LAPORAN PRAKTIKUM TEKNOLOGI BENIH TIPE PERKECAMBAHAN HIPOGEAL DAN EPIGEAL

June 4, 2017 | Author: Dede Julian | Category: N/A
Share Embed


Deskripsi Singkat

LAPORAN PRAKTIKUM
TEKNOLOGI BENIH
TIPE PERKECAMBAHAN HIPOGEAL DAN EPIGEAL
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Mata Kuliah Teknologi Benih











Disusun Oleh :
Nama : Dede Juliansyah
NIM : 4442141790
Kelas : 4 C Agroekoteknologi
Kelompok : 7



JURUSAN AGROEKOTEKNOLOGI
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
2016
KATA PENGANTAR

Dengan mengucapkan puji syukur kehadirat Allah Subhanahu wa Ta'ala,
Tuhan Semesta Alam yang dengan kehendaknya, akhirnya penulis dapat
menyelesaikan laporan praktikum Teknologi Benih yang berjudul Tipe
Perkecambahan Hipogeal dan Epigeal , untuk memenuhi salah satu tugas dari
mata kuliah Teknologi Benih.
Dalam penulisan laporan praktikum ini penulis merasa masih banyak
kekurangan-kekurangan baik pada teknis penulisan maupun materi, mengingat
akan kemampuan yang penulis miliki. Untuk itu kritik dan saran dari semua
pihak sangat penulis harapkan demi penyempurnaan pembuatan laporan ini.
Atas tersusunya laporan ini, maka penulis menyampaikan rasa hormat dan
terima kasih kepada segenap pihak yang telah membantu hingga laporan ini
terselesaikan.
Semoga materi ini dapat bermanfaat dan menjadi sumbangan pemikiran bagi
pihak yang membutuhkan, khususnya bagi penulis sehingga tujuan yang
diharapkan dapat tercapai. Tak ada gading yang tak retak, tak ada yang
sempurna.




Serang, Maret 2016


Penulis








DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR i
DAFTAR ISI ii
BAB I PENDAHULUAN 1
1.1 Latar Belakang 1
1.2 Tujuan 1
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2
2.1 Pengertian Buah dan Fungsi Buah 2
2.2 Pengertian Biji 2
2.3 Penggolongan Buah 3
2.4 Struktur Biji 7
BAB III METODOLOGI PRAKTIKUM 9
3.1 Waktu dan Tempat 9
3.2 Alat dan Bahan 9
3.3 Cara Kerja 9
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 10
4.1 Hasil 10
4.2 Pembahasan 12
BAB V PENUTUP 14
5.1 Kesimpulan 14
5.2 Saran 14
DAFTAR PUSTAKA 15
LAMPIRAN 16








BAB I
PENDAHULUAN

1. 1. Latar Belakang
Buah dan biji adalah bagian dari organ reproduksi tumbuhan tingkat
tinggi. Keberadaan buah hanya dapat dijumpai pada tumbuhan yang memiliki
fungsi dan tujuan yang sama yaitu untuk menjamin kehindupannya. Tumbuhan
berbiji terbagi menjadi dua kelas yakni angiospermae (tumbuhan berbiji
terbuka) dan gymnospermae (tumbuhan berbiji tertutup). Angiospermae terdiri
dari monokotiledon dan dikotiledon.
Struktur biji dikotil dan monokotil memiliki struktur biji yang
berbedadengan fungsinya masing-masing.Struktur biji erat kaitannya dengan
cadangan makanan karenaakumulasi cadangan makanan berhubungan dengan tempat
dimanacadangan tersebut akan disimpan. Derajat dan macam variasi komponen
dalam perkembangannya sama atau tidak semua tergantung denganbeberapa
struktur dasar yang berbeda untuk masing-masing tipe biji.Pengetahuan
tentang struktur biji akan memberikan pemahaman yang baik tentang perbedaan
struktur biji antara tanaman monokotil dan dikotil.Maka dari itu, diadakan
praktikum mengenai struktur biji.
Buah adalah suatu hasil dari proses akhir yang mulai dari penyerbukan
atau persarian. Pada hakikatnya buah hanya dibedakan kedalam 2 jenis, yang
pertama adalah buah semu dan yang kedua adalah buah sejati. Tak lepas dari
penamaan buah tersebut menjadi buah sejati dan buah semu dapat dilihat dari
struktur buah dan bagian-bagian buah yang ada pada buah. Untuk mengetahui
struktur dari buah dan biji itu maka dilakukan praktikum Tipe Perkecambahan
Hipogeal dan Epigeal.


1.2 Tujuan
Tujuan dari praktikum Tipe Perkecambahan Hipogeal dan Epigeal adalah
agar mahasiswa dapat mahasiswa mampu mengenal Tipe Perkecambahan Hipogeal
dan Epigeal.



BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Pengertian Buah dan Fungsi Buah
Buah adalah salah satu organ tumbuhan untuk pembiakan, mengandung biji
setelah pembuahan pistil (bunga betina) tumbuh jadi buah. Ovum tumbuh
menjadi biji, dinding ovarium jadi kulit buah. Pengertian buah dalam
lingkup pertanian (hortikultura) atau pangan adalah lebih luas daripada
pengertian buah di atas. Karena buah dalam pengertian ini tidak terbatas
yang terbentuk dari bakal buah, melainkan dapat pula berasal dari
perkembangan organ yang lain. Karena itu, untuk membedakannya, buah yang
sesuai menurut pengertian botani biasa disebut buah sejati (Campbell,
2003).
Buah adalah organ pada tumbuhan berbunga yang merupakan perkembangan
lanjutan dari bakal buah (ovarium). Buah biasanya membungkus dan melindungi
biji. Aneka rupa dan bentuk buah tidak terlepas kaitannya dengan fungsi
utama buah, yakni sebagai pemencar biji tumbuhan (Campbell, 2003).
1. Melindungi biji atau benih, Buah berfungsi sebagai penghalang fisik
antara biji atau benih dan lingkungan eksternal selama perkembangan
benih. Buah berkembang (ovarium) mempromosikan bakal biji atau
pengembangan benih dengan mencegah desikasi dan memastikan lingkungan
yang lembab untuk embrio.
2. Membantu dalam penyebaran biji-bijian matang, Misalnya, buah kelapa
mengapung dalam air dan dengan demikian diangkut ke tempat yang jauh;
beberapa buah-buahan merupakan bagian dari diet atau makanan hewan
tertentu seperti musang (Paradoxurus hermaphroditus) yang memakan
buah kopi matang dan kemudian dikeluarkan benih masih utuh dalam
bentuk fases


2.2. Pengertian Biji
Biji merupakan suatu struktur kompleks, yang terdiri dari embrio atau
lembaga, kulit biji dan persediaan makanan cadangan. Dalam biji banyak
tumbuhan, makanan disimpan di dalam lembaga biji itu sendiri, pada tumbuhan
lain, makanan disimpan dalam jaringan di sekililingnya. Cerita lengkap
mengenai biji harus menerangkan perubahan-perubahan yang terjadi dalam
stamen dan pistil, proses penyerbukan, perkembangan embrio, pembentukan
kulit biji dan perkembangan penyediaan cadangan makanan yang digunakan oleh
tumbuhan muda ketika biji berkecambah (Yuniarsih, 1996).
Biji dibentuk dengan adanya perkembangan bakal biji. Pada saat
pembuahan, tabung sari sari memasuki kantung embrio melalui mikropil dan
menempatkan dua buah inti gamet jantan padanya. Satu diantaranya bersatu
dengan inti sel telur dan yang lain bersatu dengan dua inti polar atau
hasilnya penyatuan, yaitu inti sekunder. Penyatuan gamet jantan dengan sel
telur menghasilkan zigot yang tumbuh menjadi embrio. Penyatuan gamet jantan
yang lain dengan kedua inti polar menghasilkan inti sel endosperm pertama
yang akan membelah-belah menghasilkan jaringan endosperm. Proses yang
melibatkan kedua macam pembuahan (penyatuan) tersebut dinamakan pembuahan
ganda (Kamil, 1982).

