Makalah HIV

November 8, 2017 | Author: Fitria Astuti | Category: HIV
Share Embed


Deskripsi Singkat

Tugas Individu Tentang HIV
Mata Kuliah "Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus"





Disusun Oleh :


Nama : Fitria Puji Astuti
Nim : 0602512021
Prodi : PAUD 2012




Fakultas Psikologi dan Pendidikan
Universitas Al Azhar Indonesia
Pendahuluan
HIV-AIDS, adalah virus dan penyakit yang mematikan dalam tubuh manusia, dimana saat ini belum ada obat yang dapat menyembuhkan. Setiap orang bisa saja terjangkit oleh penyakit HIV-AIDS tanpa terkecuali, anak-anak, remaja, dewasa, orang tua bahkan lanjut usia, apakah homoseksual, heteroseksual dan lesbian. Setiap orang yang terjangkit penyakit HIV-AIDS akan mengalami berbagai permasalahan besar, karena mempunyai dampak luas baik masalah medis, sosial maupun psikologis. Dampaknya bukan hanya kepada yang bersangkutan tetapi juga dengan keluarga, orang-orang terdekat dan seluruh masyarakat.
Permasalahan yang paling mendasar adalah pemahaman orang terhadap penyakit HIV-AIDS sangat kurang, keadaannya sangat tertutup karena perlakuan orang terhadap penderita HIV-AIDS atau lajim disebut ODHA masih sangat tidak manusiawi. Mereka mendapatkan isolasi sosial, kehilangan pekerjaan, menjadi korban diskriminasi, korban kekerasan dikeluarga dan dikucilkan oleh masyarakat sekitarnya. Mereka sering menjadi sasaran pelecehan dan penghinan masyarakat.
Peringatan Hari HIV-AIDS 2011 merupakan langkah nyata bagi seluruh masyarakat dunia untuk menembus batas eksistensi orang-orang yang terjangkit HIV-AIDS. Sesuai dengan tema HAS 2011 "UNIVERSAL ACCESS AND HUMAN RIGHT" semoga benar benar dapat diwujudkan. Lembaga-lembaga Internasional, Organisasi Organisasi Sosial pemerintah yang bergerak dibidang penanganan HIV-AIDS, dapat mengejawantahkan dalam kegiatan nyata. Memberikan contoh bagaimana perlakuan yang seharusnya terhadap mereka, agar mereka dapat akses terhadap berbagai kegiatan. Jangan mengucilkan mereka, perlakukan mereka dengan baik. Jangan separti pepatah yang sering di ucapkan "Sudah jatuh ditimpa tangga pula". Mereka sudah menderita secara fisik berkepanjangan dalam waktu yang tidak terbatas, ditambah lagi dengan sangsi sosial.
HIV-AIDS merupakan suatu permasalahan yang sangat menarik, merupakan penyakit yang aneh dan mematikan. Para ahli berupaya menemukan obat dan sampai saat ini belum ada obat yang dapat menyembuhkan. "HIV has not been cured, but the hope is offered that is becaming amanageable (albeit comlex) chronic disease" (Linsk & Keigher, 1997 dalam buku Brenda DuBois, p.327) Pendapat lain mengatakan "Penemuan obat-obatan hanya membantu penderita HIV-AIDS untuk meningkatkan kualitas hidupnya, namun bukan untuk menyembuhkan" (UEM 2011).
Sesuai data yang di keluarkan oleh Komisi Penaggulangan AIDS Nasional (KPAN) dalam Strategi dan Rencana Aksi/SRAN Penanggulangan HIV-AIDS 2010 -2014, per Juni 2011 data prevalensi HIV 66.693 kasus dan AIDS sebesar 26.483 kasus. Jika dilihat dari kelompok umur kasus AIDS terjadi pada kelompok umur 20-29 tahun sebesar 46,4 %, kelompok umur 30-39 tahun 31,5 %, dan kelompok umur 40-49 tahun 9.8 %. (Bahan dialog Interaktif Kemensos, HAS 2011). Kondisi ini tentu sangat memprihatinkan khususnya kelompok usia 20-29 tahun sebagai penerus perjuangan bangsa dimasa mendatang.
Saat ini di seluruh dunia lebih dari 33 juta orang setiap harinya dihantui oleh virus dan penyakit yang mematikan HIV-AIDS (UEM, 2011) Nearly 25 million people have died from AIDS since the beginning of the epidemic ( Brenda DuBuis. p.327) Sementara data yang dapat dipublikasikan seperti gunung es, dimana yang tampil kepermukaan dan dapat diamati atau di data, hanya sebahagian kecil.
Permasalahan yang sangat mendasar saat ini adalah pertama: dari sisi masyarakat atau orang orang diluar (yang tidak terjangkit HIV-AIDS), adalah masih kurang pemahaman tentang HIV-AIDS dan penyebarannya. Sebahagian masyarakat mempunyai stigma atau pendapat negatif terhadap orang orang yang terjangkit HIV-AIDS, bahkan ada yang "phobi" sehingga tidak mau menerima keberadaan mereka disekitarnya. Anggota masyarakat khawatir kalau orang-orang yang terjangkit HIV-AIDS berada dilingkungan mereka, sewaktu-waktu dapat menularkan penyakitnya kepada orang lain. Kedua: dari sisi orang orang yang terjangkit HIV-AIDS, banyak permasalahan yang dialami, al masalah sosial (diskriminasi dan isolasi), psikologis, masalah pengobatan dan masalah ekonomi. Akibatnya mereka yang terjangkit HIV-AIDS "takut mengungkapkan keadaan yang sesungguhnya". Ada perasaan khawatir atau takut apabila diungkapkan akan di isolasi, di diskriminasi, mengalami berbagai kesulitan dan merasa malu terhadap orang lain.
Beberapa pendapat yang perlu dibenahi dalam masyarakat yakni "orang- orang yang terjangkit HIV-AIDS dianggap al: aib karena mereka hidup dengan tidak benar, melanggar norma-norma masyarakat, melakukan hubungan seks dengan orang yang bukan pasangan hidupnya, pengguna obat jarum suntik dan merupakan hukuman Tuhan". Pendapat tersebut tidak sepenuhnya benar karena HIV-AIDS dapat terjangkit bagi siapa saja tanpa terkecuali, anak anak, remaja, orang tua bahkan lanjut usia, homoseksual, heteroseksual dan lesbian. Dapat juga terjangkit bagi mereka yang hudupnya tertib, tetapi pasangannya hidup bebas/berganti ganti parsangan.


















