertumbuhan;
Cara menginokulasi dan inkubasi;
Cara mengidentifikasi;
Cara pemeliharaannya.
2.2 Teknik Isolasi Mikroba
Menurut Pradhika (2008), ada beberapa teknik isolasi mikrobia, yaitu:
Teknik penanaman dari suspense
Teknik penanaman ini merupakan lajutan dari pengenceran bertingkat. Pengambilan suspensi dapat diambil dari pengenceran mana saja tapi biasanya untuk tujuan isolasi (mendapatkan koloni tunggal) diambil beberapa tabung pengenceran terakhir.
Spread plate (agar tabur ulas)
Spread plate adalah teknik menanam dengan menyebarkan suspensi bakteri di permukaan agar, agar diperoleh kultur murni. Prosedur kerjanya adalah suspensi cairan diambil sebanyak 0,1 ml dengan mikropipet kemudian teteskan diatas permukaan agar yang telah memadat. Trigalski kemudian dibakar diatas bunsen dan didinginkan beberapa detik. Kemudian suspensi diratakan dengan menggosokannya pada permukaan agar , penyebaran akan lebih efektif bila cawan ikut diputar.
Pour plate (agar tuang)
Teknik ini memerlukan agar yang belum padat dan dituang bersama suspensi bakteri ke dalam cawan petri dan dihomogenkan lalu dibiarkan memadat. Hal ini akan menyebabkan sel-sel bakteri tidak hanya terdapat pada permukaan agar saja tapi juga di dalam atau dasar agar sehingga bisa diketahui sel yang dapat tumbuh dipermukaan agar yang kaya O2 dan di dalam agar yang tidak banyak begitu banyak mengandung O2. Prosedur kerjanya adalah petridish, tabung pengenceran yang akan ditanam dan media padat yang masih cair disiapkan. Kemudian 1 ml suspensi bakteri diteteskan secara aseptis ke dalam cawan kosong· Lalu medium yang masih cair dituang ke dalam petridish lalu petridish di putar membentuk angka 8 agar suspensi bakteri dan media homogen, kemudian diinkubasi.
Pada spread plate diteteskannya bakteri sebanyak 0,1 ml dan pada pour plate diteteskan sebanyak 1 ml karena spread plate bertujuan untuk menumbuhkan dipermukaanya saja, sedangkan pour plate membutuhkan ruang yang lebih luas untuk penyebarannya sehingga diberikan lebih banyak dari pada spread plate.
Teknik Penanaman dengan Goresan (Streak)
Bertujuan untuk mengisolasi mikroorganisme dari campurannya atau meremajakan kultur ke dalam medium baru.
Goresan Sinambung
Prosedur kerjanya adalah inokulum loop (ose) disentuhkan pada koloni bakteri dan gores secara kontinyu sampai setengah permukaan agar. Lalu petridish diputar 180o dan dilanjutkan goresan sampai habis. Goresan sinambung umumnya digunakan bukan untuk mendapatkan koloni tunggal, melainkan untuk peremajaan ke cawan atau medium baru.
Goresan T
Prosedur kerjanya adalah petridish dibagi menjadi 3 bagian menggunakan spidol dan daerah tersebut diinokulasi dengan streak zig-zag. Ose dipanaskan dan didinginkan, lalu distreak zig-zag pada daerah berikutnya.
Goresan Kuadran (Streak quadrant)
Hampir sama dengan goresan T, namun berpola goresan yang berbeda yaitu dibagi empat. Daerah 1 merupakan goresan awal sehingga masih mengandung banyak sel mikroorganisma. Goresan selanjutnya dipotongkan atau disilangkan dari goresan pertama sehingga jumlah semakin sedikit dan akhirnya terpisah-pisah menjadi koloni tunggal.
2.3 Inokulasi Mikroba
Inokulasi mikroba dimaksudkan untuk menumbuhkan, meremajakan mikroba dan mendapatkan populasi mikroba yang murni. Inokulasi adalah pekerjaan memindahkan bakteri dari medium yang lama ke medium yang baru dengan tingkat ketelitian yang sangat tinggi. Media untuk membiakkan bakteri haruslah steril sebelum digunakan. Pencemaran terutama berasal dari udara yang mengandung banyak mikroorganisme. Pemindahan biakan mikroba yang dibiakkan harus sangat hati-hati dan mematuhi prosedur laboratorium agar tidak terjadi kontaminasi. Oleh karena itu, diperlukan teknik-teknik dalam pembiakan mikroorganisme yang disebut dengan teknik inokulasi biakan. Teknik inokulasi merupakan suatu pekerjaan memindahkan bakteri dari medium yang lama ke medium yang baru dengan tingkat ketelitian yang sangat tinggi. Dengan demikian akan diperoleh biakan mikroorganisme yang dapat digunakan untuk pembelajaran mikrobiologi.
2.4 Teknik Inokulasi
Ada beberapa metode yang digunakan untuk mengisolasi biakan murni mikroorganisme yaitu:
Metode gores
Teknik ini lebih menguntungkan jika ditinjau dari sudut ekonomi dan waktu, tetapi memerlukan ketrampilan-ketrampilan yang diperoleh dengan latihan. Penggoresan yang sempurna akan menghasilkan koloni yang terpisah. Inokulum digoreskan di permukaan media agar nutrien dalam cawaan petri dengan jarum pindah (lup inokulasi). Di antara garis-garis goresan akan terdapat sel-sel yang cukup terpisah sehingga dapat tumbuh menjadi koloni.