2.3 Penggolongan Buah
Buah pada tumbuhan umumnya dapat dibedakan dalam empat golongan yaitu:
1. Buah Tunggal (Sejati)
Buah tunggal (sejati) adalah buah yang terbentuk dari satu bunga
dengan satu bakal buah, yang berisi satu biji atau lebih.
a. Buah kering
Buah tunggal, atau tepatnya buah sejati tunggal, lebih jauh lagi dapat
dibedakan atas bentuk-bentuk buah kering (siccus), yakni yang bagian
luarnya keras dan mengayu atau seperti kulit yang kering; dan buah
berdaging (carnosus), yang dinding buahnya tebal berdaging.
Buah kering selanjutnya dibedakan atas buah yang tidak memecah
(indehiscens) dan yang memecah (dehiscens). Buah indehiscens berisi satu
biji, sehingga untuk memencarkan bijinya buah ini tidak perlu memecah. Yang
termasuk ke dalam kelompok ini adalah buah tipe padi, tipe kurung, dan tipe
keras.
b. Buah padi (caryopsis)
Buah padi (caryopsis, atau bulir) memiliki dinding buah yang tipis, dan
berlekatan menyatu dengan kulit biji. Kulit biji ini kadang-kadang
berlekatan pula dengan biji. Buah terbungkus oleh sekam. Buah suku padi-
padian (Poaceae) dan teki-tekian (Cyperaceae) termasuk ke dalam kelompok
ini.
Bulir atau buah padi adalah buah sekaligus biji. Bagian buah terletak
di sebelah luar, terdiri dari lemma, palea, dan skutelum (scutellum).
Bagian biji terdiri dari lapisan aleuron(hanya setebal satu lapis sel),
endospermia (tempat penyimpanan cadangan makanan), danembrio.
c. Buah kurung (achenium)
Buah kurung (achenium) memiliki dinding buah yang tipis, berdempetan
namun tidak berlekatan dengan kulit biji. Contohnya adalah buah ('biji')
bunga pukul empat (Mirabilis). Buah kurung majemuk contohnya adalah (buah)
bunga matahari.
d. Buah keras (nux)
Buah keras atau geluk (nux) terbentuk dari dua helai daun buah (carpel)
atau lebih; bakal biji lebih dari satu, namun biasanya hanya satu yang
menjadi biji sempurna. Dinding buah keras, kadangkala mengayu, tidak
berlekatan dengan kulit biji. Contohnya adalah buah sarangan (Castanopsis).
Beberapa jenis buah keras, kulitnya mengalami pelebaran sehingga
membentuk semacam sayap yang berguna untuk menerbangkan buah ini—jika
masak—menjauh dari pohon induknya. Buah bersayap (samara) semacam ini
contohnya adalah buah meranti(Shorea) dan kerabatnya dari suku
Dipterocarpaceae.
Buah kering yang memecah (dehiscens) umumnya berisi lebih dari satu
biji, sehingga memecahnya buah nampaknya terkait dengan upaya untuk
memencarkan biji, agar tidak terkumpul di suatu tempat. Misalnya adalah:
e. Buah berbelah (schizocarpium)
Buah berbelah (schizocarpium) memiliki dua ruang atau lebih, masing-
masing dengan sebutir biji di dalamnya. Jika memecah, ruang-ruang itu
terpisah namun bijinya masih terbawa di dalam ruang. Sehingga masing-masing
ruang seolah buah kurung yang tersendiri. Contohnya adalah kemangi
(Ocimum), beberapa jenis anggota Malvaceae, dan lain-lain.
2. Buah Ganda
Buah berganda adalah buah yang terbentuk dari satu kuntum bunga yang
memiliki banyak bakal buah. Tiap-tiap bakal buah itu tumbuh menjadi buah
yang tersendiri, lepas-lepas, namun akhirnya menjadi kumpulan buah yang
nampak seperti satu buah. Sesuai dengan bentuk-bentuk buah penyusunnya,
maka dikenal beberapa macam buah berganda. Misalnya:
buah kurung berganda, misalnya pada buah mawar (Rosa).
buah bumbung berganda, misalnya pada cempaka (Michelia).
buah buni berganda, misalnya pada sirsak (Annona).
buah batu berganda, misalnya pada murbei (Morus).
3. Buah Majemuk
Buah majemuk adalah buah hasil perkembangan bunga majemuk. Dengan
demikian buah ini berasal dari banyak bunga (dan banyak bakal buah), yang
tumbuh sedemikian sehingga pada akhirnya seakan-akan menjadi satu buah
saja. Dikenal pula beberapa macam buah majemuk, di antaranya:
Buah padi majemuk, misalnya jagung (Zea). Tongkol jagung sebetulnya
berisi deretan buah-buah jagung, bukan biji jagung.
Buah kurung majemuk, misalnya buah bunga matahari (Helianthus).
Buah buni majemuk, misalnya buah nanas (Ananas).
Buah batu majemuk, misalnya buah pandan (Pandanus), pace (Morinda).
a. Buah Basah
Buah basah adalah buah yang sebagian atau seluruh pericarp atau
mesocarp masih tetap basah sampai buah masak. Buah masak dapat dibedakan
atas dua golongan, yaitu:
i. Berry
Berry ialah buah basah di mana seluruh pericarp tetap basah sewaktu
masak (mature). Berry ini berasal dari superior ovary. Pericarp pada berry
ini merupakan lapisan lunak dan berair (juicy) dan dapat dimakan (edible),
umpamanya pada true berry (berry sebenarnya). Contoh berry yaitu : tomat,
kurma, anggur, alpukat, terung, lada merah, persimon. Terdapat dua tipe
khusus pada berry, yaitu:
a. Pepo, yaitu berry dengan kulit buah terluar (exocarp) yang keras.
Termasuk pepo adalah semangka, mentimun, labu dan cantelope.
b. Hespiridium, yaitu berry dengan kulit buah seperti kulit, seperti
jeruk.
ii. Drupe
Drupe ialah buah basah di mana exocarp, mesocarp dan endocarpnya dapat
dibedakan dengan jelas. Exocarpnya biasanya lebih tipis, mesocarp lebih
tebal, dan basah atau berserabut. Endocarp umumnya sangat keras atau
membatu, biasanya membungkus satu biji. Contohnya plum, olive, apricot,
kelapa, dan palm.
4. Buah Semu
Buah semu atau buah tertutup adalah, yaitu jika buah itu terbentuk dari
bakal buah beserta bagian-bagian lain pada bunga itu yang malahan menjadi
bagian utama buah ini (lebih besar, lebih menarik perhatian dan seringkali
merupakan bagian buah yang bermanfaat dapat dimakan) sedang buah yang
sesungguhnya kadang-kadang tersembunyi.
Buah semu dapat dibedakan atas :
a. Buah semu tunggal, yaitu buah terjadi dari satu bunga dengan satu bakal
buah. Pada buah ini selain bakal buah ada bagian lain bunga yang ikut
membentuk buah, misalnya : tangkai bunga, pada buah jambu monyet dan
kelopak bunga pada buah ciplukan.
b. Buah semu ganda, jika pada satu bunga terdapat lebih dari satu bakal
buah yang bebas satu sama lain, dan kemudian masing-masing dapat tumbuh
menjadi buah, tetapi disamping itu ada bagian lain pada bunga itu yang
ikut tumbuh, dan merupakan bagian buah yang mencolok (dan seringkali
yang berguna), misalnya pada buah arbe (Fragraria vesca L.)
c. Buah semu majemuk, ialah buah semu yang terjadi dari bunga majemuk,
tetapi seluruhnya dari luar tampak seperti satu buah saja, misalnya
buah nangka (Artocarpus integra Merr.), dan keluwih (Artocarpus communis
Forst.), yang terjadi dari ibu tangkai bunga yang tebal dan berdaging,
beserta daun-daun tenda bunga yang pada ujungnya berlekatan satu sama
lain, hingga merupakan kulit buah semu ini (Tjitrosoepomo, 1985)

