NILAI PENTING KOMUNITAS TUMBUHAN HERBA DI KAWASAN KEBUN BIOLOGI UNNES

November 20, 2017 | Author: E. Setyobudi | Category: Ecology, Ekologi
Share Embed


Deskripsi Singkat








LAPORAN PRAKTIKUM EKOLOGI
NILAI PENTING KOMUNITAS TUMBUHAN HERBA DI KAWASAN KEBUN BIOLOGI UNNES
Disusun untuk memenuhi mata kuliah praktikum ekologi

Dosen pengampu :
Drs. Nugroho Edi Kartijono, M.Si
Drs. F. Putut Martin HB., M.Si



disusun oleh:
Elin Rahmawati ( 4401412003 )
Elita Anggraini Setyobudi ( 4401412054 )
Hilda Afiani ( 4401412097 )
Idaliani Prikadiastuti ( 4401412118 )



JURUSAN BIOLOGI
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
2014
Nilai Penting Komunitas Tumbuhan Herba di Kawasan Kebun Biologi Unnes

Tujuan
Menentukan nilai penting dari spesies penyusun tumbuhan herba di kebun Biologi Unnes
Menentukan nama komunitas berdasarkan nilai penting dari spesies penyusun tumbuhan herba di kebun Biologi Unnes


Tinjauan Pustaka
Populasi tumbuhan adalah sekelompok individu tumbuhan sejenis yang hidup di suatu habitat atau lingkungan tertentu dan dapat melakukan persilangan di anatara sesama jenisnya yang menghasilkan keturunan yang fertil. Populasi tumbuhan dengan dinamikanya dapat diamati dengan melihat penyebarannya permukaan bumi, jarak yang tidak sama antara tumbuhan satu dan tumbuhan lainnya disebabkan karena perbedaan lingkungan, sumber daya, tetangga dan ggangguan. Perbedaan lingkungan tidak hanya mempengaruhi dan memodifikasi distribusi dan kelimpahan individu, tetapi sekaligus merubah laju pertumbuhan, produksi biji, pola percabangan, area daun, area akar, dan ukuran individu. Apabila pengertian tumbuh-tumbuhan ditekankan pada hubungan yang erat antara komponen organisme dan factor lingkungan, maka hal ini disebut ekosistem Penyebaran tumbuhan, kehidupan, pola pertumbuhan serta kecepatan reproduksi semuanya mencerminkan adaptasi tumbuhan tersebut dengan lingkungannya. Parameter populasi yang dapat digunakan untuk mengukur aspek dalam populasi serta model pertumbuhan diantaranya dapat ditinjau dari:
a. Keluasan penyebaran distribusi
b. Kecepatan pertumbuhan
c. Frekuen gen
d. Densitas
e. Perbandingan antara sex ratio
f. Pola penyebaran
g. Struktur umur
Pengertian umum vegetasi adalah kumpulan beberapa tumbuhan biasanya terdiri dari beberapa jenis dan hidup bersama pada suatu tempat. Diantara individu-individu tersebut terdapat interaksi yang erat antara tumbuh-tumbuhan itu sendiri maupun dengan binatang-binatang yang hidup dalam vegetasi itu dan fakto-faktor lingkungan.(Soegianto, 1994).
Analisis vegetasi juga dapat digunakan untuk mengetahui pengaruh dampak lingkungan, merupakan suatu cara pendekatan yang khas, karena pengamatan terhadap berbagai aspek vegetasi yang dilakukan harus secara mendetail dan terdiri atas vegetasi yang belum terganggu (alamiah). Aspek-aspek yang perlu diketahui antara lain:
Ada tidaknya jenis tumbuhan tertentu
Luas basal area
Luas daerah penutupan (cover)
Frekuensi
Kerapatan
Dominansi
Nilai penting
Metode intersepsi titik merupakan suatu metode analisis vegetasi dengan menggunakan cuplikan berupa titik. Pada metode ini tumbuhan yang dapat dianalisis hanya satu tumbuhan yang benar-benar terletak pada titik-titik yang disebar atau yang diproyeksikan mengenai titik-titik tersebut. Dalam menggunakan metode ini variable-variabel yang digunakan adalah kerapatan, dominansi, dan frekuensi (Rohman, 2001).
Kelimpahan setiap spesies individu atau jenis struktur biasanya dinyatakan sebagai suatu persen jumlah total spesises yang ada dalam komunitas, dan dengan demikian merupakan pengukuran yang relatife. Dari nilai relative ini, akan diperoleh sebuah nilai yang merupakan INP ( Indeks Nilai Penting). Nilai ini digunakan sebagai dasar pemberian nama suatu vegetasi yang diamati. Secara bersama-sama, kelimpahan dan frekuensi adalah sangat penting dalam menentukan struktur komunitas (Michael, 1995).
Kerapatan, ditentukan berdasarkan jumlah individu suatu populasi jenis tumbuhan di dalam area tersebut. Kerimbunan ditentukan berdasarkan penutupan daerah cuplikan oleh populasi jenis tumbuhan. frekuensi ditentukan berdasarkan kekerapan dari jenis tumbuhan dijumpai dalam sejumlah area sampel (n) dibandingkan dengan seluruh total area sampel yang dibuat (N)
Keragaman spesies dapat diambil untuk menanadai jumlah spesies dalam suatu daerah tertentu atau sebagai jumlah spesies diantara jumlah total individu dari seluruh spesies yang ada. Hubungan ini dapaat dinyatakan secara numeric sebagai indeks keragaman atau indeks nilai penting. Jumlah spesies dalam suatu komunitas adalah penting dari segi ekologi karena keragaman spesies tampaknya bertambah bila komunitas menjadi makin stabil (Michael,1995).
Penutupan atau kerimbuan suatu tumbuhan akan memberikan gambaran tentang penguasaan daerah vegetasi oleh setiap jenis tumbuhan yang ada biasanya dapat dinyatakan oleh mahkota tumbuhan dan peneduhan tanah oleh daun, batang, cabang dan bunga dilihat dari atas. Nilai penutup (cover) dapat dipakai untuk mengetahui nilai dominansi suatu jenis tumbuhan, terutama tumbuhan berupa semak, herba atau rumput-rumputan.
Dominansi menyatakan suatu jenis utama yang mempengaruhi dan melaksanakan kontrol terhadap komunitas dengan cara banyaknya jumlah jenis, besarnya ukuran maupun pertumbuhannya yang dominan. Data dominansi tiap spesies dapat dihitung menggunakan skala Braun-Blanquet pada tiap plot. Kemudian data tersebut dapat dimasukkan dalam rumus dominansi.
Tabel 1. Nilai penutupan (cover) Braun-Blanquet
Skala Rating Braun-Blanquet
Coverage
75% - 100%
5
50%-75%
4
25%-50%
3
5%-25%
2
1%-5%
1