Karakteristik dan Dampak HIV
Gejala HIV adalah :
Demam tinggi berkepanjangan
Penderita akan mengalami napas pendek, batuk, nyeri dada dan demam
Hilangnya nafsu makan, mua dan muntah
Mengalami diare yang kronis
Penderita akan kehilangan berat badan tubuh hingga 10% di bawah normal.
Batuk berekepanjangan
Infeksi jamur pada mulut dan kerongkongan
Pembengkakan kelenjar getah bening diseluruh tubuh (dibawah telinga, leher, ketiak, dan lipatan paha)
Kurang ingatan
Sakit kepala
Sakit kepala
Suklit berkonsentrasi
Respon anggota gerak melambat
Sering nyeri dan kesemutan pada telapak tangan dan kaki
Mengalami tensi darah rendah
Reflek tendon yang kurang
Terjadi serangan virus cacar air dan cacar api
Infeksi jaringan kulit rambut
Kulit kering dengan bercak-bercak

Dampak nya adalah :
Dampak HIV-AIDS bukan hanya kepada yang bersangkutan tetapi juga terhadap keluarga, sanak saudara, teman-teman maupun masyarakat sekitarnya. Beberapa dampak yang besar pengaruhnya al., terhadap fungsi fisik, emosi, keuangan dan hubungan sosial yang bersangkutan sbb:
Terhadap fungsi fisik.
Fungsi fisik makin lama makin lemah karena kesehatan semakin lama semakin menurun dan akhirnya tidak berdaya. Manifestasi fisik akibat HIV-AIDS tidak sama bagi setiap orang. Gejala HIV-AIDS berjenjang dan mempunyai akibat yang berbeda bagi setiap orang, dalam penampilan, perasaan dan kemampuan melaksanakan tugas. Kebanyakan tanda-tanda awal infeksi HIV tidak kelihatan, namun setelah sekitar 18 bulan sampai 24 bulan, tidak dapat dihindari akan kelihatan gejala-gejalanya apabila tidak ditangani secara tepat misalnya luka-luka di kulit, karposis sarkoma, berat badan menurun. Seseorang yang terjangkit HIV secara sistimatis merusak sistim kekebalan tubuh, semakin sering sakit, lebih lama untuk sembuh kembali. Gejala terkena HIV bukan hanya penampilan tetapi perasaan sangat sakit, susah bernafas, sakit kepala sangat parah, filek tak berkesudahan, semakin hari semakin lemah, dapat mengakibatkan kebutaan dan akhirnya seluruhnya tergantung pada orang lain.
Terhadap emosi..
Dampak emosional yang dialami oleh orang-orang yang terinfeksi HIV dan AIDS beraneka ragam adalah :
Kehawatir. Kehawatiran yang paling menonjol yang dialami oleh orang-orang yang terjangkit HIV-AIDS terutama penurunan kekuatan fisik dan akhirnya tidak dapat berdaya sama sekali. Rasa sakit yang tidak dapat diungkapkan, serta perasaan belum siap untuk mati. Kehawatiran karena ketidakpastian tentang penyakit, bagaimana dan kapan berakhirnya penyakit tersebut..
Merasa Takut . Bertitiktolak dari kenyataan yang terjadi bagi orang orang yang terjangkit HIV-AIDS, bahwa banyak dari mereka yang diterlantarkan dan ditolak oleh keluarga maupun masyarakat. Sementara manusia adalah mahluk sosial yang tidak dapat hidup tanpa bantuan orang lain. Dora Peyser mengatakan " From the cradle to the grave" membutuhkan orang lain. Bahkan sesungguhnya "From womb to tomb" dari dalam kandungan sampai keliang kubur, kita memerlukan bantuan orang lain. Sebahagian orang yang terjangkit HIV-AIDS merasa ketakutan untuk ditinggalkan karena tidak dapat merawat diri sendiri. Mereka "lonely"/ kesepian. Mereka menjadi beban baik secara material maupun sosial, sementara kemampuan keluarga terbatas akhirnya sanak saudara, keluarga, teman-teman akan meninggalkan mereka.
Depresi. Orang yang terjangkit HIIV-AIDS akan kehilangan kemampuan fisik, kehilangan teman apakah karena mereka mengabaikan atau karena meninggal dunia, hilang kepercayaan diri, hilang pekerjaan dan hilangnya kehidupan. Merasa tidak berdaya akhirnya depresi..
Terhadap Keuangan. Orang-orang yang terjangkit HIV-AIDS, mau tidak mau akan mengalami perobahan keuangan akibat penyakitnya. Dana yang diperlukan untuk keperluan pengobatan dan perawatan semakin lama semakin besar, sementara penghasilan menetap atau bahkan mungkin semakin menurun. Kemungkinan besar akhirnya akan mengalami kesulitan untuk memperoleh dana. Perobahan ini dapat karena kehilangan mata pencaharian atau habisnya tabungan atau hilangnya sumber-sumber bantuan keluarga dll. Hal ini dapat terjadi bagi setiap orang karena penyakit HIV-AIDS datangnya tidak dapat diperkirakan dan belum ada penyembuhan.
Terhadap Hubungan Sosial. Dengan diketahuinya seseorang terjangkit HIV-AIDS maka dampaknya sangat luas dalam hubungan sosial: dengan keluarga, hubungan dengan teman-teman, relasi dan jaringan kerja akan berobah baik kuantitas maupun kualitas. Orang orang yang terjangkit HIV-AIDS secara alamiah hubungan sosialnya akan berobah. Dampak yang paling berat dirasakan oleh keluarga dan orang-orang dekat lainnya. Perobahan hubungan sosial dapat berpengaruh positif atau negatif pada setiap orang. Reaksi masing-masing orang berbeda, tergantung sampai sejauh mana perasaan dekat atau jauh, suka dan tidak suka seseorang terhadap yang bersangkutan.







Pelayanan Pendidikan
Orang yang terkena HIV tidak seharusnya dijauhi atau dikucilkan. Penyakit HIV tidak akan menular jika kita hanya berjabat tangan, ngobrol dengan orang tersebut. Mereka harusnya kita dukung dengan memberikan konseling supaya mereka dapat menerima kenyataan dengan apa yang dia dapatkan saat ini. Pelayanan kesehatan pun tidak kalah pentingnya untuk para penderita HIV karna mereka juga harus mengetahui perkembangan penyakit mereka. Dan yang paling terpenting adalah pelayanan pendidikan, karena walaupun mereka sedang mengidappenyakit yang serius mereka juga tetep mendapatkan pendidikan untuk menambah wawasan dan mengisi waktu luangnya.