2.4 Struktur Biji
Menurut Sutopo (2002) bagian-bagian dasar biji terdiri dari :
a. Embrio
Embrio adalah suatu tanaman baru yang terjadi dari bersatunya gamet-
gamet jantan dan betina pada suatu proses pembuahan. Embrio yang
berkembangnya sempurna terdiri dari struktur-struktur sebagai berikut :
epikotil (calon pucuk), hipokotil (calon batang), kotiledon (calon daun)
dan radikula (calon akar). Tanaman di dalam kelas Angiospermae
diklasifikasikan oleh banyaknya jumlah kotiledon. Tanaman monokotiledon
mempunyai satu kotiledon misalnya : rerumputan dan bawang. Tanaman
dikotiledon mempunyai dua kotiledon misalnya kacang-kacangan sedangakan
pada kelas Gymnospermae pada umumnya mempunyai lebih dari 2 kotiledon
misalnya pinus, yang mempunyai sampai sebanyak 15 kotiledon. Pada
rerumputan (grasses) kotiledon yang seperti ini disebut scutellum, kuncup
embrioniknya disebut plumulle yang ditutupi oleh upih pelindung yang
disebut koleoptil, sedangkan pada bagian bawah terdapat akar embrionik yang
disebut radicule yang ditutupi oleh upih pelindung yang disebut coleorhiza.
b. Jaringan penyimpan cadangan makanan
Pada biji ada beberapa struktur yang dapat berfungsi sebagai jaringan
penyimpan cadangan makanan, yaitu : Kotoledon, misalnya pada kacang-
kacangan, semangka dan labu. Endosperm, misal pada jagung, gandum, dan
golongan serelia lainnya. Pada kelapa bagian dalamnya yang berwarna putih
dan dapat dimakan merupakan endospermnya. Perisperm, misal pada famili
Chenopodiaceae dan Caryophyllaceae, Gametophytic betina yang haploid misal
pada kelas Gymnospermae yaitu pinus. Cadangan makanan yang tersimpan dalam
biji umumnya terdiri dari karbohidrat, lemak, protein dan mineral.
Komposisi dan presentasenya berbeda-beda tergantung pada jenis biji, misal
biji bunga matahari kaya akan lemak, biji kacang-kacangan kaya akan
protein, biji padi mengandung banyak karbohidrat.



c. Pelindung biji
Pelindung biji dapat terdiri dari kulit biji, sisa-sisa nucleus dan
endosperm dan kadang-kadang bagian buah. Tetapi umumnya kulit biji (testa)
berasal dari integument ovule yang mengalami modifikasi selama proses
pembentukan biji berlangsung. Biasanya kulit luar biji keras dan kuat
berwarna kecokelatan sedangkan bagian dalamnya tipis dan berselaput. Kulit
biji berfungsi untuk melindungi biji dari kekeringan, kerusakan mekanis
atau serangan cendawan, bakteri dan insekta.Dalam hal penggunaan cadangan
makanan terdapat beberapa perbedaan diantara sub kelas monokotiledon dan
dikotiledon dimana pada : Sub kelas monokotiledon : cadangan makanan dalam
endosperm baru akan dicerna setelah biji masak dan dikecambhakan serta
telah menyerap air. Contoh jagung, padi, gandum. Sub kelas dikotiledon :
cadangan makanan yang terdapat dalam kotileodon atau perisperm sudah mulai
dicerna dan diserap oleh embrio sebelum biji masak. Contoh kacang-kacangan,
bunga matahari dan labu.


















BAB III
METODOLOGI PENILITIAN

1. Waktu dan Tempat
Praktikum dilakukan hari Kamis, 10 Maret 2016 pukul 07:30 s/d 09:00
WIB, bertempat di Laboratorium Bioteknologi Fakultas Pertanian Universitas
Sultan Ageng Tirtayasa.


2. Alat dan Bahan
Alat yang digunakan pada praktikum kali ini adalah cawan petri, botol
semprot, pinset, dan tempat perkecambahan. Sedangkan bahan yang digunakan
adalah label, biji kacang hijau, biji jagung hibrida, kapas, dan aquades

3. Cara Kerja
Cara kerja dalam pengamatan kali ini adalah :
1. Disiapkan alat dan bahan yang akan digunakan dalam praktikum
2. Kapas diletakkan di dalam cawan petri secara merata, kemudian diberi
akuades secukupnya menggunakan botol semprot
3. Biji jagung hibrida yang sudah direndam dalam air ditaruh di atas
kapas yang sudah ditaruh dalam cawan petri.
4. Diberi nama menggunakan label, kemudian cawan petri ditaruh di
tempat perkecambahan.
5. Langkah kerja tersebut diulangi pada biji kacang hijau






BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil


























4.2 Pembahasan
Dari praktikum Tipe Perkecambahan Hipogeal dan Epigeal yang telah kami
lakukan, bahan yang telah dibawa untuk diamati strukturnya adalah Tomat
(Solanum lycopersicum L.), Mentimun (Cucumis sativus L.), Belimbing
(Averrhoa carambola), Jagung ( Zea mays) dan Kacang tanah(Arachis
hypogaea).
Buah mentimun(Cucumis sativus L.), berwarna hijau ketika muda dengan
garis-garis putih kekuningan. Semakin buah masak warna luar buah berubah
menjadi hijau pucat sampai putih. Bentuk buah memanjang seperti torpedo.
Daging buahnya perkembangan dari bagian mesokarp, berwarna kuning pucat
sampai jingga terang. Mentimun memiliki bentuk buah mentimun (pepo) serupa
dengan buah buni, namun dengan dinding luar yang lebih tebal dan kuat. Pada
buah yang masak, di tengahnya sering terdapat ruangan dan daging buahnya
bersatu dengan banyak biji di dalam ruangan tersebut. Bagian-bagian
morfologi buah mentimun adalah eksokarp, mesokarp, endokarp, plasenta, dan
biji.
Buah tomat(Solanum lycopersicum L.) memilki bentuk bervariasi, mulai
bulat lonjong, bulat halus, bulat beralur, bulat dengan bentuk datar pada
ujung atau pangkalnya, hingga bentuk yang tidak teratur. Bentuk dan ukuran
tersebut tergantung varietas. Waktu masih muda buahnya berwarna hijau muda
sampai hijau tua, berbulu, dan memiliki rasa asam, getir, dan berbau tidak
enak karna mengandung lycopersicin. Namun demikian, setelah tua buahnya
menjadi sedikit kuning, merah cerah atau gelap, merah kekuningan, kining
atau merah kehitaman, dan rasanyapun menjadi enak, karna semakin matang
kandungan licopersicinya semakin menghilang. Bagian dalam buah memilki
ruang yang dipenuhi biji. Jumlah ruang bervariasi, mulai dari dua ruang,
seperti varietas pyriforme, hingga lebih dari dua ruang. Idealnya, buah
memilki tiga ruang. Dengan kondisi ini, buah akan lebih tahan (tidak mudah
gepeng), meski ditempatkan pada posisi yang tidak baik ketika penanganan
pascapanen. Ukuran buah juga bervariasi, tergantung pada varietas. Bagian-
bagian morfologi buah tomat adalah eksokarp, mesokarp, endokarp, central
column, plasenta, dan biji.