Dominansi=Luas penutupan tajukunit area
Dominansi relatif=Dominansi suatujenis Total dominansi seluruh jenis

Frekuensi dipakai sebagai parameter vegetasi yang dapat menunjukkan distribusi atau sebaran jenis tumbuhan dalam ekosistem atau memperlihatkan pola distribusi tumbuhan. Nilai yang diperoleh dapat pula untuk menggambarkan kapasitas reproduksi dan kemampuan adaptasi serta menunjukkan jumlah "sampling unit" yang mengandung jenis tumbuhan tertentu.
Frekuensi=Jumlah kuadrat dimana suatu jenis hadirTotal seluruh kuadrat amatan
Nilai penting menggambarkan karakter fitososiologi dalam komunitas. Indeks nilai penting merupakan gabungan dari frekuensi relatif + dominansi relatif + kerapatan relatif.
Nilai penting = Dominansi relatif + frekuensi relatif + Densitas relative

Nilai penting merupakan suatu harga yang didapatkan dari penjumlahan nilai relative dari sejumlah variabel yang telah diukur (kerapatan relative, kerimbunan relative, dan frekuensi relatif). Jika disususn dalam bentuk rumus maka akan diperoleh:
Nilai Penting = Kr + Dr + Fr
Harga relative ini dapat dicari dengan perbandingan antara harga suatu variabel yang didapat dari suatu jenis terhadap nilai total dari variabel itu untuk seluruh jenis yang didapat, dikalikan 100% dalam table. Jenis-jenis tumbuhan disusun berdasarkan urutan harga nilai penting, dari yang terbesar sampai yang terkecil. Dan dua jenis tumbuhan yang memiliki harga nilai penting terbesar dapat digunakan untuk menentukan penamaan untuk vegetasi tersebut (Syafei, 1990)
Frekuensi adalah presentase total kuadrat yang berisi paling sedikit satu individu species tertentu yang berakar. Ini adalah sebagian suatu ukuran dimana peneliti relative menyebut sosiabilitas. Frekuensi relative adalah frekuensi satu spesies sebagai presentase frekuensi dibagi satu spesies sebagai presentase frekuensi total tumbuhan.
Dominansi menyatakan suatu jenis tumbuhan utama yang mempengaruhi dan melaksanakan kontrol terhadap komunitas dengan cara banyaknya jumlah jenis, besarnya ukuran maupun pertumbuhannya yang dominan. Suatu jenis tumbuhan yang mampu melaksanakan kontrol atas aliran energy yang terdapat dalam komunitas dinamakan ekologi dominan. Analisa vegetasi adalah cara mempelajari susunan (komposisi jenis) dan bentuk (struktur) vegetasi atau masyarakat tumbuh-tumbuhan. Untuk suatu kondisi hutan yang luas, maka kegiatan analisa vegetasi erat kaitannya dengan sampling, artinya kita cukup menempatkan beberapa petak contoh untuk mewakili habitat tersebut. Dalam sampling ini ada tiga hal yang perlu diperhatikan, yaitu jumlah petak contoh, cara peletakan petak contoh dan teknik analisa vegetasi yang digunakan.( Kimball , 1999 )
Alat dan Bahan
Alat yang digunakan dalam praktikum ini yaitu :
Point Frame Frequency
Ranting kayu / pasak
Tali rafia / meteran
Penggaris
Alat tulis
Gunting
Kertas label
Bahan yang digunakan dalam praktikum ini meliputi semua tanaman herba yang terdapat di kebun Biologi Universitas Negeri Semarang