Penelitian Terkain dengan HIV
"Vaksin Brasil untuk Atasi Virus HIV"
Sebuah langkah besar dalam penelitian AIDS: Para peneliti di Universitas Sao Paulo mengembangkan vaksin yang dirancang memperlambat wabah penyakit dan mengurangi risiko infeksi HIV.
"Kami sendiri terkejut dengan hasil positif itu, " kata Edecio Cunha Neto, yang bertanggung jawab untuk proyek penelitian HIV/AIDS di Universitas Sao Paulo. "Kami berpikir bahwa efek vaksinasi pada monyet lebih lemah dari tikus laboratorium, tapi malah sebaliknya." Ditambahkannya, hal yang efektif terjadi pada primata juga bisa dilakukan pada manusia, dan kesimpulannya menggembirakan.
Vaksin HIV "HIVBr18" adalah yang pertama sepenuhnya dikembangkan proyek penelitian Brasil ini. Konsepnya didasarkan pada upaya meningkatkan efek reseptor CD4 yang terletak pada permukaan sel-sel kekebalan tubuh manusia. Dalam infeksi HIV, jumlah sel kekebalan, yang dilindungi oleh protein glikoreseptor CD4 di bagian permukaan berkurang.
Blokade terhadap HIV
Para peneliti percaya bahwa vaksinasi bisa membantu untuk meningkatkan produksi reseptor CD4 pada semua pasien. "Vaksin ini dimaksudkan sebagai upaya pencegahan bagi orang-orang yang tidak terinfeksi," jelas peneliti Cunha Neto. "Jika dalam perjalanan hidupnya terinfeksi virus HIV, maka dampak dari infeksi akan diatasi dengan vaksinasi, dan transfer ke orang lain mungkin dapat diblokir."
Hasil penelitian Brasil sudah menjadi perhatian internasional. Koalisi Internasional untuk Pencegahan HIV di New York (AVAC), yang mengadvokasi pengembangan vaksin di seluruh dunia, memuji kemajuan yang dicapai di Brasil." Terutama di beberapa negara Afrika di mana penyakit ini meluas, vaksin akan menekan penyebaran HIV dalam tubuh. Vaksin yang sudah diuji di Brasil ini sangat membantu, kata Mitchell Warren, direktur AVAC.
Meningkatkan efisiensi
Menurut direktur AVAC Mitchell Warren, saat ini terdapat 30 vaksin HIV yang sedang diuji di seluruh dunia. Uji klinis terbesar diadakan pada tahun 2009 di Thailand. Meskipun hasilnya dianggap sukses, tetap tidak disetujui, karena tingkat efisiensinya hanya 31 persen. Penelitian terbaru dengan peningkatan efisiensi akan dilakukan pada tahun 2016 di Afrika Selatan.
Menurut organisasi PBB, UNAIDS, setiap harinya sekitar 6.000 orang terinfeksi virus HIV. Dari sekitar 34 juta orang yang terinfeksi HIV, hanya sekitar sepuluh juta pasien di seluruh dunia memiliki akses terhadap obat antiretroviral yang dapat memperpanjang usia hidup.
Para peneliti Brasil dari Universitas Sao Paulo berharap angka ini bisa menurun dengan menggunakan vaksin baru "HIVBr18". Selain itu, vaksin dapat dikombinasikan dengan antisipasi kekebalan tubuh lainnya.
Faktor biaya
Meskipun hasil penelitian cukup positif, uji klinis skala besar ini memakan anggaran sekitar 50 juta dolar AS dengan sedikitnya memanfaatkan 3.000 relawan. "Realisasi studi ini akan tergantung pada keputusan politik, bukan ilmiah," kata ilmuwan Cunha Neto.
Wayne Koff dari Inisiatif Internasional untuk Vaksin AIDS optimistis bahwa pencarian vaksin atas defisiensi imun yang mematikan ini akhirnya akan berhasil." Temuan baru akan membantu meningkatkan komposisi vaksin.