Cara penggarisan dilakukan pada medium pembiakan padat bentuk lempeng. Bila dilakukan dengan baik teknik inilah yang paling praktis. Dalam pengerjaannya terkadang berbeda pada masing-masing laboratorium tapi tujuannya sama yaiitu untuk membuat goresan sebanyak mungkin pada lempeng medium pembiakan.
Metode tebar
Setetes inokolum diletakan dalam sebuah medium agar nutrien dalam cawan petridish dan dengan menggunakan batang kaca yang bengkok dan steril. Inokulasi itu disebarkan dalam medium batang yang sama dapat digunakan dapat menginokulasikan pinggan kedua untuk dapat menjamin penyebaran bakteri yang merata dengan baik. Pada beberapa pinggan akan muncul koloni koloni yang terpisah-pisah.
Metode tuang
Isolasi menggunakan media cair dengan cara pengenceran. Dasar melakukan pengenceran adalah penurunan jumlah mikroorganisme sehingga pada suatu saat hanya ditemukan satu sel di dalam tabung (Winarni, 1997).
Metode tusuk
Metode tusuk yaitu dengan dengan cara meneteskan atau menusukan ujung jarum ose yang didalamnya terdapat inokolum, kemudian dimasukkan ke dalam media (Winarni, 1997).
BAB III
METODOLOGI PRAKTIKUM
3.1 Waktu dan Tempat
Praktikum Mikrobiologi Perairan dengan judul "Isolasi Mikroba" dilakukan pada:
Waktu : Rabu, 12 November 2014 Pukul 9.50 WIB
Tempat : Laboratorium TIHP Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan
Universitas Padjadjaran
3.2 Alat dan Bahan
Alat
Adapun peralatan utama yang dibutuhkan pada proses inokulasi mikroba adalah sebagai berikut:
Inkubator: Peralatan yang dilengkapi dengan sistem untuk mempertahankan suhu dan kelembaban selama masa inkubasi sehingga mikroba dapat tumbuh secara baik.
Jarum ose: Prinsip kerjanya yaitu ose disentuhkan pada bagian mikrobia kemudian menggosokkan pada kaca preparat untuk diamati
Lampu bunsen: Prinsip kerja alat ini bekerja berdasarkan metode pemanasan bakteri dengan nyala api langsung
Suryakanta: Dalam penggunaan lup seseorang harus menempatkan benda yang akan dilihat pada ruang satu (antara lensa dan fokus lensa) sehingga akan dihasilkan bayangan yang diperbesar dan maya. Perbesaran yang dihasilkan oleh lup adalah perbesaran anguler atau perbesaran sudut.
Tabung reaksi: Prinsip kerjanya yaitu sebagai wadah penyimpanan medium dengan volume tidak diketahui karena tidak memiliki skala
Cawan petri: Prinsip kerjanya yaitu, medium diletakkan di dalam cawan petri kemudian ditutup dengan menggunakan penutup cawan
Bahan
Adapun bahan utama yang dibutuhkan pada proses isolasi mikroba adalah sebagai berikut:
Media kultur steril;
Ikan sebagai sumber mikroba;
Media berisi inokulan.
3.3 Prosedur Kerja
Untuk menghasilkan kultur murni melalui proses isolasi mikroba dapat dilakukan dengan prosedur sebagai berikut:
Siapkan ikan yang akan dijadikan sumber mikroba.
Cuci bagian luar ikan dengan 50 ml akuabides dan tampung air hasil pencucian.
Keluarkan insang ikan dan letakkan pada cawan petri steril. Tambahkan 10 ml akuabides. Aduk hingga rata.
Ambil 10 mg saluran pencernaan ikan dan letakkan pada mortal steril. Lumatkan dan tambahkan 10 ml akuabides. Aduk hingga rata.
Lakukan serial pengenceran 10-1 sampai 10-6.
Ambil 1 ml dari masing-masing hasil pengenceran di atas (luar tubuh ikan, insang dan saluran pencernaan), masukan secara aseptik ke cawan petri.
Tambahkan 15 ml media agar yang masih hangat dan aduk dengan menggerak-gerakan cawan petri di atas meja hingga membentuk pola angka delapan.
Lakukan inkubasi selama 2 x 24 jam. Lakukan pengamatan terhadap mikroba yang tumbuh.
Apabila mikroba yang tumbuh lebih dari satu jenis populasi, harus dilakukan isolasi tahap kedua hingga didapatkan populasi sejenis (biakan murni).
Siapkan media kultur yang telah berisi inokulan. Tentukan dua jenis populasi mirkoba yang akan dipilih. Pemilihan mikroba sebaiknya didasarkan pada karakter bentuk atau warna yang khas.
Siapkan media kultur steril yang akan digunakan untuk menginokulasi mikroba.
Ambil ose dan lakukan sterilisasi panas dengan menggunakan lampu bunsen/spirtus.
Dinginkan beberapa saat dengan cara menggerak-gerakan ose di udara. Tempelkan ose tersebut ke populasi mikroba terpilih secara aseptik.
Inokulasikan mikroba yang menempel pada ose ke media kultur steril yang telah disediakan dengan menggunakan metode gores (streak methods).
Masukan media kultur yang telah diinokulasi mikroba terpilih ke dalam inkubator. Lakukan proses inkubasi selama dua hari.
Amati populasi mikroba yang tumbuh. Apabila telah didapat populasi sejenis, lakukan identifikasi.