Buah Belimbing(Averrhoa carambola) termasuk buah buni/bacca memanjang
dengan 5 rusuk tajam. Berbuah setelah 2-5 tahun. Buah buni memiliki 2
lapisan yaitu lapisan luar yang tipis, kuat, dan agak menjangat, serta
lapisan dalam yang tebal, lunak, dan berair. Tergolong buah sejati tunggal
berdaging. Warna: muda hijau, tua kuning, dengan ukuran: 4-13 cm. Bagian-
bagian morfologi buah belimbing adalah eksokarp, mesokarp, endokarp,
central column, plasenta, dan biji.
Kacang Tanah (Arachis hypogaea) termasuk kedalam tipe buah sederhana
(Simple fruits) dimana buah yang terdiri dari satu ovary dalam satu pistil.
Buah tipe ini mungkin mempunyai biji satu atau lebih, ovary superior atau
inferior. Kebanyakan angiosperm mempunyai buah sederhana. Kacang tanah
termasuk juga ke dalam kategori buah kering yaitu buah yang seluruh kulit
buah (pericarp) menjadi kering dan sering menjadi keras sewaktu masak.
Dalam kategori buah kering (dry fruits) ini, kacang tanah terdapat
pada buah merekah (indehiscent fruit). Pada buah ini terjadi perekahan
sepanjang garis perekahan pada polong (seed pod) sewaktu buah menjadi
masak. Polong ini biasanya berisi biji lebih dari satu. Kacang tanah ini
temasuk buah merekah pada golongan legume yaitu buah yang terdiri atas satu
carpel, satu dinding ovary, dan berasal dari pistil sederhana. See poods
legume ini merekah sepanjang dua sisi, sewaktu masak.
Jagung (Zea mays) termasuk kedalam tipe buah sederhana (Simple fruits)
dimana buah yang terdiri dari satu ovary dalam satu pistil. Buah tipe ini
mungkin mempunyai biji satu atau lebih, ovary superior atau inferior.
Kebanyakan angiosperm mempunyai buah sederhana. Jagung termasuk juga ke
dalam kategori buah kering yaitu buah yang seluruh kulit buah (pericarp)
menjadi kering dan sering menjadi keras sewaktu masak.
Dalam kategori buah kering (dry fruits) ini, jagung terdapat pada buah
tidak merekah (indehiscent fruit). Pada buah ini terjadi perekahan
sepanjang sisinya sewaktu masak, biasanya berisikan satu atau beberapa
biji. Jagung ini temasuk buah tidak merekah pada golongan Caryopses atau
grain yaitu buah berbiji satu (sama dengan achene), tetapi kulit biji
(seedcoat) bergabung menjadi satu dengan pericarp (mature ovary wall).
BAB V
PENUTUP

5.1 Simpulan
Buah merupakan hasil penyerbukan pada bunga yang telah terjadi dan
kemudian diikuti pula oleh pembuahan, maka bakal buah akan tumbuh menjadi
buah. Pada pembentukan buah ada kalanya bagian bunga selain buah ikut
tumbuh dan merupakan sutau bagian bunga. Buah biasanya melindungi bagian
biji. Menurut literature Kimball, 1999 perikarp (pericarpium) adalah
dinding buah, yang berasal dari perkembangan dinding bakal buah pada bunga.
Perikarp ini sering berkembang lebih jauh, sehingga dapat dibedakan atas
dua lapisan atau lebih. Yang di bagian luar disebut dinding luar, eksokarp
(exocarpium), atau epikarp (epicarpium), yang di dalam disebut dinding
dalam atau endokarp (endocarpium), serta lapisan tengah (bisa beberapa
lapis) yang disebut dinding tengah atau mesokrap (mesocaprium). Biji
merupakan suatu struktur kompleks, yang terdiri dari embrio atau lembaga,
kulit biji dan persediaan makanan cadangan. Dalam biji banyak tumbuhan,
makanan disimpan di dalam lembaga biji itu sendiri, pada tumbuhan lain,
makanan disimpan dalam jaringan di sekililingnya. Menurut Sutopo (2002)
bagian-bagian dasar biji terdiri dari embrio, jaringan penyimpan cadangan
makanan, dan pelindung biji.

5.2 Saran
Saran yang dapat diberikan pada praktikum ini adalah agar praktikan
terlebih dahulu mempelajari tentang praktikum yang akan dilakukan, sehingga
para praktikan tidak bingung mengenai praktikum yang sedang dilakukan.







DAFTAR PUSTAKA

Campbell, dkk. 2003. Biologi. Jakarta Erlangga.
Djiwoseputro. 1980 .Pengantar Fisiologi Tumbuhan. Gramedia: Jakarta.
Frank B Salisbury dan Cleon W Ross. 1991. Fisiologi Tumbuhan jilid 3.
Institut Tehknologi Bandung : Bandung
Heddy S, 1987. Biologi pertanian. Rajawali Press: Jakarta.
Kamil, Jurnalis. 1982. Teknologi Benih 1. Penerbit Angkasa. Bandung.
Kimball J.W. 1988. Biologi. Gramedia Press: Jakarta.
Sutopo, Lita. 2002. Teknologi Benih. Rajawali Press; Jakarta
Sutopo, 2009,Lita Teknologi Benih. Rajawali Press; Jakarta
Tjitrasam, 1983. Botani Umum I. Angkasa: Bandung.
Tjitrosoepomo, G. 2003. Morfologi Tumbuhan Edisi ke-14. Gajah Mada
University Press : Yogyakarta
Tjitrosoepomo, Gembong. 2001. Morfologi Tumbuhan. Cet. 13. Gadjah Mada
University Press : Yogyakarta.
Yuniarsih, 1996. KEDELAI . Kanisius: Yogyakarta.
Aminah, N.S. dan Supraptini. 2003. Jamur pada buah-buahan, sayuran, kaki
lalat dan ling-kungan di pasar tradisional dan swalayan. Jurnal Ekologi
Kesehatan 2(3): 299 305
Miskiyah, Christina Winarti, dan Wisnu Broto. 2010. Kontaminasi Mikotoksin
Pada Buah Segar dan Produk Olahannya Serta Penanggulangannya. Litbang
Pertanian, 29 (3).