Daftar Pustaka

http://ismailboy23.wordpress.com/2013/10/27/makalah-hivaids/
http://penyakithivaids.com/
http://www.kemsos.go.id/modules.php?name=Content&pa=showpage&pid=104
http://www.dw.de/vaksin-brasil-untuk-atasi-virus-hiv/a-17449649












Deskripsi

Tugas Individu Tentang HIV
Mata Kuliah "Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus"





Disusun Oleh :


Nama : Fitria Puji Astuti
Nim : 0602512021
Prodi : PAUD 2012




Fakultas Psikologi dan Pendidikan
Universitas Al Azhar Indonesia
Pendahuluan
HIV-AIDS, adalah virus dan penyakit yang mematikan dalam tubuh manusia, dimana saat ini belum ada obat yang dapat menyembuhkan. Setiap orang bisa saja terjangkit oleh penyakit HIV-AIDS tanpa terkecuali, anak-anak, remaja, dewasa, orang tua bahkan lanjut usia, apakah homoseksual, heteroseksual dan lesbian. Setiap orang yang terjangkit penyakit HIV-AIDS akan mengalami berbagai permasalahan besar, karena mempunyai dampak luas baik masalah medis, sosial maupun psikologis. Dampaknya bukan hanya kepada yang bersangkutan tetapi juga dengan keluarga, orang-orang terdekat dan seluruh masyarakat.
Permasalahan yang paling mendasar adalah pemahaman orang terhadap penyakit HIV-AIDS sangat kurang, keadaannya sangat tertutup karena perlakuan orang terhadap penderita HIV-AIDS atau lajim disebut ODHA masih sangat tidak manusiawi. Mereka mendapatkan isolasi sosial, kehilangan pekerjaan, menjadi korban diskriminasi, korban kekerasan dikeluarga dan dikucilkan oleh masyarakat sekitarnya. Mereka sering menjadi sasaran pelecehan dan penghinan masyarakat.
Peringatan Hari HIV-AIDS 2011 merupakan langkah nyata bagi seluruh masyarakat dunia untuk menembus batas eksistensi orang-orang yang terjangkit HIV-AIDS. Sesuai dengan tema HAS 2011 "UNIVERSAL ACCESS AND HUMAN RIGHT" semoga benar benar dapat diwujudkan. Lembaga-lembaga Internasional, Organisasi Organisasi Sosial pemerintah yang bergerak dibidang penanganan HIV-AIDS, dapat mengejawantahkan dalam kegiatan nyata. Memberikan contoh bagaimana perlakuan yang seharusnya terhadap mereka, agar mereka dapat akses terhadap berbagai kegiatan. Jangan mengucilkan mereka, perlakukan mereka dengan baik. Jangan separti pepatah yang sering di ucapkan "Sudah jatuh ditimpa tangga pula". Mereka sudah menderita secara fisik berkepanjangan dalam waktu yang tidak terbatas, ditambah lagi dengan sangsi sosial.
HIV-AIDS merupakan suatu permasalahan yang sangat menarik, merupakan penyakit yang aneh dan mematikan. Para ahli berupaya menemukan obat dan sampai saat ini belum ada obat yang dapat menyembuhkan. "HIV has not been cured, but the hope is offered that is becaming amanageable (albeit comlex) chronic disease" (Linsk & Keigher, 1997 dalam buku Brenda DuBois, p.327) Pendapat lain mengatakan "Penemuan obat-obatan hanya membantu penderita HIV-AIDS untuk meningkatkan kualitas hidupnya, namun bukan untuk menyembuhkan" (UEM 2011).