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil
FISIK (MORFOLOGIS)
BENTUK
KOLONI 1
KOLONI 2
Bentuk Koloni Mikroba
Filamentous
Irregular
Bentuk Tepi Koloni Mikroba
Lobate
Smooth
Bentuk Permukaan Koloni
Smooth
Smooth
4.2 Pembahasan
Pada praktikum isolasi mikroba yang dilakukan, sumber mikroba didapat dari air cucian ikan, insang, dan saluran pencernaan. Masing-masing kelompok melakukan pengenceran sesuai dengan sampel yang diinstruksikan. Pengenceran yang dilakukan adalah dari larutan 10-1 sampai 10-6. Kelompok 6 mendapat sampel mikroba yang berasal dari insang dan melakukan pengenceran sampai 10-4. Sampel hasil pengenceran disimpan di tabung reaksi. Setelah nutrient agar (NA) siap, lampu bunsen dinyalakan dan cawan petri yang sebelumnya disterilisasi dibuka untuk selanjutnya digunakan sebagai media untuk isolasi. Cawan petri diletakan di dekat lampu Bunsen sambil diputar agar panas dari lampu Bunsen mengenai seluruh bagian cawan petri. Tujuannya agar media untuk isolasi mikroba berada dalam kondisi yang steril sehingga tidak ada kontaminasi dari mikroba lainnya. Sembari masih berada di dekat lampu Bunsen, tutup cawan petri dibuka lalu 1 ml sampel mikroba yang berada di tabung reaksi dituangkan ke cawan petri. Setelah itu, sebanyak + 15 ml NA juga dituangkan ke dalam cawan petri. Cawan petri kembali diputar di dekat lampu Bunsen. Setelah itu, lampu Bunsen dimatikan dan cawan petri digerakan searah angka 8, tujuannya agar mikroba dan NA menyatu di dalam cawan petri. Setelah dirasa merata, cawan petri kembali dibungkus oleh kertas untuk selanjutnya dilakukan inkubasi selama 2x24 jam.
Tujuan dari inkubasi adalah agar mikroba yang telah diinokulasi pada media, mendapat suhu optimum untuk tumbuh dengan baik sehingga nantinya didapatkan mikroba yang diinginkan. Setelah mikroba diinkubasi, mikroba kemudian dipindahkan ke cawan petri lain yang telah terisi oleh NA yang baru. Pemindahan mikroba ini dilakukan dengan teknik penggoresan, yakni dengan menggunakan jarum ose yang sebelumnya disterilisasi di lampu Bunsen. Jarum ose kemudian ditempelkan di cawan petri yang telah diinkubasi untuk mengambil sampel mikroba yang akan dibiakan. Lalu pada cawan petri berisi NA yang baru, jarum ose digoreskan pada permukaan NA secara zig zag. Sebelumnya cawan petri baik yang setelah diinkubasi maupun yang berisi NA baru, dipanaskan di dekat lampu Bunsen bagian pinggirnya. Cawan petri yang berisi NA baru, pada bagian bawahnya diberi garis untuk membagi ke dalam dua sisi. Tujuannya adalah untuk membuat biakan murni dari dua jenis mikroba yang berbeda (apabila pada hasil inkubasi terdapat berbagai jenis mikroba yang berbeda). Kedua sisi sama-sama digoreskan mikroba secara zig zag oleh jarum ose. Pada saat penggoresan jangan sampai jarum ose terlalu dalam mengenai NA sebab akan merusak NA yang dijadikan media tumbuh mikroba. Setelah mikroba dipindahkan ke cawan petri yang baru, kedua cawan petri sama-sama diinkubasi.
Setelah inkubasi pada cawan petri baru selesai, barulah terlihat mikroba hasil inokulasi yang telah dilakukan. Pada kelompok 6, biakan murninya berwarna putih dan koloni mikroba pada sisi pertama adalah flamentous dan pada sisi kedua bentuk koloninya irregular. Bentuk tepi koloni satu adalah lobate dan koloni dua adalah smooth. Bentuk permukaan koloni satu dan dua adalah smooth.
BAB V
PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Isolasi adalah mengambil mikroorganisme yang terdapat di alam dan menumbuhkannya dalam suatu medium buatan. Dalam isolasi perlu dilakukan inokulasi dan inkubasi. Metode yang digunakan dalam isolasi adalah metode tuang dan metode gores. Selama proses inokulasi, media harus selalu dalam keadaan steril agar media biakan murni tidak terkontaminasi oleh mikroba lainnya. Hasil dari isolasi mikroba pada praktikum ini diperoleh bentuk koloni pada sisi pertama yaitu filamentous dan pada sisi kedua yaitu irregular.
5.2 Saran
Sebaiknya praktikan dalam melakukan isolasi lebih teliti dan selalu dalam keadaan steril agar mikroba hasil biakan murni tidak terkontaminasi mikroba lainnya yang tidak diinginkan. Dalam metode penggoresan, praktikan harus lebih berhati-hati agar jarum ose tidak merusak media agar untuk biakan murni.
DAFTAR PUSTAKA
Buckle. 2007. Mikrobiologi Terapan. Universitas Gajah Mada: Yogyakarta
Plezar.2006. Dasar-Dasar-Mikrobiologi. Jakarta : UI Press
Rusdimin. 2003. Mikrobiologi Dasar Dalam Praktek. Jakarta: Pt Gramedia
Suriawiria, U. 2005. Mikrobiologi Dasar. Papas Sinar Sinanti, Jakarta
Waluyo, L. 2004. Mikrobiologi Umum. Penerbit Universitas Muhammadiyah Malang.