Deskripsi

LAPORAN PRAKTIKUM
TEKNOLOGI BENIH
TIPE PERKECAMBAHAN HIPOGEAL DAN EPIGEAL
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Mata Kuliah Teknologi Benih











Disusun Oleh :
Nama : Dede Juliansyah
NIM : 4442141790
Kelas : 4 C Agroekoteknologi
Kelompok : 7



JURUSAN AGROEKOTEKNOLOGI
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
2016
KATA PENGANTAR

Dengan mengucapkan puji syukur kehadirat Allah Subhanahu wa Ta'ala,
Tuhan Semesta Alam yang dengan kehendaknya, akhirnya penulis dapat
menyelesaikan laporan praktikum Teknologi Benih yang berjudul Tipe
Perkecambahan Hipogeal dan Epigeal , untuk memenuhi salah satu tugas dari
mata kuliah Teknologi Benih.
Dalam penulisan laporan praktikum ini penulis merasa masih banyak
kekurangan-kekurangan baik pada teknis penulisan maupun materi, mengingat
akan kemampuan yang penulis miliki. Untuk itu kritik dan saran dari semua
pihak sangat penulis harapkan demi penyempurnaan pembuatan laporan ini.
Atas tersusunya laporan ini, maka penulis menyampaikan rasa hormat dan
terima kasih kepada segenap pihak yang telah membantu hingga laporan ini
terselesaikan.
Semoga materi ini dapat bermanfaat dan menjadi sumbangan pemikiran bagi
pihak yang membutuhkan, khususnya bagi penulis sehingga tujuan yang
diharapkan dapat tercapai. Tak ada gading yang tak retak, tak ada yang
sempurna.




Serang, Maret 2016


Penulis








DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR i
DAFTAR ISI ii
BAB I PENDAHULUAN 1
1.1 Latar Belakang 1
1.2 Tujuan 1
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2
2.1 Pengertian Buah dan Fungsi Buah 2
2.2 Pengertian Biji 2
2.3 Penggolongan Buah 3
2.4 Struktur Biji 7
BAB III METODOLOGI PRAKTIKUM 9
3.1 Waktu dan Tempat 9
3.2 Alat dan Bahan 9
3.3 Cara Kerja 9
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 10
4.1 Hasil 10
4.2 Pembahasan 12
BAB V PENUTUP 14
5.1 Kesimpulan 14
5.2 Saran 14
DAFTAR PUSTAKA 15
LAMPIRAN 16








BAB I
PENDAHULUAN

1. 1. Latar Belakang
Buah dan biji adalah bagian dari organ reproduksi tumbuhan tingkat
tinggi. Keberadaan buah hanya dapat dijumpai pada tumbuhan yang memiliki
fungsi dan tujuan yang sama yaitu untuk menjamin kehindupannya. Tumbuhan
berbiji terbagi menjadi dua kelas yakni angiospermae (tumbuhan berbiji
terbuka) dan gymnospermae (tumbuhan berbiji tertutup). Angiospermae terdiri
dari monokotiledon dan dikotiledon.
Struktur biji dikotil dan monokotil memiliki struktur biji yang
berbedadengan fungsinya masing-masing.Struktur biji erat kaitannya dengan
cadangan makanan karenaakumulasi cadangan makanan berhubungan dengan tempat
dimanacadangan tersebut akan disimpan. Derajat dan macam variasi komponen
dalam perkembangannya sama atau tidak semua tergantung denganbeberapa
struktur dasar yang berbeda untuk masing-masing tipe biji.Pengetahuan
tentang struktur biji akan memberikan pemahaman yang baik tentang perbedaan
struktur biji antara tanaman monokotil dan dikotil.Maka dari itu, diadakan
praktikum mengenai struktur biji.
Buah adalah suatu hasil dari proses akhir yang mulai dari penyerbukan
atau persarian. Pada hakikatnya buah hanya dibedakan kedalam 2 jenis, yang
pertama adalah buah semu dan yang kedua adalah buah sejati. Tak lepas dari
penamaan buah tersebut menjadi buah sejati dan buah semu dapat dilihat dari
struktur buah dan bagian-bagian buah yang ada pada buah. Untuk mengetahui
struktur dari buah dan biji itu maka dilakukan praktikum Tipe Perkecambahan
Hipogeal dan Epigeal.


1.2 Tujuan
Tujuan dari praktikum Tipe Perkecambahan Hipogeal dan Epigeal adalah
agar mahasiswa dapat mahasiswa mampu mengenal Tipe Perkecambahan Hipogeal
dan Epigeal.



BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Pengertian Buah dan Fungsi Buah
Buah adalah salah satu organ tumbuhan untuk pembiakan, mengandung biji
setelah pembuahan pistil (bunga betina) tumbuh jadi buah. Ovum tumbuh
menjadi biji, dinding ovarium jadi kulit buah. Pengertian buah dalam
lingkup pertanian (hortikultura) atau pangan adalah lebih luas daripada
pengertian buah di atas. Karena buah dalam pengertian ini tidak terbatas
yang terbentuk dari bakal buah, melainkan dapat pula berasal dari
perkembangan organ yang lain. Karena itu, untuk membedakannya, buah yang
sesuai menurut pengertian botani biasa disebut buah sejati (Campbell,
2003).
Buah adalah organ pada tumbuhan berbunga yang merupakan perkembangan
lanjutan dari bakal buah (ovarium). Buah biasanya membungkus dan melindungi
biji. Aneka rupa dan bentuk buah tidak terlepas kaitannya dengan fungsi
utama buah, yakni sebagai pemencar biji tumbuhan (Campbell, 2003).
1. Melindungi biji atau benih, Buah berfungsi sebagai penghalang fisik
antara biji atau benih dan lingkungan eksternal selama perkembangan
benih. Buah berkembang (ovarium) mempromosikan bakal biji atau
pengembangan benih dengan mencegah desikasi dan memastikan lingkungan
yang lembab untuk embrio.
2. Membantu dalam penyebaran biji-bijian matang, Misalnya, buah kelapa
mengapung dalam air dan dengan demikian diangkut ke tempat yang jauh;
beberapa buah-buahan merupakan bagian dari diet atau makanan hewan
tertentu seperti musang (Paradoxurus hermaphroditus) yang memakan
buah kopi matang dan kemudian dikeluarkan benih masih utuh dalam
bentuk fases


2.2. Pengertian Biji
Biji merupakan suatu struktur kompleks, yang terdiri dari embrio atau
lembaga, kulit biji dan persediaan makanan cadangan. Dalam biji banyak
tumbuhan, makanan disimpan di dalam lembaga biji itu sendiri, pada tumbuhan
lain, makanan disimpan dalam jaringan di sekililingnya. Cerita lengkap
mengenai biji harus menerangkan perubahan-perubahan yang terjadi dalam
stamen dan pistil, proses penyerbukan, perkembangan embrio, pembentukan
kulit biji dan perkembangan penyediaan cadangan makanan yang digunakan oleh
tumbuhan muda ketika biji berkecambah (Yuniarsih, 1996).
Biji dibentuk dengan adanya perkembangan bakal biji. Pada saat
pembuahan, tabung sari sari memasuki kantung embrio melalui mikropil dan
menempatkan dua buah inti gamet jantan padanya. Satu diantaranya bersatu
dengan inti sel telur dan yang lain bersatu dengan dua inti polar atau
hasilnya penyatuan, yaitu inti sekunder. Penyatuan gamet jantan dengan sel
telur menghasilkan zigot yang tumbuh menjadi embrio. Penyatuan gamet jantan
yang lain dengan kedua inti polar menghasilkan inti sel endosperm pertama
yang akan membelah-belah menghasilkan jaringan endosperm. Proses yang
melibatkan kedua macam pembuahan (penyatuan) tersebut dinamakan pembuahan
ganda (Kamil, 1982).