Cara Kerja
Mengambil sampel yang representatif dengan point frame frequency dengan jumlah dan peletakan tertentu sesuai perkiraan praktikan.
Meletakkan point frame frequency pada setiap area terpilih
Mencatat nama spesies yang tertusuk point frame frequency dan dominasinya
Mencatat hasil pengamatan ke dalam tabel pengamatan
Mendokumentasikan dan mencatat ciri-ciri spesies yang belum teridentifikasi
Menentukan nilai penting dan indeks diversitas tanaman herba di Kebun Biologi Universitas Negeri Semarang.
Mengolah data yang diperoleh menggunakan rumus nilai penting dan indeks diversitas

Data Pengamatan
Terlampir

Hasil Pengamatan
Terlampir

Pembahasan
Praktikum ini bertujuan untuk mengetahui indeks Nilai Penting (NP) tanaman herba, dimana NP adalah hasil penjumlahan dari frekuensi relatif dan dominansi relative yang bertujuan mengetahui seberapa besar peranan suatu spesies yang terdapat pada vegetasi yang teramati. Luas area komunitas atau tempat pengambilan contoh komunitas tumbuhan atau vegetasi sangat bervariasi tergantung dari bentuk atau struktur vegetasi tersebut. Pengambilan data dilakukan dengan cara menentukan lokasi pusat distribusi tanaman herba. Lokasi pusat distribusi itu sendiri adalah lokasi dimana terdapat variasi spesies herba dengan taraf yang tinggi. Pelaksanaan pengambilan data dilakukan dengan menggunakan tekhnik sampling point frame Alat tersebut diletakan berpindah tempat dimana kira-kira spesies herbanya bervariasi sebanyak 8x perpindahan. Ketika dalam proses identifikasi herba, tidak diketahui nama dari spesies tersebut maka sesuai dengan kesepakatan kelompok, tanaman tersebut diberi nama spesies a,b,c dst dengan cara diberikan label pada spesies tersebut. Setelah dilakukan tabulasi dan pengolahan data maka dapat ditentukan dominasi relative, frekuensi relative, sekaligus nilai penting untuk setiap spesies yang ditemukan. Spesies yang memiliki nilai penting tertinggi adalah spesies A dengan nilai penting 74,44 sedangkan spesies yang memiliki nilai penting terendah adalah spesies C,E, G, H, I ,M, O, P dengan nilai penting yang sama yaitu sebesar 7,82. Spesies A memiliki nilai penting tertinggi karena merupakan spesies yang memiliki kontristribusi tertinggi dalam komunitasnya. Selain itu, spesies ini juga memiliki frekuensi relative tertinggi dimana berarti bahwa spesies ini adalah spesies yang paling sering ditemui di lokasi pengamatan .
Vegetasi adalah ciri-ciri lingkungan darat yang demikian nyata dan mantap. Komposisi vegetasi telah mendapatkan perhatian, prosedur-prosedur pengkajian meliputi dua langkah pertama muncul analisis lapang yang meliputi seleksi plot-plot atau kuadrat-kuadrat. Kerapatan, penutupan dibuatkan tabel untuk setiap jenis. Langkah kedua meliputi sintesis data untuk menentukan derajat asosiasi dari populasi-populasi tumbuhan. Dari hasil pengamatan yang di peroleh menunjukan bahwa terdapat berbagai jenis spesies yang tumbuh di area pengamatan. Analisis dengan menggunakan metode tanpa plot yang digunakan untuk menganalisis suatu vegetasi yang didalamnya didominasi oleh suatu vegetasi tanaman herba.
Data yang akan diperoleh dari analisis metode tanpa plot ini adalah berupa dominansi, frekuensi dan nilai penting .
Dominansi adalah jumlah kekuatan tumbuhan dalam suatu komunitas dan menunjukan jumlah tumbuhan per unit area. Adapun rumus yang di gunakan untuk menghitung densitas atau kerapatan yaitu:
% Densitas relatif = Jumlah seluruh tumbuhan per spesies X 100 %
Jumlah seluruh sampling unit
Frekuensi adalah jumlah individu yang hadir pada suatu area dan mengambarkan suatu distribusi vegetasi. Adapun rumus yang di gunakan untuk menghitung frekuensi yaitu :
Frekuensi relatif = Jumlah frekuensi suatu jenis
Jumlah nilai frekuensi seluruh jenis
Nilai penting adalah jumlah dari frekuensi relative, dan Dominansi relative yang mengindikasikan aspek yang berbeda pentingnya spesiaes dalam komunitas. Adapun rumusnya yaitu:
NP = Frekuensi relative + dominansi relative
Berdasarkan tabel hasil pengamatan menunjukan bahwa pada area pengamatan didapat nilai penting herba mulai dari yang terendah hingga tertinggi yaitu 7,82 – 74,44. Semakin tinggi suatu nilai penting tanaman herba maka semakin tinggi peran tanaman herba pada komunitas tersebut, tetapi semakin tinggi nilai penting maka semakin mudah terguncang (collaps) komunitas tersebut.