LAMPIRAN 1
Pendalaman
Jelaskan oleh Anda, kemungkinan apa yang dapat menyebabkan kegagalan pembuatan biakan murni mikroba.
Penyebab kegagalan bisa saja karena kurang teliti dan hati-hati dalam melakukan teknik pembuatan biakan murni, seperti penggunaan jarum ose yang tidak pengerjaanya yang tidak aseptik atau tidak dilakukan dibelakang lampu bunsen sehingga mengakibatkan masuknya zat atau mikroba lain yang mengganggu pertumbuhan biakan murni.
Mengapa tidak dilakukan proses pengenceran inokulan pada saat melakukan isolasi mikroba?
Karena pada pengenceran inokulan, kemungkinan besar kita akan mendapatkan beberapa koloni yang akan tumbuh dalam medium tersebut, akan tetapi mungkin juga kita hanya akan memperoleh satu koloni saja. Kemungkinan ini juga menyebabkan koloni yang dihasilkan bukan merupakan biakan murni seperti yang diinginkan dari tujuan isolasi mikroba.
Apakah hasil isolasi yang Anda lakukan belum berhasil mendapatkan biakan murni. Jelaskan alasan Anda?
Mikroba yang telah diisolasi didapatkan biakan yang murni. Hal ini ditunjukkan dengan warna mikroba pada cawan petri yang sama warnanya yaitu putih. Dalam satu koloni hanya terdapat satu bentuk koloni yang menandakan bahwa mikroba murni yang diinginkan berhasil dibiakan. Hal ini dapat berhasil karena pada saat inokulasi dilakukan dalam keadaan yang aseptik.
Menurut Anda, apakah isolasi mikroba hanya dilakukan pada media agar lempeng, tidak bisa dilakukan pada media agar tegak atau agar miring?
Isolasi mikroba juga dapat dilakukan pada media agar tegak atau agar miring. Kedua teknik ini memiliki keuntungannya masing-masing. Pada media agar tegak, dilakukan untuk meminimalisir pertumbuhan mikroba dalam keadaan kekurangan oksigen. Pada media agar miring, digunakan untuk menguji gerak mikroba secara makroskopis.
Mengapa pada proses inokulasi mikroba, ose hanya ditempelkan pada populasi mikroba terpilih?
Agar nantinya biakan murni yang dihasilkan adalah jenis mikroba yang benar-benar kita inginkan tanpa adanya kontaminasi mikroba lainnya.
LAMPIRAN 2
Deskripsi
23
LAPORAN PRAKTIKUM
MIKROBIOLOGI PERAIRAN
ISOLASI MIKROBA
Disusun oleh:
Adil Nurdiman 230210130004
Adnan Kresna Rengga 230210130041
Rivanna J H 230210130046
Aini Iftinaan 230210130069
Vega Kharisma N 230210130072
Gadza Bhara Tama 230210130079
Mala Septiani 230210130082
Hanani Adiwira 230210130084
PROGRAM STUDI ILMU KELAUTAN
FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN
UNIVERSITAS PADJADJARAN
JATINANGOR
2014
KATA PENGANTAR
AssalamualaikumWr. Wb.
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, yang telah berkenan member petunjuk kepada kami sehingga laporan praktikum mengenai Isolasi Mikroba ini dapat diselesaikan. Laporan ini kami buat guna memenuhi salah satu tugas praktikum mata kuliah Mikrobiologi Perairan.
Di dalam pembuatan makalah ini dapat terselesaikan tentu berkat bantuan dan tuntunan Allah SWT dan teman-teman yang terlibat. Dalam kesempatan ini kami mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang terlibat. Akhir kata semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi pembaca.
Wassalamu'alaikumWr. Wb.
Jatinangor, November 2014
Penyusun
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ii
DAFTAR ISI iii
BAB I. PENDAHULUAN
1.1 LatarBelakang 1
1.2 Tujuan 2
1.3 Manfaat 2
BAB II. TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Isolasi Mikroba 3
2.2 Teknik Isolasi Mikroba 4
2.3 Inokulasi Mikroba 5
2.4 Teknik Inokulasi 6
BAB III. METODOLOGI PRAKTIKUM
3.1 Tempat dan Waktu Praktikum 8
3.2 Alat dan Bahan 8
3.3 Prosedur Kerja 9
BAB IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil 11
4.2 Pembahasan 13
BAB V. KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan 15
5.2 Saran 15
DAFTAR PUSTAKA iv
LAMPIRAN v
BAB I
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Mikroba yang hidup di alam terdapat dalam bentuk populasi campuran. dan dijumpai sebagai spesies yang tunggal. Dengan demikian, agar mikroba tersebut dapat diidentifikasikan, sehingga mudah dipelajari sifat pertumbuhan, morfologis, dan fisiologis masing-masing mikroba maka langkah pertama yang harus dilakukan yaitu spesies tersebut dipisahkan dari organisme lain yang umum dijumpai dalam habitatnya, kemudian ditumbuhkan menjadi biakan murni yaitu suatu biakan yang terdiri dari sel-sel dari satu spesies.