2.3 Penggolongan Buah
Buah pada tumbuhan umumnya dapat dibedakan dalam empat golongan yaitu:
1. Buah Tunggal (Sejati)
Buah tunggal (sejati) adalah buah yang terbentuk dari satu bunga
dengan satu bakal buah, yang berisi satu biji atau lebih.
a. Buah kering
Buah tunggal, atau tepatnya buah sejati tunggal, lebih jauh lagi dapat
dibedakan atas bentuk-bentuk buah kering (siccus), yakni yang bagian
luarnya keras dan mengayu atau seperti kulit yang kering; dan buah
berdaging (carnosus), yang dinding buahnya tebal berdaging.
Buah kering selanjutnya dibedakan atas buah yang tidak memecah
(indehiscens) dan yang memecah (dehiscens). Buah indehiscens berisi satu
biji, sehingga untuk memencarkan bijinya buah ini tidak perlu memecah. Yang
termasuk ke dalam kelompok ini adalah buah tipe padi, tipe kurung, dan tipe
keras.
b. Buah padi (caryopsis)
Buah padi (caryopsis, atau bulir) memiliki dinding buah yang tipis, dan
berlekatan menyatu dengan kulit biji. Kulit biji ini kadang-kadang
berlekatan pula dengan biji. Buah terbungkus oleh sekam. Buah suku padi-
padian (Poaceae) dan teki-tekian (Cyperaceae) termasuk ke dalam kelompok
ini.
Bulir atau buah padi adalah buah sekaligus biji. Bagian buah terletak
di sebelah luar, terdiri dari lemma, palea, dan skutelum (scutellum).
Bagian biji terdiri dari lapisan aleuron(hanya setebal satu lapis sel),
endospermia (tempat penyimpanan cadangan makanan), danembrio.
c. Buah kurung (achenium)
Buah kurung (achenium) memiliki dinding buah yang tipis, berdempetan
namun tidak berlekatan dengan kulit biji. Contohnya adalah buah ('biji')
bunga pukul empat (Mirabilis). Buah kurung majemuk contohnya adalah (buah)
bunga matahari.
d. Buah keras (nux)
Buah keras atau geluk (nux) terbentuk dari dua helai daun buah (carpel)
atau lebih; bakal biji lebih dari satu, namun biasanya hanya satu yang
menjadi biji sempurna. Dinding buah keras, kadangkala mengayu, tidak
berlekatan dengan kulit biji. Contohnya adalah buah sarangan (Castanopsis).
Beberapa jenis buah keras, kulitnya mengalami pelebaran sehingga
membentuk semacam sayap yang berguna untuk menerbangkan buah ini—jika
masak—menjauh dari pohon induknya. Buah bersayap (samara) semacam ini
contohnya adalah buah meranti(Shorea) dan kerabatnya dari suku
Dipterocarpaceae.
Buah kering yang memecah (dehiscens) umumnya berisi lebih dari satu
biji, sehingga memecahnya buah nampaknya terkait dengan upaya untuk
memencarkan biji, agar tidak terkumpul di suatu tempat. Misalnya adalah:
e. Buah berbelah (schizocarpium)
Buah berbelah (schizocarpium) memiliki dua ruang atau lebih, masing-
masing dengan sebutir biji di dalamnya. Jika memecah, ruang-ruang itu
terpisah namun bijinya masih terbawa di dalam ruang. Sehingga masing-masing
ruang seolah buah kurung yang tersendiri. Contohnya adalah kemangi
(Ocimum), beberapa jenis anggota Malvaceae, dan lain-lain.
2. Buah Ganda
Buah berganda adalah buah yang terbentuk dari satu kuntum bunga yang
memiliki banyak bakal buah. Tiap-tiap bakal buah itu tumbuh menjadi buah
yang tersendiri, lepas-lepas, namun akhirnya menjadi kumpulan buah yang
nampak seperti satu buah. Sesuai dengan bentuk-bentuk buah penyusunnya,
maka dikenal beberapa macam buah berganda. Misalnya:
buah kurung berganda, misalnya pada buah mawar (Rosa).
buah bumbung berganda, misalnya pada cempaka (Michelia).
buah buni berganda, misalnya pada sirsak (Annona).
buah batu berganda, misalnya pada murbei (Morus).
3. Buah Majemuk
Buah majemuk adalah buah hasil perkembangan bunga majemuk. Dengan
demikian buah ini berasal dari banyak bunga (dan banyak bakal buah), yang
tumbuh sedemikian sehingga pada akhirnya seakan-akan menjadi satu buah
saja. Dikenal pula beberapa macam buah majemuk, di antaranya:
Buah padi majemuk, misalnya jagung (Zea). Tongkol jagung sebetulnya
berisi deretan buah-buah jagung, bukan biji jagung.
Buah kurung majemuk, misalnya buah bunga matahari (Helianthus).
Buah buni majemuk, misalnya buah nanas (Ananas).
Buah batu majemuk, misalnya buah pandan (Pandanus), pace (Morinda).
a. Buah Basah
Buah basah adalah buah yang sebagian atau seluruh pericarp atau
mesocarp masih tetap basah sampai buah masak. Buah masak dapat dibedakan
atas dua golongan, yaitu:
i. Berry
Berry ialah buah basah di mana seluruh pericarp tetap basah sewaktu
masak (mature). Berry ini berasal dari superior ovary. Pericarp pada berry
ini merupakan lapisan lunak dan berair (juicy) dan dapat dimakan (edible),
umpamanya pada true berry (berry sebenarnya). Contoh berry yaitu : tomat,
kurma, anggur, alpukat, terung, lada merah, persimon. Terdapat dua tipe
khusus pada berry, yaitu:
a. Pepo, yaitu berry dengan kulit buah terluar (exocarp) yang keras.
Termasuk pepo adalah semangka, mentimun, labu dan cantelope.
b. Hespiridium, yaitu berry dengan kulit buah seperti kulit, seperti
jeruk.
ii. Drupe
Drupe ialah buah basah di mana exocarp, mesocarp dan endocarpnya dapat
dibedakan dengan jelas. Exocarpnya biasanya lebih tipis, mesocarp lebih
tebal, dan basah atau berserabut. Endocarp umumnya sangat keras atau
membatu, biasanya membungkus satu biji. Contohnya plum, olive, apricot,
kelapa, dan palm.
4. Buah Semu
Buah semu atau buah tertutup adalah, yaitu jika buah itu terbentuk dari
bakal buah beserta bagian-bagian lain pada bunga itu yang malahan menjadi
bagian utama buah ini (lebih besar, lebih menarik perhatian dan seringkali
merupakan bagian buah yang bermanfaat dapat dimakan) sedang buah yang
sesungguhnya kadang-kadang tersembunyi.
Buah semu dapat dibedakan atas :
a. Buah semu tunggal, yaitu buah terjadi dari satu bunga dengan satu bakal
buah. Pada buah ini selain bakal buah ada bagian lain bunga yang ikut
membentuk buah, misalnya : tangkai bunga, pada buah jambu monyet dan
kelopak bunga pada buah ciplukan.
b. Buah semu ganda, jika pada satu bunga terdapat lebih dari satu bakal
buah yang bebas satu sama lain, dan kemudian masing-masing dapat tumbuh
menjadi buah, tetapi disamping itu ada bagian lain pada bunga itu yang
ikut tumbuh, dan merupakan bagian buah yang mencolok (dan seringkali
yang berguna), misalnya pada buah arbe (Fragraria vesca L.)
c. Buah semu majemuk, ialah buah semu yang terjadi dari bunga majemuk,
tetapi seluruhnya dari luar tampak seperti satu buah saja, misalnya
buah nangka (Artocarpus integra Merr.), dan keluwih (Artocarpus communis
Forst.), yang terjadi dari ibu tangkai bunga yang tebal dan berdaging,
beserta daun-daun tenda bunga yang pada ujungnya berlekatan satu sama
lain, hingga merupakan kulit buah semu ini (Tjitrosoepomo, 1985)