Kesimpulan
Nilai penting spesies penyusun tumbuhan herba di kebun Biologi Unnes adalah spesies A dengan nilai penting 74,44
Nama komunitas berdasarkan nilai penting dari spesies penyusun tumbuhan herba di kebun Biologi Unnes adalah komunitas Muhlenbergia sceberi

Lampiran
Data Pengamatan
Tabel pengamatan Nilai Penting
No. Plot
Spesies
Dominansi ( %)
NSC

Muhlenbergia sceberi
80
5

L
10
2

C
10
2

D
30
3

A
70
4

A
90
5

E
10
2

F
30
3

A
30
3

H
20
2

I
10
2

G
10
2

A
30
3

J
70
4

A
40
3

K
30
3

M
10
2

L
20
2

K
100
5

A
40
3

O
20
2

P
20
2

J
20
2



NP = Do r + De r + FrHasil Analisis Data
NP = Do r + De r + Fr
Nilai Penting Parameter minimal 2 misal NP = Do r + Fr
Jumlah peletakan = 8
Jumlah spesies yang berbeda = 14
Penentuan nilai penting kali ini menggunakan 2 parameter yaitu dominansi dan frakuensi. Hal ini karena pada teknik sampling kami hanya memeroleh 2 parameter tersebut karena apabila menggunakan teknik ini maka parameter densitas hilang. Penentuan parameter dominansi harus diubah ke Nilai Skala Cover / NSC terlebih dahulu.

TABEL NILAI SKALA BROWN-BLANQUET KOMUNITAS TUMBUHAN DI KEBUN BIOLOGI UNNES
No
Spesies
Dominansi per Plot
Total
Dominansi
Relatif (%)
Frekuensi
Spesies (%)
Frekuensi
Relatif (%)
Nilai Penting


1
2
3
4
5
6
7
8





1
A
5
4
5
3
3
3

3
26
42,62
87,5
31,82
74,44
2
C
2







2
3,28
12,5
4,54
7,82
3
D

3






3
4,92
12,5
4,54
9,46
4
E


2





2
3,28
12,5
4,54
7,82
5
F



3




3
4,92
12,5
4,54
9,46
6
G



2




2
3,28
12,5
4,54
7,82
7
H



2




2
3,28
12,5
4,54
7,82
8
I



2




2
3,28
12,5
4,54
7,82
9
J




4


2
6
9,84
25
9.09
18,93
10
K






5

5
4,92
12,5
4,54
9,46
11
L
2




2


4
6,56
25
9.09
15.65
12
M





2


2
3,28
12,5
4,54
7,82
13
O







2
2
3,28
12,5
4,54
7,82
14
P







2
2
3,28
12,5
4,54
7,82
Jumlah
61

275

199,96



DAFTAR PUSTAKA
Kimball. 1999. Biologi Edisi kelima Jilid II . Jakarta : Erlangga
Lumowa, sonja V.T. 2012. Bahan Ajar Botani Tingkat Tinggi. Universitas mulawarman: Samarinda
Michael,P.1995.Metode Ekologi untuk Penyelidikan Ladang dan Laboraturium.UI Press: Jakarta
Rohman, Fatchur dan I Wayan Surberartha.2001.Petunjuk Praktikum Ekologi Tumbuhan.JICA: Malang
Soegianto, A. 1994. Ekologi Kuantitatif Metode Analisis Populasi dan Komunitas. Jakarta: : Penerbit Usaha Nasional.
Syafei, Eden Surasana. 1990.Pengantar Ekologi Tumbuhan.ITB: Bandung