Sesuai data yang di keluarkan oleh Komisi Penaggulangan AIDS Nasional (KPAN) dalam Strategi dan Rencana Aksi/SRAN Penanggulangan HIV-AIDS 2010 -2014, per Juni 2011 data prevalensi HIV 66.693 kasus dan AIDS sebesar 26.483 kasus. Jika dilihat dari kelompok umur kasus AIDS terjadi pada kelompok umur 20-29 tahun sebesar 46,4 %, kelompok umur 30-39 tahun 31,5 %, dan kelompok umur 40-49 tahun 9.8 %. (Bahan dialog Interaktif Kemensos, HAS 2011). Kondisi ini tentu sangat memprihatinkan khususnya kelompok usia 20-29 tahun sebagai penerus perjuangan bangsa dimasa mendatang.
Saat ini di seluruh dunia lebih dari 33 juta orang setiap harinya dihantui oleh virus dan penyakit yang mematikan HIV-AIDS (UEM, 2011) Nearly 25 million people have died from AIDS since the beginning of the epidemic ( Brenda DuBuis. p.327) Sementara data yang dapat dipublikasikan seperti gunung es, dimana yang tampil kepermukaan dan dapat diamati atau di data, hanya sebahagian kecil.
Permasalahan yang sangat mendasar saat ini adalah pertama: dari sisi masyarakat atau orang orang diluar (yang tidak terjangkit HIV-AIDS), adalah masih kurang pemahaman tentang HIV-AIDS dan penyebarannya. Sebahagian masyarakat mempunyai stigma atau pendapat negatif terhadap orang orang yang terjangkit HIV-AIDS, bahkan ada yang "phobi" sehingga tidak mau menerima keberadaan mereka disekitarnya. Anggota masyarakat khawatir kalau orang-orang yang terjangkit HIV-AIDS berada dilingkungan mereka, sewaktu-waktu dapat menularkan penyakitnya kepada orang lain. Kedua: dari sisi orang orang yang terjangkit HIV-AIDS, banyak permasalahan yang dialami, al masalah sosial (diskriminasi dan isolasi), psikologis, masalah pengobatan dan masalah ekonomi. Akibatnya mereka yang terjangkit HIV-AIDS "takut mengungkapkan keadaan yang sesungguhnya". Ada perasaan khawatir atau takut apabila diungkapkan akan di isolasi, di diskriminasi, mengalami berbagai kesulitan dan merasa malu terhadap orang lain.
Beberapa pendapat yang perlu dibenahi dalam masyarakat yakni "orang- orang yang terjangkit HIV-AIDS dianggap al: aib karena mereka hidup dengan tidak benar, melanggar norma-norma masyarakat, melakukan hubungan seks dengan orang yang bukan pasangan hidupnya, pengguna obat jarum suntik dan merupakan hukuman Tuhan". Pendapat tersebut tidak sepenuhnya benar karena HIV-AIDS dapat terjangkit bagi siapa saja tanpa terkecuali, anak anak, remaja, orang tua bahkan lanjut usia, homoseksual, heteroseksual dan lesbian. Dapat juga terjangkit bagi mereka yang hudupnya tertib, tetapi pasangannya hidup bebas/berganti ganti parsangan.


