2.4 Struktur Biji
Menurut Sutopo (2002) bagian-bagian dasar biji terdiri dari :
a. Embrio
Embrio adalah suatu tanaman baru yang terjadi dari bersatunya gamet-
gamet jantan dan betina pada suatu proses pembuahan. Embrio yang
berkembangnya sempurna terdiri dari struktur-struktur sebagai berikut :
epikotil (calon pucuk), hipokotil (calon batang), kotiledon (calon daun)
dan radikula (calon akar). Tanaman di dalam kelas Angiospermae
diklasifikasikan oleh banyaknya jumlah kotiledon. Tanaman monokotiledon
mempunyai satu kotiledon misalnya : rerumputan dan bawang. Tanaman
dikotiledon mempunyai dua kotiledon misalnya kacang-kacangan sedangakan
pada kelas Gymnospermae pada umumnya mempunyai lebih dari 2 kotiledon
misalnya pinus, yang mempunyai sampai sebanyak 15 kotiledon. Pada
rerumputan (grasses) kotiledon yang seperti ini disebut scutellum, kuncup
embrioniknya disebut plumulle yang ditutupi oleh upih pelindung yang
disebut koleoptil, sedangkan pada bagian bawah terdapat akar embrionik yang
disebut radicule yang ditutupi oleh upih pelindung yang disebut coleorhiza.
b. Jaringan penyimpan cadangan makanan
Pada biji ada beberapa struktur yang dapat berfungsi sebagai jaringan
penyimpan cadangan makanan, yaitu : Kotoledon, misalnya pada kacang-
kacangan, semangka dan labu. Endosperm, misal pada jagung, gandum, dan
golongan serelia lainnya. Pada kelapa bagian dalamnya yang berwarna putih
dan dapat dimakan merupakan endospermnya. Perisperm, misal pada famili
Chenopodiaceae dan Caryophyllaceae, Gametophytic betina yang haploid misal
pada kelas Gymnospermae yaitu pinus. Cadangan makanan yang tersimpan dalam
biji umumnya terdiri dari karbohidrat, lemak, protein dan mineral.
Komposisi dan presentasenya berbeda-beda tergantung pada jenis biji, misal
biji bunga matahari kaya akan lemak, biji kacang-kacangan kaya akan
protein, biji padi mengandung banyak karbohidrat.



c. Pelindung biji
Pelindung biji dapat terdiri dari kulit biji, sisa-sisa nucleus dan
endosperm dan kadang-kadang bagian buah. Tetapi umumnya kulit biji (testa)
berasal dari integument ovule yang mengalami modifikasi selama proses
pembentukan biji berlangsung. Biasanya kulit luar biji keras dan kuat
berwarna kecokelatan sedangkan bagian dalamnya tipis dan berselaput. Kulit
biji berfungsi untuk melindungi biji dari kekeringan, kerusakan mekanis
atau serangan cendawan, bakteri dan insekta.Dalam hal penggunaan cadangan
makanan terdapat beberapa perbedaan diantara sub kelas monokotiledon dan
dikotiledon dimana pada : Sub kelas monokotiledon : cadangan makanan dalam
endosperm baru akan dicerna setelah biji masak dan dikecambhakan serta
telah menyerap air. Contoh jagung, padi, gandum. Sub kelas dikotiledon :
cadangan makanan yang terdapat dalam kotileodon atau perisperm sudah mulai
dicerna dan diserap oleh embrio sebelum biji masak. Contoh kacang-kacangan,
bunga matahari dan labu.


















BAB III
METODOLOGI PENILITIAN

1. Waktu dan Tempat
Praktikum dilakukan hari Kamis, 10 Maret 2016 pukul 07:30 s/d 09:00
WIB, bertempat di Laboratorium Bioteknologi Fakultas Pertanian Universitas
Sultan Ageng Tirtayasa.


2. Alat dan Bahan
Alat yang digunakan pada praktikum kali ini adalah cawan petri, botol
semprot, pinset, dan tempat perkecambahan. Sedangkan bahan yang digunakan
adalah label, biji kacang hijau, biji jagung hibrida, kapas, dan aquades

3. Cara Kerja
Cara kerja dalam pengamatan kali ini adalah :
1. Disiapkan alat dan bahan yang akan digunakan dalam praktikum
2. Kapas diletakkan di dalam cawan petri secara merata, kemudian diberi
akuades secukupnya menggunakan botol semprot
3. Biji jagung hibrida yang sudah direndam dalam air ditaruh di atas
kapas yang sudah ditaruh dalam cawan petri.
4. Diberi nama menggunakan label, kemudian cawan petri ditaruh di
tempat perkecambahan.
5. Langkah kerja tersebut diulangi pada biji kacang hijau






BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil


























4.2 Pembahasan
Dari praktikum Tipe Perkecambahan Hipogeal dan Epigeal yang telah kami
lakukan, bahan yang telah dibawa untuk diamati strukturnya adalah Tomat
(Solanum lycopersicum L.), Mentimun (Cucumis sativus L.), Belimbing
(Averrhoa carambola), Jagung ( Zea mays) dan Kacang tanah(Arachis
hypogaea).
Buah mentimun(Cucumis sativus L.), berwarna hijau ketika muda dengan
garis-garis putih kekuningan. Semakin buah masak warna luar buah berubah
menjadi hijau pucat sampai putih. Bentuk buah memanjang seperti torpedo.
Daging buahnya perkembangan dari bagian mesokarp, berwarna kuning pucat
sampai jingga terang. Mentimun memiliki bentuk buah mentimun (pepo) serupa
dengan buah buni, namun dengan dinding luar yang lebih tebal dan kuat. Pada
buah yang masak, di tengahnya sering terdapat ruangan dan daging buahnya
bersatu dengan banyak biji di dalam ruangan tersebut. Bagian-bagian
morfologi buah mentimun adalah eksokarp, mesokarp, endokarp, plasenta, dan
biji.
Buah tomat(Solanum lycopersicum L.) memilki bentuk bervariasi, mulai
bulat lonjong, bulat halus, bulat beralur, bulat dengan bentuk datar pada
ujung atau pangkalnya, hingga bentuk yang tidak teratur. Bentuk dan ukuran
tersebut tergantung varietas. Waktu masih muda buahnya berwarna hijau muda
sampai hijau tua, berbulu, dan memiliki rasa asam, getir, dan berbau tidak
enak karna mengandung lycopersicin. Namun demikian, setelah tua buahnya
menjadi sedikit kuning, merah cerah atau gelap, merah kekuningan, kining
atau merah kehitaman, dan rasanyapun menjadi enak, karna semakin matang
kandungan licopersicinya semakin menghilang. Bagian dalam buah memilki
ruang yang dipenuhi biji. Jumlah ruang bervariasi, mulai dari dua ruang,
seperti varietas pyriforme, hingga lebih dari dua ruang. Idealnya, buah
memilki tiga ruang. Dengan kondisi ini, buah akan lebih tahan (tidak mudah
gepeng), meski ditempatkan pada posisi yang tidak baik ketika penanganan
pascapanen. Ukuran buah juga bervariasi, tergantung pada varietas. Bagian-
bagian morfologi buah tomat adalah eksokarp, mesokarp, endokarp, central
column, plasenta, dan biji.