Deskripsi








LAPORAN PRAKTIKUM EKOLOGI
NILAI PENTING KOMUNITAS TUMBUHAN HERBA DI KAWASAN KEBUN BIOLOGI UNNES
Disusun untuk memenuhi mata kuliah praktikum ekologi

Dosen pengampu :
Drs. Nugroho Edi Kartijono, M.Si
Drs. F. Putut Martin HB., M.Si



disusun oleh:
Elin Rahmawati ( 4401412003 )
Elita Anggraini Setyobudi ( 4401412054 )
Hilda Afiani ( 4401412097 )
Idaliani Prikadiastuti ( 4401412118 )



JURUSAN BIOLOGI
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
2014
Nilai Penting Komunitas Tumbuhan Herba di Kawasan Kebun Biologi Unnes

Tujuan
Menentukan nilai penting dari spesies penyusun tumbuhan herba di kebun Biologi Unnes
Menentukan nama komunitas berdasarkan nilai penting dari spesies penyusun tumbuhan herba di kebun Biologi Unnes


Tinjauan Pustaka
Populasi tumbuhan adalah sekelompok individu tumbuhan sejenis yang hidup di suatu habitat atau lingkungan tertentu dan dapat melakukan persilangan di anatara sesama jenisnya yang menghasilkan keturunan yang fertil. Populasi tumbuhan dengan dinamikanya dapat diamati dengan melihat penyebarannya permukaan bumi, jarak yang tidak sama antara tumbuhan satu dan tumbuhan lainnya disebabkan karena perbedaan lingkungan, sumber daya, tetangga dan ggangguan. Perbedaan lingkungan tidak hanya mempengaruhi dan memodifikasi distribusi dan kelimpahan individu, tetapi sekaligus merubah laju pertumbuhan, produksi biji, pola percabangan, area daun, area akar, dan ukuran individu. Apabila pengertian tumbuh-tumbuhan ditekankan pada hubungan yang erat antara komponen organisme dan factor lingkungan, maka hal ini disebut ekosistem Penyebaran tumbuhan, kehidupan, pola pertumbuhan serta kecepatan reproduksi semuanya mencerminkan adaptasi tumbuhan tersebut dengan lingkungannya. Parameter populasi yang dapat digunakan untuk mengukur aspek dalam populasi serta model pertumbuhan diantaranya dapat ditinjau dari:
a. Keluasan penyebaran distribusi
b. Kecepatan pertumbuhan
c. Frekuen gen
d. Densitas
e. Perbandingan antara sex ratio
f. Pola penyebaran
g. Struktur umur
Pengertian umum vegetasi adalah kumpulan beberapa tumbuhan biasanya terdiri dari beberapa jenis dan hidup bersama pada suatu tempat. Diantara individu-individu tersebut terdapat interaksi yang erat antara tumbuh-tumbuhan itu sendiri maupun dengan binatang-binatang yang hidup dalam vegetasi itu dan fakto-faktor lingkungan.(Soegianto, 1994).
Analisis vegetasi juga dapat digunakan untuk mengetahui pengaruh dampak lingkungan, merupakan suatu cara pendekatan yang khas, karena pengamatan terhadap berbagai aspek vegetasi yang dilakukan harus secara mendetail dan terdiri atas vegetasi yang belum terganggu (alamiah). Aspek-aspek yang perlu diketahui antara lain:
Ada tidaknya jenis tumbuhan tertentu
Luas basal area
Luas daerah penutupan (cover)
Frekuensi
Kerapatan
Dominansi
Nilai penting
Metode intersepsi titik merupakan suatu metode analisis vegetasi dengan menggunakan cuplikan berupa titik. Pada metode ini tumbuhan yang dapat dianalisis hanya satu tumbuhan yang benar-benar terletak pada titik-titik yang disebar atau yang diproyeksikan mengenai titik-titik tersebut. Dalam menggunakan metode ini variable-variabel yang digunakan adalah kerapatan, dominansi, dan frekuensi (Rohman, 2001).
Kelimpahan setiap spesies individu atau jenis struktur biasanya dinyatakan sebagai suatu persen jumlah total spesises yang ada dalam komunitas, dan dengan demikian merupakan pengukuran yang relatife. Dari nilai relative ini, akan diperoleh sebuah nilai yang merupakan INP ( Indeks Nilai Penting). Nilai ini digunakan sebagai dasar pemberian nama suatu vegetasi yang diamati. Secara bersama-sama, kelimpahan dan frekuensi adalah sangat penting dalam menentukan struktur komunitas (Michael, 1995).
Kerapatan, ditentukan berdasarkan jumlah individu suatu populasi jenis tumbuhan di dalam area tersebut. Kerimbunan ditentukan berdasarkan penutupan daerah cuplikan oleh populasi jenis tumbuhan. frekuensi ditentukan berdasarkan kekerapan dari jenis tumbuhan dijumpai dalam sejumlah area sampel (n) dibandingkan dengan seluruh total area sampel yang dibuat (N)
Keragaman spesies dapat diambil untuk menanadai jumlah spesies dalam suatu daerah tertentu atau sebagai jumlah spesies diantara jumlah total individu dari seluruh spesies yang ada. Hubungan ini dapaat dinyatakan secara numeric sebagai indeks keragaman atau indeks nilai penting. Jumlah spesies dalam suatu komunitas adalah penting dari segi ekologi karena keragaman spesies tampaknya bertambah bila komunitas menjadi makin stabil (Michael,1995).
Penutupan atau kerimbuan suatu tumbuhan akan memberikan gambaran tentang penguasaan daerah vegetasi oleh setiap jenis tumbuhan yang ada biasanya dapat dinyatakan oleh mahkota tumbuhan dan peneduhan tanah oleh daun, batang, cabang dan bunga dilihat dari atas. Nilai penutup (cover) dapat dipakai untuk mengetahui nilai dominansi suatu jenis tumbuhan, terutama tumbuhan berupa semak, herba atau rumput-rumputan.
Dominansi menyatakan suatu jenis utama yang mempengaruhi dan melaksanakan kontrol terhadap komunitas dengan cara banyaknya jumlah jenis, besarnya ukuran maupun pertumbuhannya yang dominan. Data dominansi tiap spesies dapat dihitung menggunakan skala Braun-Blanquet pada tiap plot. Kemudian data tersebut dapat dimasukkan dalam rumus dominansi.
Tabel 1. Nilai penutupan (cover) Braun-Blanquet
Skala Rating Braun-Blanquet
Coverage
75% - 100%
5
50%-75%
4
25%-50%
3
5%-25%
2
1%-5%
1