Populasi mikroba di alam tidak terpisah sendiri menurut jenisnya, tetapi terdiri dari campuran berbagai macam sel. Populasi bakteri ini di dalam laboratorium dapat diisolasi menjadi kultur murni yang terdiri dari satu jenis yang dapat dipelajari morfologinya, sifat dan kemampuan biokimiawinya. Dalam mempelajari mikroba tidak bisa dilakukan secara kasat mata. Sedangkan dalam suatu lokasi yang menurut manusia sudah cukup kecil, disana masih terdapat bakteri dalam jumlah besar dan juga bermacam–macam jenisnya. Selain itu, di alam mikrobia pada umumnya tidak hidup tersendiri sebagai individu tunggal dan terlepas dari spesies yang lain, mikroba lebih sering ditemukan dalam bentuk koloni dan bersama-sama dengan mikroba yang lain (Sailer, 2000).
Pemindahan bakteri dari medium lama ke medium yang baru atau dikenal dengan istilah inokulasi bakteri ini memerlukan banyak ketelitian. Terlebih dahulu kita harus mengusahakan agar semua alat-alat yang akan digunakan untuk pengerjaan medium dan pengerjaan inokulasi benar-beanr steril.
Hal ini untuk menghindari terjadinya kontaminasi, yaitu masuknya mikroba lain yang tidak diinginkan sehinggabiakan yang tumbuh di dalam medium adalah benar-benar biakan murni (Dwidjoseputro, 1980). Ada berbagai cara untuk mengisolasi bakteri dalam biakan murni yaitu, cara pengenceran, cara penuangan, cara penggesekan atau penggoresan, cara penyebaran, cara pengucilan 1 sel, dan cara inokulasi pada hewan. Masing-masing mempunyai kelebihan dan kekurangan (Dwidjoseputro, 1990).
Tujuan
Praktikum ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan praktikan dalam mengisolasi mikroba.
Manfaat
Mampu melakukan isolasi mikroba yang baik sehingga didapatkan biakan murni mikroba yang diinginkan.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Isolasi Mikroba
Isolasi adalah mengambil mikroorganisme yang terdapat di alam dan menumbuhkannya dalam suatu medium buatan. Proses pemisahan atau pemurnian dari mikroorganisme lain perlu dilakukan karena semua pekerjaan mikrobiologis, misalnya telaah dan identifikasi mikroorganisme, memerlukan suatu populasi yang hanya terdiri dari satu macam mikroorganisme saja. Prinsip dari isolasi mikroba adalah memisahkan satu jenis mikroba dengan mikroba lainnya yang berasal dari campuran bermacam-macam mikroba. Hal ini dapat dilakukan dengan menumbuhkannya dalam media padat sel-sel mikroba akan membentuk suatu koloni sel yang tetap pada tempatnya. Jika sel-sel tersebut tertangkap oleh media padat pada beberapa tempat yang terpisah, maka setiap sel atau kumpulan sel yang hidup akan berkembang menjadi suatu koloni yang terpisah, sehingga memudahkan pemisahan selanjutnya (Dwidjoseputro, 1998).
Beberapa faktor yang perlu diperhatikan dalam mengisolasi mikroorganisme menurut Dwidjoseputro, (1998) adalah sebagai berikut:
Sifat dan jenis mikroorganisme;
Habitat mikroorganisme;
Medium pertumbuhan;
Cara menginokulasi dan inkubasi;
Cara mengidentifikasi;
Cara pemeliharaannya.
2.2 Teknik Isolasi Mikroba
Menurut Pradhika (2008), ada beberapa teknik isolasi mikrobia, yaitu:
Teknik penanaman dari suspense
Teknik penanaman ini merupakan lajutan dari pengenceran bertingkat. Pengambilan suspensi dapat diambil dari pengenceran mana saja tapi biasanya untuk tujuan isolasi (mendapatkan koloni tunggal) diambil beberapa tabung pengenceran terakhir.
Spread plate (agar tabur ulas)
Spread plate adalah teknik menanam dengan menyebarkan suspensi bakteri di permukaan agar, agar diperoleh kultur murni. Prosedur kerjanya adalah suspensi cairan diambil sebanyak 0,1 ml dengan mikropipet kemudian teteskan diatas permukaan agar yang telah memadat. Trigalski kemudian dibakar diatas bunsen dan didinginkan beberapa detik. Kemudian suspensi diratakan dengan menggosokannya pada permukaan agar , penyebaran akan lebih efektif bila cawan ikut diputar.
Pour plate (agar tuang)
Teknik ini memerlukan agar yang belum padat dan dituang bersama suspensi bakteri ke dalam cawan petri dan dihomogenkan lalu dibiarkan memadat. Hal ini akan menyebabkan sel-sel bakteri tidak hanya terdapat pada permukaan agar saja tapi juga di dalam atau dasar agar sehingga bisa diketahui sel yang dapat tumbuh dipermukaan agar yang kaya O2 dan di dalam agar yang tidak banyak begitu banyak mengandung O2. Prosedur kerjanya adalah petridish, tabung pengenceran yang akan ditanam dan media padat yang masih cair disiapkan. Kemudian 1 ml suspensi bakteri diteteskan secara aseptis ke dalam cawan kosong· Lalu medium yang masih cair dituang ke dalam petridish lalu petridish di putar membentuk angka 8 agar suspensi bakteri dan media homogen, kemudian diinkubasi.
Pada spread plate diteteskannya bakteri sebanyak 0,1 ml dan pada pour plate diteteskan sebanyak 1 ml karena spread plate bertujuan untuk menumbuhkan dipermukaanya saja, sedangkan pour plate membutuhkan ruang yang lebih luas untuk penyebarannya sehingga diberikan lebih banyak dari pada spread plate.
Teknik Penanaman dengan Goresan (Streak)
Bertujuan untuk mengisolasi mikroorganisme dari campurannya atau meremajakan kultur ke dalam medium baru.