Karakteristik dan Dampak HIV
Gejala HIV adalah :
Demam tinggi berkepanjangan
Penderita akan mengalami napas pendek, batuk, nyeri dada dan demam
Hilangnya nafsu makan, mua dan muntah
Mengalami diare yang kronis
Penderita akan kehilangan berat badan tubuh hingga 10% di bawah normal.
Batuk berekepanjangan
Infeksi jamur pada mulut dan kerongkongan
Pembengkakan kelenjar getah bening diseluruh tubuh (dibawah telinga, leher, ketiak, dan lipatan paha)
Kurang ingatan
Sakit kepala
Sakit kepala
Suklit berkonsentrasi
Respon anggota gerak melambat
Sering nyeri dan kesemutan pada telapak tangan dan kaki
Mengalami tensi darah rendah
Reflek tendon yang kurang
Terjadi serangan virus cacar air dan cacar api
Infeksi jaringan kulit rambut
Kulit kering dengan bercak-bercak

Dampak nya adalah :
Dampak HIV-AIDS bukan hanya kepada yang bersangkutan tetapi juga terhadap keluarga, sanak saudara, teman-teman maupun masyarakat sekitarnya. Beberapa dampak yang besar pengaruhnya al., terhadap fungsi fisik, emosi, keuangan dan hubungan sosial yang bersangkutan sbb:
Terhadap fungsi fisik.
Fungsi fisik makin lama makin lemah karena kesehatan semakin lama semakin menurun dan akhirnya tidak berdaya. Manifestasi fisik akibat HIV-AIDS tidak sama bagi setiap orang. Gejala HIV-AIDS berjenjang dan mempunyai akibat yang berbeda bagi setiap orang, dalam penampilan, perasaan dan kemampuan melaksanakan tugas. Kebanyakan tanda-tanda awal infeksi HIV tidak kelihatan, namun setelah sekitar 18 bulan sampai 24 bulan, tidak dapat dihindari akan kelihatan gejala-gejalanya apabila tidak ditangani secara tepat misalnya luka-luka di kulit, karposis sarkoma, berat badan menurun. Seseorang yang terjangkit HIV secara sistimatis merusak sistim kekebalan tubuh, semakin sering sakit, lebih lama untuk sembuh kembali. Gejala terkena HIV bukan hanya penampilan tetapi perasaan sangat sakit, susah bernafas, sakit kepala sangat parah, filek tak berkesudahan, semakin hari semakin lemah, dapat mengakibatkan kebutaan dan akhirnya seluruhnya tergantung pada orang lain.
Terhadap emosi..
Dampak emosional yang dialami oleh orang-orang yang terinfeksi HIV dan AIDS beraneka ragam adalah :
Kehawatir. Kehawatiran yang paling menonjol yang dialami oleh orang-orang yang terjangkit HIV-AIDS terutama penurunan kekuatan fisik dan akhirnya tidak dapat berdaya sama sekali. Rasa sakit yang tidak dapat diungkapkan, serta perasaan belum siap untuk mati. Kehawatiran karena ketidakpastian tentang penyakit, bagaimana dan kapan berakhirnya penyakit tersebut..