Dominansi=Luas penutupan tajukunit area
Dominansi relatif=Dominansi suatujenis Total dominansi seluruh jenis

Frekuensi dipakai sebagai parameter vegetasi yang dapat menunjukkan distribusi atau sebaran jenis tumbuhan dalam ekosistem atau memperlihatkan pola distribusi tumbuhan. Nilai yang diperoleh dapat pula untuk menggambarkan kapasitas reproduksi dan kemampuan adaptasi serta menunjukkan jumlah "sampling unit" yang mengandung jenis tumbuhan tertentu.
Frekuensi=Jumlah kuadrat dimana suatu jenis hadirTotal seluruh kuadrat amatan
Nilai penting menggambarkan karakter fitososiologi dalam komunitas. Indeks nilai penting merupakan gabungan dari frekuensi relatif + dominansi relatif + kerapatan relatif.
Nilai penting = Dominansi relatif + frekuensi relatif + Densitas relative

Nilai penting merupakan suatu harga yang didapatkan dari penjumlahan nilai relative dari sejumlah variabel yang telah diukur (kerapatan relative, kerimbunan relative, dan frekuensi relatif). Jika disususn dalam bentuk rumus maka akan diperoleh:
Nilai Penting = Kr + Dr + Fr
Harga relative ini dapat dicari dengan perbandingan antara harga suatu variabel yang didapat dari suatu jenis terhadap nilai total dari variabel itu untuk seluruh jenis yang didapat, dikalikan 100% dalam table. Jenis-jenis tumbuhan disusun berdasarkan urutan harga nilai penting, dari yang terbesar sampai yang terkecil. Dan dua jenis tumbuhan yang memiliki harga nilai penting terbesar dapat digunakan untuk menentukan penamaan untuk vegetasi tersebut (Syafei, 1990)
Frekuensi adalah presentase total kuadrat yang berisi paling sedikit satu individu species tertentu yang berakar. Ini adalah sebagian suatu ukuran dimana peneliti relative menyebut sosiabilitas. Frekuensi relative adalah frekuensi satu spesies sebagai presentase frekuensi dibagi satu spesies sebagai presentase frekuensi total tumbuhan.
Dominansi menyatakan suatu jenis tumbuhan utama yang mempengaruhi dan melaksanakan kontrol terhadap komunitas dengan cara banyaknya jumlah jenis, besarnya ukuran maupun pertumbuhannya yang dominan. Suatu jenis tumbuhan yang mampu melaksanakan kontrol atas aliran energy yang terdapat dalam komunitas dinamakan ekologi dominan. Analisa vegetasi adalah cara mempelajari susunan (komposisi jenis) dan bentuk (struktur) vegetasi atau masyarakat tumbuh-tumbuhan. Untuk suatu kondisi hutan yang luas, maka kegiatan analisa vegetasi erat kaitannya dengan sampling, artinya kita cukup menempatkan beberapa petak contoh untuk mewakili habitat tersebut. Dalam sampling ini ada tiga hal yang perlu diperhatikan, yaitu jumlah petak contoh, cara peletakan petak contoh dan teknik analisa vegetasi yang digunakan.( Kimball , 1999 )
Alat dan Bahan
Alat yang digunakan dalam praktikum ini yaitu :
Point Frame Frequency
Ranting kayu / pasak
Tali rafia / meteran
Penggaris
Alat tulis
Gunting
Kertas label
Bahan yang digunakan dalam praktikum ini meliputi semua tanaman herba yang terdapat di kebun Biologi Universitas Negeri Semarang