Buah Belimbing(Averrhoa carambola) termasuk buah buni/bacca memanjang
dengan 5 rusuk tajam. Berbuah setelah 2-5 tahun. Buah buni memiliki 2
lapisan yaitu lapisan luar yang tipis, kuat, dan agak menjangat, serta
lapisan dalam yang tebal, lunak, dan berair. Tergolong buah sejati tunggal
berdaging. Warna: muda hijau, tua kuning, dengan ukuran: 4-13 cm. Bagian-
bagian morfologi buah belimbing adalah eksokarp, mesokarp, endokarp,
central column, plasenta, dan biji.
Kacang Tanah (Arachis hypogaea) termasuk kedalam tipe buah sederhana
(Simple fruits) dimana buah yang terdiri dari satu ovary dalam satu pistil.
Buah tipe ini mungkin mempunyai biji satu atau lebih, ovary superior atau
inferior. Kebanyakan angiosperm mempunyai buah sederhana. Kacang tanah
termasuk juga ke dalam kategori buah kering yaitu buah yang seluruh kulit
buah (pericarp) menjadi kering dan sering menjadi keras sewaktu masak.
Dalam kategori buah kering (dry fruits) ini, kacang tanah terdapat
pada buah merekah (indehiscent fruit). Pada buah ini terjadi perekahan
sepanjang garis perekahan pada polong (seed pod) sewaktu buah menjadi
masak. Polong ini biasanya berisi biji lebih dari satu. Kacang tanah ini
temasuk buah merekah pada golongan legume yaitu buah yang terdiri atas satu
carpel, satu dinding ovary, dan berasal dari pistil sederhana. See poods
legume ini merekah sepanjang dua sisi, sewaktu masak.
Jagung (Zea mays) termasuk kedalam tipe buah sederhana (Simple fruits)
dimana buah yang terdiri dari satu ovary dalam satu pistil. Buah tipe ini
mungkin mempunyai biji satu atau lebih, ovary superior atau inferior.
Kebanyakan angiosperm mempunyai buah sederhana. Jagung termasuk juga ke
dalam kategori buah kering yaitu buah yang seluruh kulit buah (pericarp)
menjadi kering dan sering menjadi keras sewaktu masak.
Dalam kategori buah kering (dry fruits) ini, jagung terdapat pada buah
tidak merekah (indehiscent fruit). Pada buah ini terjadi perekahan
sepanjang sisinya sewaktu masak, biasanya berisikan satu atau beberapa
biji. Jagung ini temasuk buah tidak merekah pada golongan Caryopses atau
grain yaitu buah berbiji satu (sama dengan achene), tetapi kulit biji
(seedcoat) bergabung menjadi satu dengan pericarp (mature ovary wall).
BAB V
PENUTUP

5.1 Simpulan
Buah merupakan hasil penyerbukan pada bunga yang telah terjadi dan
kemudian diikuti pula oleh pembuahan, maka bakal buah akan tumbuh menjadi
buah. Pada pembentukan buah ada kalanya bagian bunga selain buah ikut
tumbuh dan merupakan sutau bagian bunga. Buah biasanya melindungi bagian
biji. Menurut literature Kimball, 1999 perikarp (pericarpium) adalah
dinding buah, yang berasal dari perkembangan dinding bakal buah pada bunga.
Perikarp ini sering berkembang lebih jauh, sehingga dapat dibedakan atas
dua lapisan atau lebih. Yang di bagian luar disebut dinding luar, eksokarp
(exocarpium), atau epikarp (epicarpium), yang di dalam disebut dinding
dalam atau endokarp (endocarpium), serta lapisan tengah (bisa beberapa
lapis) yang disebut dinding tengah atau mesokrap (mesocaprium). Biji
merupakan suatu struktur kompleks, yang terdiri dari embrio atau lembaga,
kulit biji dan persediaan makanan cadangan. Dalam biji banyak tumbuhan,
makanan disimpan di dalam lembaga biji itu sendiri, pada tumbuhan lain,
makanan disimpan dalam jaringan di sekililingnya. Menurut Sutopo (2002)
bagian-bagian dasar biji terdiri dari embrio, jaringan penyimpan cadangan
makanan, dan pelindung biji.

5.2 Saran
Saran yang dapat diberikan pada praktikum ini adalah agar praktikan
terlebih dahulu mempelajari tentang praktikum yang akan dilakukan, sehingga
para praktikan tidak bingung mengenai praktikum yang sedang dilakukan.







DAFTAR PUSTAKA

Campbell, dkk. 2003. Biologi. Jakarta Erlangga.
Djiwoseputro. 1980 .Pengantar Fisiologi Tumbuhan. Gramedia: Jakarta.
Frank B Salisbury dan Cleon W Ross. 1991. Fisiologi Tumbuhan jilid 3.
Institut Tehknologi Bandung : Bandung
Heddy S, 1987. Biologi pertanian. Rajawali Press: Jakarta.
Kamil, Jurnalis. 1982. Teknologi Benih 1. Penerbit Angkasa. Bandung.
Kimball J.W. 1988. Biologi. Gramedia Press: Jakarta.
Sutopo, Lita. 2002. Teknologi Benih. Rajawali Press; Jakarta
Sutopo, 2009,Lita Teknologi Benih. Rajawali Press; Jakarta
Tjitrasam, 1983. Botani Umum I. Angkasa: Bandung.
Tjitrosoepomo, G. 2003. Morfologi Tumbuhan Edisi ke-14. Gajah Mada
University Press : Yogyakarta
Tjitrosoepomo, Gembong. 2001. Morfologi Tumbuhan. Cet. 13. Gadjah Mada
University Press : Yogyakarta.
Yuniarsih, 1996. KEDELAI . Kanisius: Yogyakarta.
Aminah, N.S. dan Supraptini. 2003. Jamur pada buah-buahan, sayuran, kaki
lalat dan ling-kungan di pasar tradisional dan swalayan. Jurnal Ekologi
Kesehatan 2(3): 299 305
Miskiyah, Christina Winarti, dan Wisnu Broto. 2010. Kontaminasi Mikotoksin
Pada Buah Segar dan Produk Olahannya Serta Penanggulangannya. Litbang
Pertanian, 29 (3).
Lihat lebih banyak...

Komentar

Hak Cipta © 2017 CARIDOKUMEN Inc.