Merasa Takut . Bertitiktolak dari kenyataan yang terjadi bagi orang orang yang terjangkit HIV-AIDS, bahwa banyak dari mereka yang diterlantarkan dan ditolak oleh keluarga maupun masyarakat. Sementara manusia adalah mahluk sosial yang tidak dapat hidup tanpa bantuan orang lain. Dora Peyser mengatakan " From the cradle to the grave" membutuhkan orang lain. Bahkan sesungguhnya "From womb to tomb" dari dalam kandungan sampai keliang kubur, kita memerlukan bantuan orang lain. Sebahagian orang yang terjangkit HIV-AIDS merasa ketakutan untuk ditinggalkan karena tidak dapat merawat diri sendiri. Mereka "lonely"/ kesepian. Mereka menjadi beban baik secara material maupun sosial, sementara kemampuan keluarga terbatas akhirnya sanak saudara, keluarga, teman-teman akan meninggalkan mereka.
Depresi. Orang yang terjangkit HIIV-AIDS akan kehilangan kemampuan fisik, kehilangan teman apakah karena mereka mengabaikan atau karena meninggal dunia, hilang kepercayaan diri, hilang pekerjaan dan hilangnya kehidupan. Merasa tidak berdaya akhirnya depresi..
Terhadap Keuangan. Orang-orang yang terjangkit HIV-AIDS, mau tidak mau akan mengalami perobahan keuangan akibat penyakitnya. Dana yang diperlukan untuk keperluan pengobatan dan perawatan semakin lama semakin besar, sementara penghasilan menetap atau bahkan mungkin semakin menurun. Kemungkinan besar akhirnya akan mengalami kesulitan untuk memperoleh dana. Perobahan ini dapat karena kehilangan mata pencaharian atau habisnya tabungan atau hilangnya sumber-sumber bantuan keluarga dll. Hal ini dapat terjadi bagi setiap orang karena penyakit HIV-AIDS datangnya tidak dapat diperkirakan dan belum ada penyembuhan.
Terhadap Hubungan Sosial. Dengan diketahuinya seseorang terjangkit HIV-AIDS maka dampaknya sangat luas dalam hubungan sosial: dengan keluarga, hubungan dengan teman-teman, relasi dan jaringan kerja akan berobah baik kuantitas maupun kualitas. Orang orang yang terjangkit HIV-AIDS secara alamiah hubungan sosialnya akan berobah. Dampak yang paling berat dirasakan oleh keluarga dan orang-orang dekat lainnya. Perobahan hubungan sosial dapat berpengaruh positif atau negatif pada setiap orang. Reaksi masing-masing orang berbeda, tergantung sampai sejauh mana perasaan dekat atau jauh, suka dan tidak suka seseorang terhadap yang bersangkutan.







Pelayanan Pendidikan
Orang yang terkena HIV tidak seharusnya dijauhi atau dikucilkan. Penyakit HIV tidak akan menular jika kita hanya berjabat tangan, ngobrol dengan orang tersebut. Mereka harusnya kita dukung dengan memberikan konseling supaya mereka dapat menerima kenyataan dengan apa yang dia dapatkan saat ini. Pelayanan kesehatan pun tidak kalah pentingnya untuk para penderita HIV karna mereka juga harus mengetahui perkembangan penyakit mereka. Dan yang paling terpenting adalah pelayanan pendidikan, karena walaupun mereka sedang mengidappenyakit yang serius mereka juga tetep mendapatkan pendidikan untuk menambah wawasan dan mengisi waktu luangnya.