Cara Kerja
Mengambil sampel yang representatif dengan point frame frequency dengan jumlah dan peletakan tertentu sesuai perkiraan praktikan.
Meletakkan point frame frequency pada setiap area terpilih
Mencatat nama spesies yang tertusuk point frame frequency dan dominasinya
Mencatat hasil pengamatan ke dalam tabel pengamatan
Mendokumentasikan dan mencatat ciri-ciri spesies yang belum teridentifikasi
Menentukan nilai penting dan indeks diversitas tanaman herba di Kebun Biologi Universitas Negeri Semarang.
Mengolah data yang diperoleh menggunakan rumus nilai penting dan indeks diversitas

Data Pengamatan
Terlampir

Hasil Pengamatan
Terlampir

Pembahasan
Praktikum ini bertujuan untuk mengetahui indeks Nilai Penting (NP) tanaman herba, dimana NP adalah hasil penjumlahan dari frekuensi relatif dan dominansi relative yang bertujuan mengetahui seberapa besar peranan suatu spesies yang terdapat pada vegetasi yang teramati. Luas area komunitas atau tempat pengambilan contoh komunitas tumbuhan atau vegetasi sangat bervariasi tergantung dari bentuk atau struktur vegetasi tersebut. Pengambilan data dilakukan dengan cara menentukan lokasi pusat distribusi tanaman herba. Lokasi pusat distribusi itu sendiri adalah lokasi dimana terdapat variasi spesies herba dengan taraf yang tinggi. Pelaksanaan pengambilan data dilakukan dengan menggunakan tekhnik sampling point frame Alat tersebut diletakan berpindah tempat dimana kira-kira spesies herbanya bervariasi sebanyak 8x perpindahan. Ketika dalam proses identifikasi herba, tidak diketahui nama dari spesies tersebut maka sesuai dengan kesepakatan kelompok, tanaman tersebut diberi nama spesies a,b,c dst dengan cara diberikan label pada spesies tersebut. Setelah dilakukan tabulasi dan pengolahan data maka dapat ditentukan dominasi relative, frekuensi relative, sekaligus nilai penting untuk setiap spesies yang ditemukan. Spesies yang memiliki nilai penting tertinggi adalah spesies A dengan nilai penting 74,44 sedangkan spesies yang memiliki nilai penting terendah adalah spesies C,E, G, H, I ,M, O, P dengan nilai penting yang sama yaitu sebesar 7,82. Spesies A memiliki nilai penting tertinggi karena merupakan spesies yang memiliki kontristribusi tertinggi dalam komunitasnya. Selain itu, spesies ini juga memiliki frekuensi relative tertinggi dimana berarti bahwa spesies ini adalah spesies yang paling sering ditemui di lokasi pengamatan .
Vegetasi adalah ciri-ciri lingkungan darat yang demikian nyata dan mantap. Komposisi vegetasi telah mendapatkan perhatian, prosedur-prosedur pengkajian meliputi dua langkah pertama muncul analisis lapang yang meliputi seleksi plot-plot atau kuadrat-kuadrat. Kerapatan, penutupan dibuatkan tabel untuk setiap jenis. Langkah kedua meliputi sintesis data untuk menentukan derajat asosiasi dari populasi-populasi tumbuhan. Dari hasil pengamatan yang di peroleh menunjukan bahwa terdapat berbagai jenis spesies yang tumbuh di area pengamatan. Analisis dengan menggunakan metode tanpa plot yang digunakan untuk menganalisis suatu vegetasi yang didalamnya didominasi oleh suatu vegetasi tanaman herba.
Data yang akan diperoleh dari analisis metode tanpa plot ini adalah berupa dominansi, frekuensi dan nilai penting .
Dominansi adalah jumlah kekuatan tumbuhan dalam suatu komunitas dan menunjukan jumlah tumbuhan per unit area. Adapun rumus yang di gunakan untuk menghitung densitas atau kerapatan yaitu:
% Densitas relatif = Jumlah seluruh tumbuhan per spesies X 100 %
Jumlah seluruh sampling unit
Frekuensi adalah jumlah individu yang hadir pada suatu area dan mengambarkan suatu distribusi vegetasi. Adapun rumus yang di gunakan untuk menghitung frekuensi yaitu :
Frekuensi relatif = Jumlah frekuensi suatu jenis
Jumlah nilai frekuensi seluruh jenis
Nilai penting adalah jumlah dari frekuensi relative, dan Dominansi relative yang mengindikasikan aspek yang berbeda pentingnya spesiaes dalam komunitas. Adapun rumusnya yaitu:
NP = Frekuensi relative + dominansi relative
Berdasarkan tabel hasil pengamatan menunjukan bahwa pada area pengamatan didapat nilai penting herba mulai dari yang terendah hingga tertinggi yaitu 7,82 – 74,44. Semakin tinggi suatu nilai penting tanaman herba maka semakin tinggi peran tanaman herba pada komunitas tersebut, tetapi semakin tinggi nilai penting maka semakin mudah terguncang (collaps) komunitas tersebut.