Goresan Sinambung
Prosedur kerjanya adalah inokulum loop (ose) disentuhkan pada koloni bakteri dan gores secara kontinyu sampai setengah permukaan agar. Lalu petridish diputar 180o dan dilanjutkan goresan sampai habis. Goresan sinambung umumnya digunakan bukan untuk mendapatkan koloni tunggal, melainkan untuk peremajaan ke cawan atau medium baru.
Goresan T
Prosedur kerjanya adalah petridish dibagi menjadi 3 bagian menggunakan spidol dan daerah tersebut diinokulasi dengan streak zig-zag. Ose dipanaskan dan didinginkan, lalu distreak zig-zag pada daerah berikutnya.
Goresan Kuadran (Streak quadrant)
Hampir sama dengan goresan T, namun berpola goresan yang berbeda yaitu dibagi empat. Daerah 1 merupakan goresan awal sehingga masih mengandung banyak sel mikroorganisma. Goresan selanjutnya dipotongkan atau disilangkan dari goresan pertama sehingga jumlah semakin sedikit dan akhirnya terpisah-pisah menjadi koloni tunggal.
2.3 Inokulasi Mikroba
Inokulasi mikroba dimaksudkan untuk menumbuhkan, meremajakan mikroba dan mendapatkan populasi mikroba yang murni. Inokulasi adalah pekerjaan memindahkan bakteri dari medium yang lama ke medium yang baru dengan tingkat ketelitian yang sangat tinggi. Media untuk membiakkan bakteri haruslah steril sebelum digunakan. Pencemaran terutama berasal dari udara yang mengandung banyak mikroorganisme. Pemindahan biakan mikroba yang dibiakkan harus sangat hati-hati dan mematuhi prosedur laboratorium agar tidak terjadi kontaminasi. Oleh karena itu, diperlukan teknik-teknik dalam pembiakan mikroorganisme yang disebut dengan teknik inokulasi biakan. Teknik inokulasi merupakan suatu pekerjaan memindahkan bakteri dari medium yang lama ke medium yang baru dengan tingkat ketelitian yang sangat tinggi. Dengan demikian akan diperoleh biakan mikroorganisme yang dapat digunakan untuk pembelajaran mikrobiologi.
2.4 Teknik Inokulasi
Ada beberapa metode yang digunakan untuk mengisolasi biakan murni mikroorganisme yaitu:
Metode gores
Teknik ini lebih menguntungkan jika ditinjau dari sudut ekonomi dan waktu, tetapi memerlukan ketrampilan-ketrampilan yang diperoleh dengan latihan. Penggoresan yang sempurna akan menghasilkan koloni yang terpisah. Inokulum digoreskan di permukaan media agar nutrien dalam cawaan petri dengan jarum pindah (lup inokulasi). Di antara garis-garis goresan akan terdapat sel-sel yang cukup terpisah sehingga dapat tumbuh menjadi koloni.
Cara penggarisan dilakukan pada medium pembiakan padat bentuk lempeng. Bila dilakukan dengan baik teknik inilah yang paling praktis. Dalam pengerjaannya terkadang berbeda pada masing-masing laboratorium tapi tujuannya sama yaiitu untuk membuat goresan sebanyak mungkin pada lempeng medium pembiakan.
Metode tebar
Setetes inokolum diletakan dalam sebuah medium agar nutrien dalam cawan petridish dan dengan menggunakan batang kaca yang bengkok dan steril. Inokulasi itu disebarkan dalam medium batang yang sama dapat digunakan dapat menginokulasikan pinggan kedua untuk dapat menjamin penyebaran bakteri yang merata dengan baik. Pada beberapa pinggan akan muncul koloni koloni yang terpisah-pisah.
Metode tuang
Isolasi menggunakan media cair dengan cara pengenceran. Dasar melakukan pengenceran adalah penurunan jumlah mikroorganisme sehingga pada suatu saat hanya ditemukan satu sel di dalam tabung (Winarni, 1997).
Metode tusuk
Metode tusuk yaitu dengan dengan cara meneteskan atau menusukan ujung jarum ose yang didalamnya terdapat inokolum, kemudian dimasukkan ke dalam media (Winarni, 1997).
BAB III
METODOLOGI PRAKTIKUM
3.1 Waktu dan Tempat
Praktikum Mikrobiologi Perairan dengan judul "Isolasi Mikroba" dilakukan pada:
Waktu : Rabu, 12 November 2014 Pukul 9.50 WIB
Tempat : Laboratorium TIHP Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan
Universitas Padjadjaran
3.2 Alat dan Bahan
Alat
Adapun peralatan utama yang dibutuhkan pada proses inokulasi mikroba adalah sebagai berikut:
Inkubator: Peralatan yang dilengkapi dengan sistem untuk mempertahankan suhu dan kelembaban selama masa inkubasi sehingga mikroba dapat tumbuh secara baik.
Jarum ose: Prinsip kerjanya yaitu ose disentuhkan pada bagian mikrobia kemudian menggosokkan pada kaca preparat untuk diamati
Lampu bunsen: Prinsip kerja alat ini bekerja berdasarkan metode pemanasan bakteri dengan nyala api langsung
Suryakanta: Dalam penggunaan lup seseorang harus menempatkan benda yang akan dilihat pada ruang satu (antara lensa dan fokus lensa) sehingga akan dihasilkan bayangan yang diperbesar dan maya. Perbesaran yang dihasilkan oleh lup adalah perbesaran anguler atau perbesaran sudut.