Penelitian Terkain dengan HIV
"Vaksin Brasil untuk Atasi Virus HIV"
Sebuah langkah besar dalam penelitian AIDS: Para peneliti di Universitas Sao Paulo mengembangkan vaksin yang dirancang memperlambat wabah penyakit dan mengurangi risiko infeksi HIV.
"Kami sendiri terkejut dengan hasil positif itu, " kata Edecio Cunha Neto, yang bertanggung jawab untuk proyek penelitian HIV/AIDS di Universitas Sao Paulo. "Kami berpikir bahwa efek vaksinasi pada monyet lebih lemah dari tikus laboratorium, tapi malah sebaliknya." Ditambahkannya, hal yang efektif terjadi pada primata juga bisa dilakukan pada manusia, dan kesimpulannya menggembirakan.
Vaksin HIV "HIVBr18" adalah yang pertama sepenuhnya dikembangkan proyek penelitian Brasil ini. Konsepnya didasarkan pada upaya meningkatkan efek reseptor CD4 yang terletak pada permukaan sel-sel kekebalan tubuh manusia. Dalam infeksi HIV, jumlah sel kekebalan, yang dilindungi oleh protein glikoreseptor CD4 di bagian permukaan berkurang.
Blokade terhadap HIV
Para peneliti percaya bahwa vaksinasi bisa membantu untuk meningkatkan produksi reseptor CD4 pada semua pasien. "Vaksin ini dimaksudkan sebagai upaya pencegahan bagi orang-orang yang tidak terinfeksi," jelas peneliti Cunha Neto. "Jika dalam perjalanan hidupnya terinfeksi virus HIV, maka dampak dari infeksi akan diatasi dengan vaksinasi, dan transfer ke orang lain mungkin dapat diblokir."
Hasil penelitian Brasil sudah menjadi perhatian internasional. Koalisi Internasional untuk Pencegahan HIV di New York (AVAC), yang mengadvokasi pengembangan vaksin di seluruh dunia, memuji kemajuan yang dicapai di Brasil." Terutama di beberapa negara Afrika di mana penyakit ini meluas, vaksin akan menekan penyebaran HIV dalam tubuh. Vaksin yang sudah diuji di Brasil ini sangat membantu, kata Mitchell Warren, direktur AVAC.
Meningkatkan efisiensi
Menurut direktur AVAC Mitchell Warren, saat ini terdapat 30 vaksin HIV yang sedang diuji di seluruh dunia. Uji klinis terbesar diadakan pada tahun 2009 di Thailand. Meskipun hasilnya dianggap sukses, tetap tidak disetujui, karena tingkat efisiensinya hanya 31 persen. Penelitian terbaru dengan peningkatan efisiensi akan dilakukan pada tahun 2016 di Afrika Selatan.
Menurut organisasi PBB, UNAIDS, setiap harinya sekitar 6.000 orang terinfeksi virus HIV. Dari sekitar 34 juta orang yang terinfeksi HIV, hanya sekitar sepuluh juta pasien di seluruh dunia memiliki akses terhadap obat antiretroviral yang dapat memperpanjang usia hidup.
Para peneliti Brasil dari Universitas Sao Paulo berharap angka ini bisa menurun dengan menggunakan vaksin baru "HIVBr18". Selain itu, vaksin dapat dikombinasikan dengan antisipasi kekebalan tubuh lainnya.
Faktor biaya
Meskipun hasil penelitian cukup positif, uji klinis skala besar ini memakan anggaran sekitar 50 juta dolar AS dengan sedikitnya memanfaatkan 3.000 relawan. "Realisasi studi ini akan tergantung pada keputusan politik, bukan ilmiah," kata ilmuwan Cunha Neto.
Wayne Koff dari Inisiatif Internasional untuk Vaksin AIDS optimistis bahwa pencarian vaksin atas defisiensi imun yang mematikan ini akhirnya akan berhasil." Temuan baru akan membantu meningkatkan komposisi vaksin.






Daftar Pustaka

http://ismailboy23.wordpress.com/2013/10/27/makalah-hivaids/
http://penyakithivaids.com/
http://www.kemsos.go.id/modules.php?name=Content&pa=showpage&pid=104
http://www.dw.de/vaksin-brasil-untuk-atasi-virus-hiv/a-17449649










Lihat lebih banyak...

Komentar

Hak Cipta © 2017 CARIDOKUMEN Inc.