Kesimpulan
Nilai penting spesies penyusun tumbuhan herba di kebun Biologi Unnes adalah spesies A dengan nilai penting 74,44
Nama komunitas berdasarkan nilai penting dari spesies penyusun tumbuhan herba di kebun Biologi Unnes adalah komunitas Muhlenbergia sceberi

Lampiran
Data Pengamatan
Tabel pengamatan Nilai Penting
No. Plot
Spesies
Dominansi ( %)
NSC

Muhlenbergia sceberi
80
5

L
10
2

C
10
2

D
30
3

A
70
4

A
90
5

E
10
2

F
30
3

A
30
3

H
20
2

I
10
2

G
10
2

A
30
3

J
70
4

A
40
3

K
30
3

M
10
2

L
20
2

K
100
5

A
40
3

O
20
2

P
20
2

J
20
2



NP = Do r + De r + FrHasil Analisis Data
NP = Do r + De r + Fr
Nilai Penting Parameter minimal 2 misal NP = Do r + Fr
Jumlah peletakan = 8
Jumlah spesies yang berbeda = 14
Penentuan nilai penting kali ini menggunakan 2 parameter yaitu dominansi dan frakuensi. Hal ini karena pada teknik sampling kami hanya memeroleh 2 parameter tersebut karena apabila menggunakan teknik ini maka parameter densitas hilang. Penentuan parameter dominansi harus diubah ke Nilai Skala Cover / NSC terlebih dahulu.

TABEL NILAI SKALA BROWN-BLANQUET KOMUNITAS TUMBUHAN DI KEBUN BIOLOGI UNNES
No
Spesies
Dominansi per Plot
Total
Dominansi
Relatif (%)
Frekuensi
Spesies (%)
Frekuensi
Relatif (%)
Nilai Penting


1
2
3
4
5
6
7
8





1
A
5
4
5
3
3
3

3
26
42,62
87,5
31,82
74,44
2
C
2







2
3,28
12,5
4,54
7,82
3
D

3






3
4,92
12,5
4,54
9,46
4
E


2





2
3,28
12,5
4,54
7,82
5
F



3




3
4,92
12,5
4,54
9,46
6
G



2




2
3,28
12,5
4,54
7,82
7
H



2




2
3,28
12,5
4,54
7,82
8
I



2




2
3,28
12,5
4,54
7,82
9
J




4


2
6
9,84
25
9.09
18,93
10
K






5

5
4,92
12,5
4,54
9,46
11
L
2




2


4
6,56
25
9.09
15.65
12
M





2


2
3,28
12,5
4,54
7,82
13
O







2
2
3,28
12,5
4,54
7,82
14
P







2
2
3,28
12,5
4,54
7,82
Jumlah
61

275

199,96



DAFTAR PUSTAKA
Kimball. 1999. Biologi Edisi kelima Jilid II . Jakarta : Erlangga
Lumowa, sonja V.T. 2012. Bahan Ajar Botani Tingkat Tinggi. Universitas mulawarman: Samarinda
Michael,P.1995.Metode Ekologi untuk Penyelidikan Ladang dan Laboraturium.UI Press: Jakarta
Rohman, Fatchur dan I Wayan Surberartha.2001.Petunjuk Praktikum Ekologi Tumbuhan.JICA: Malang
Soegianto, A. 1994. Ekologi Kuantitatif Metode Analisis Populasi dan Komunitas. Jakarta: : Penerbit Usaha Nasional.
Syafei, Eden Surasana. 1990.Pengantar Ekologi Tumbuhan.ITB: Bandung


Lihat lebih banyak...

Komentar

We're moving the hosting, the preview may show error, this will be automatically reload again in 15 seconds to resolve this.
Hak Cipta © 2017 CARIDOKUMEN Inc.