Tabung reaksi: Prinsip kerjanya yaitu sebagai wadah penyimpanan medium dengan volume tidak diketahui karena tidak memiliki skala
Cawan petri: Prinsip kerjanya yaitu, medium diletakkan di dalam cawan petri kemudian ditutup dengan menggunakan penutup cawan
Bahan
Adapun bahan utama yang dibutuhkan pada proses isolasi mikroba adalah sebagai berikut:
Media kultur steril;
Ikan sebagai sumber mikroba;
Media berisi inokulan.
3.3 Prosedur Kerja
Untuk menghasilkan kultur murni melalui proses isolasi mikroba dapat dilakukan dengan prosedur sebagai berikut:
Siapkan ikan yang akan dijadikan sumber mikroba.
Cuci bagian luar ikan dengan 50 ml akuabides dan tampung air hasil pencucian.
Keluarkan insang ikan dan letakkan pada cawan petri steril. Tambahkan 10 ml akuabides. Aduk hingga rata.
Ambil 10 mg saluran pencernaan ikan dan letakkan pada mortal steril. Lumatkan dan tambahkan 10 ml akuabides. Aduk hingga rata.
Lakukan serial pengenceran 10-1 sampai 10-6.
Ambil 1 ml dari masing-masing hasil pengenceran di atas (luar tubuh ikan, insang dan saluran pencernaan), masukan secara aseptik ke cawan petri.
Tambahkan 15 ml media agar yang masih hangat dan aduk dengan menggerak-gerakan cawan petri di atas meja hingga membentuk pola angka delapan.
Lakukan inkubasi selama 2 x 24 jam. Lakukan pengamatan terhadap mikroba yang tumbuh.
Apabila mikroba yang tumbuh lebih dari satu jenis populasi, harus dilakukan isolasi tahap kedua hingga didapatkan populasi sejenis (biakan murni).
Siapkan media kultur yang telah berisi inokulan. Tentukan dua jenis populasi mirkoba yang akan dipilih. Pemilihan mikroba sebaiknya didasarkan pada karakter bentuk atau warna yang khas.
Siapkan media kultur steril yang akan digunakan untuk menginokulasi mikroba.
Ambil ose dan lakukan sterilisasi panas dengan menggunakan lampu bunsen/spirtus.
Dinginkan beberapa saat dengan cara menggerak-gerakan ose di udara. Tempelkan ose tersebut ke populasi mikroba terpilih secara aseptik.
Inokulasikan mikroba yang menempel pada ose ke media kultur steril yang telah disediakan dengan menggunakan metode gores (streak methods).
Masukan media kultur yang telah diinokulasi mikroba terpilih ke dalam inkubator. Lakukan proses inkubasi selama dua hari.
Amati populasi mikroba yang tumbuh. Apabila telah didapat populasi sejenis, lakukan identifikasi.
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil
FISIK (MORFOLOGIS)
BENTUK
KOLONI 1
KOLONI 2
Bentuk Koloni Mikroba
Filamentous
Irregular
Bentuk Tepi Koloni Mikroba
Lobate
Smooth
Bentuk Permukaan Koloni
Smooth
Smooth
4.2 Pembahasan
Pada praktikum isolasi mikroba yang dilakukan, sumber mikroba didapat dari air cucian ikan, insang, dan saluran pencernaan. Masing-masing kelompok melakukan pengenceran sesuai dengan sampel yang diinstruksikan. Pengenceran yang dilakukan adalah dari larutan 10-1 sampai 10-6. Kelompok 6 mendapat sampel mikroba yang berasal dari insang dan melakukan pengenceran sampai 10-4. Sampel hasil pengenceran disimpan di tabung reaksi. Setelah nutrient agar (NA) siap, lampu bunsen dinyalakan dan cawan petri yang sebelumnya disterilisasi dibuka untuk selanjutnya digunakan sebagai media untuk isolasi. Cawan petri diletakan di dekat lampu Bunsen sambil diputar agar panas dari lampu Bunsen mengenai seluruh bagian cawan petri. Tujuannya agar media untuk isolasi mikroba berada dalam kondisi yang steril sehingga tidak ada kontaminasi dari mikroba lainnya. Sembari masih berada di dekat lampu Bunsen, tutup cawan petri dibuka lalu 1 ml sampel mikroba yang berada di tabung reaksi dituangkan ke cawan petri. Setelah itu, sebanyak + 15 ml NA juga dituangkan ke dalam cawan petri. Cawan petri kembali diputar di dekat lampu Bunsen. Setelah itu, lampu Bunsen dimatikan dan cawan petri digerakan searah angka 8, tujuannya agar mikroba dan NA menyatu di dalam cawan petri. Setelah dirasa merata, cawan petri kembali dibungkus oleh kertas untuk selanjutnya dilakukan inkubasi selama 2x24 jam.
Tujuan dari inkubasi adalah agar mikroba yang telah diinokulasi pada media, mendapat suhu optimum untuk tumbuh dengan baik sehingga nantinya didapatkan mikroba yang diinginkan. Setelah mikroba diinkubasi, mikroba kemudian dipindahkan ke cawan petri lain yang telah terisi oleh NA yang baru. Pemindahan mikroba ini dilakukan dengan teknik penggoresan, yakni dengan menggunakan jarum ose yang sebelumnya disterilisasi di lampu Bunsen. Jarum ose kemudian ditempelkan di cawan petri yang telah diinkubasi untuk mengambil sampel mikroba yang akan dibiakan. Lalu pada cawan petri berisi NA yang baru, jarum ose digoreskan pada permukaan NA secara zig zag. Sebelumnya cawan petri baik yang setelah diinkubasi maupun yang berisi NA baru, dipanaskan di dekat lampu Bunsen bagian pinggirnya. Cawan petri yang berisi NA baru, pada bagian bawahnya diberi garis untuk membagi ke dalam dua sisi. Tujuannya adalah untuk membuat biakan murni dari dua jenis mikroba yang berbeda (apabila pada hasil inkubasi terdapat berbagai jenis mikroba yang berbeda). Kedua sisi sama-sama digoreskan mikroba secara zig zag oleh jarum ose. Pada saat penggoresan jangan sampai jarum ose terlalu dalam mengenai NA sebab akan merusak NA yang dijadikan media tumbuh mikroba. Setelah mikroba dipindahkan ke cawan petri yang baru, kedua cawan petri sama-sama diinkubasi.
Setelah inkubasi pada cawan petri baru selesai, barulah terlihat mikroba hasil inokulasi yang telah dilakukan. Pada kelompok 6, biakan murninya berwarna putih dan koloni mikroba pada sisi pertama adalah flamentous dan pada sisi kedua bentuk koloninya irregular. Bentuk tepi koloni satu adalah lobate dan koloni dua adalah smooth. Bentuk permukaan koloni satu dan dua adalah smooth.
BAB V
PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Isolasi adalah mengambil mikroorganisme yang terdapat di alam dan menumbuhkannya dalam suatu medium buatan. Dalam isolasi perlu dilakukan inokulasi dan inkubasi. Metode yang digunakan dalam isolasi adalah metode tuang dan metode gores. Selama proses inokulasi, media harus selalu dalam keadaan steril agar media biakan murni tidak terkontaminasi oleh mikroba lainnya. Hasil dari isolasi mikroba pada praktikum ini diperoleh bentuk koloni pada sisi pertama yaitu filamentous dan pada sisi kedua yaitu irregular.
5.2 Saran
Sebaiknya praktikan dalam melakukan isolasi lebih teliti dan selalu dalam keadaan steril agar mikroba hasil biakan murni tidak terkontaminasi mikroba lainnya yang tidak diinginkan. Dalam metode penggoresan, praktikan harus lebih berhati-hati agar jarum ose tidak merusak media agar untuk biakan murni.
DAFTAR PUSTAKA
Buckle. 2007. Mikrobiologi Terapan. Universitas Gajah Mada: Yogyakarta
Plezar.2006. Dasar-Dasar-Mikrobiologi. Jakarta : UI Press
Rusdimin. 2003. Mikrobiologi Dasar Dalam Praktek. Jakarta: Pt Gramedia
Suriawiria, U. 2005. Mikrobiologi Dasar. Papas Sinar Sinanti, Jakarta
Waluyo, L. 2004. Mikrobiologi Umum. Penerbit Universitas Muhammadiyah Malang.
LAMPIRAN 1
Pendalaman
Jelaskan oleh Anda, kemungkinan apa yang dapat menyebabkan kegagalan pembuatan biakan murni mikroba.
Penyebab kegagalan bisa saja karena kurang teliti dan hati-hati dalam melakukan teknik pembuatan biakan murni, seperti penggunaan jarum ose yang tidak pengerjaanya yang tidak aseptik atau tidak dilakukan dibelakang lampu bunsen sehingga mengakibatkan masuknya zat atau mikroba lain yang mengganggu pertumbuhan biakan murni.
Mengapa tidak dilakukan proses pengenceran inokulan pada saat melakukan isolasi mikroba?
Karena pada pengenceran inokulan, kemungkinan besar kita akan mendapatkan beberapa koloni yang akan tumbuh dalam medium tersebut, akan tetapi mungkin juga kita hanya akan memperoleh satu koloni saja. Kemungkinan ini juga menyebabkan koloni yang dihasilkan bukan merupakan biakan murni seperti yang diinginkan dari tujuan isolasi mikroba.
Apakah hasil isolasi yang Anda lakukan belum berhasil mendapatkan biakan murni. Jelaskan alasan Anda?
Mikroba yang telah diisolasi didapatkan biakan yang murni. Hal ini ditunjukkan dengan warna mikroba pada cawan petri yang sama warnanya yaitu putih. Dalam satu koloni hanya terdapat satu bentuk koloni yang menandakan bahwa mikroba murni yang diinginkan berhasil dibiakan. Hal ini dapat berhasil karena pada saat inokulasi dilakukan dalam keadaan yang aseptik.
Menurut Anda, apakah isolasi mikroba hanya dilakukan pada media agar lempeng, tidak bisa dilakukan pada media agar tegak atau agar miring?
Isolasi mikroba juga dapat dilakukan pada media agar tegak atau agar miring. Kedua teknik ini memiliki keuntungannya masing-masing. Pada media agar tegak, dilakukan untuk meminimalisir pertumbuhan mikroba dalam keadaan kekurangan oksigen. Pada media agar miring, digunakan untuk menguji gerak mikroba secara makroskopis.
Mengapa pada proses inokulasi mikroba, ose hanya ditempelkan pada populasi mikroba terpilih?
Agar nantinya biakan murni yang dihasilkan adalah jenis mikroba yang benar-benar kita inginkan tanpa adanya kontaminasi mikroba lainnya.
LAMPIRAN 2
Lihat lebih banyak...
Komentar