PEMBAHASAN VI INFORMASI AKUNTANSI PENUH

December 23, 2017 | Author: Fendy Pramudya | Category: N/A
Share Embed


Deskripsi Singkat

PEMBAHASAN VI
INFORMASI AKUNTANSI PENUH

I. 1. Konsep Informasi Akuntansi Penuh

Selalu bersangkutan dengan objek informasi, berupa : produk, keluarga
produk, aktifitas, departemen, divisi perusahaan secara keseluruhan.
Informasi akuntansi penuh :
Seluruh aktiva, seluruh pendapatan yang diperoleh atau seluruh sumber
yang dikorbankan suatu objek informasi.
Jadi dapat ditarik kesimpulan , Informasi Akuntansi penuh :
1. Unsur yang membentuk informasi akuntansi penuh adalah total aktiva,
total pendapatan dan total biaya.
Inf.Akt. penuh berupa aktiva disebut Aktiva penuh (Full Assets)
Inf.Akt. penuh berupa pendapatan disebut Pendapatan penuh (Full Revenues)
Inf.Akt. penuh berupa seluruh sumber yang dikorbankan disebut Biaya penuh
(Full Costs)
2. Informasi akuntansi selalu berhubungan dengan objek informasi
Dalam hubungannya dengan objek informasi, informasi akuntansi penuh
merupakan informasi akuntansi langsung ditambah dengan informasi tidak
langsung yang terjadi dalam objek informasi .
Jika informasi akuntansi penuh berupa aktiva, maka aktiva penuh adalah :
aktiva lansung ditambah dengan aktiva tidak langsung yang berhubungan
dengan objek informasi.
Jika informasi akuntansi penuh berupa pendapatan, maka pendapatan penuh
adalah : pendapatan lansung ditambah dengan pendapatan tidak langsung
yang berhubungan dengan objek informasi.
Jika informasi akuntansi penuh berupa biaya, maka biaya penuh adalah :
biaya lansung ditambah dengan biaya tidak langsung yang berhubungan
dengan objek informasi.


2.Perbedaan Full Accounting Information, Full Costs dan Full Costing

Full Accounting Inf. Terdiri dari unsur : Full Assets, Full Revenues
dan Full Costs.
Full Cost merupakan salah satu unsur dari Full Acc.Inf.
Full Cost merupakan total biaya yang bersangkutan dengan objek
informasi . Jika objek informasi berupa produk, maka full cost
merupakan total biaya yang bersangkutan dengan produk tersebut.
Perhitungan full cost suatu produk dipengaruhi oleh metode penentuan
kos produk yang digunakan : Full costing, variable costing, activity
based costing.
Full costing : merupakan salah satu metode penentuan biaya produk, yang
membebankan seluruh biaya yang berperilaku variabel maupun tetap.
Jika perusahaan menggunakan pendekatan Full costing dalam penentuan
biaya produksinya maka Full Cost:





Full Cost dengan metode penentuan cost produk " Full Costing "


. Variable costing :merupakan salah satu metode penentuan biaya produk,
yang membebankan hanya biaya yang berperilaku variabel.
Jika perusahaan menggunakan pendekatan Variable costing dalam penentuan
biaya produksinya maka Full Cost:






" Full Cost dengan metode penentuan cost produk " Variable
Costing "


3.Activity Based Costing


Merupakan metode penentuan kost produk (product Costing) yang
ditujukan untuk mengajukan informasi harga produk secara cermat bagi
kepentingan manajemen dengan mengukur secara cermat konsumsi
sumberdaya dalam setiap aktivitas yang digunakan untuk menghasilkan
produk.
Dengan pendekatan activity-based costing, aktivitas pembuatan produk
dibagi menjadi tiga fase: Fase desain dan pengembangan, fase produksi
dan fase dukungan logistik (logistic support )
Jika Perusahaan menggunakan pendekatan activity – based costing dalam
penentuan total produksinya maka full cost of product mencakup :







" Full Cost dengan metode penentuan cost produk " Activity based
costing "

4.Perbedaan Conventional costing method dengan Activity based costing


Full cost dan Variable cost, merupakan metode penentuan kost produk
konvensional,yang dirancang berdasarkan kondisi teknologi masa lalu.
Activity- based costing, mempergunakan teknologi informasi dalam
proses pengolahan produk dan pengolahan informasi keuangan.
"Full Costing "Variable Costing "Activity-Based Costing "
"Biaya Produksi "By. Variabel "Unit-level activity "
" " " "
"By.Adm& umum " "Batch –related activity "
" " "cost "
" " "Product-sustaining "
"By.pemasaran "By.Tetap "activity cost "
" " " "
" " "Facility-sustaining "
" " "activity cost "

Gb. Perbedaan unsur biaya produk dalam pendekatan Full Costing,Variable
costing, dan Activity Based Costing

" "Conventional costing method "Activity Based Costing "
"Tujuan "Inventory Valuation "Product Costing "
" " " "
"Lingkup "Tahap pruduksi "Tahap desain, tahap "
" " "produksi, dan tahap "
" " "dukungan logistik "
"Fokus "By bahan baku, by tenaga kerja " "
" "langsung "Biaya overhead pabrik "
"Periode " " "
" "Periode akuntansi "Daur hidup produk "
"Teknologi Informasi" " "
"Yang Digunakan "Metode manual "Komputer telekomunikasi "




Gb. Perbedaan Conventional Costing Method dengan Activity –Based Costing
Method

Rincian biaya setiap jenis aktivitas desain, produksi distribusi produk
dalam lingkungan manufaktur maju adalah sbb:
1. Unit level Activity Costs
Biaya ini dipengaruhi oleh jumlah unit produk
Biaya ini dibebankan kepada produk berdasarkan jumlah unit produk yang
dihasilkan.
Contoh : Biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, biaya energi dan
biaya bahan baku


3. Batch Related Activity Costs
Biaya ini berhubungan dengan jumlah batch produk yang diproduksi
Besar kecilnya biaya ini tergantung dari frekuensi order produksi yang
diolah oleh fungsi produksi
Biaya ini tidak dipengaruhi oleh jumlah unit produk yang diproduksi
dalam setiap order produksi
Contoh : by angkutan bahan baku dalam pabrik, by inspeksi,by oreder
pembelian,by setup cost : merupakan by yang dikeluarkan untuk
menyiapkan mesin dan ekuipmen sebelum suatu oerder produksi diproses.


4. Product Sustaining Activity cost
Biaya ini berhubungan dengan penelitian dan pengembangan produk tertentu
dan biaya-biaya untuk mempertahankan produk agar tetap dipasarkan.
Biaya ini tidak terpengaruh oleh jumlah unit produk yang diproduksi dan
jumlah batch produksi yang dilaksanakan oleh divisi penjual.
Biaya ini dibebankan kepada produk berdasarkan taksiran jumlah unit
produk tertentu yang akan dihasilkan selama umur produk tersebut
(Product Life Cycle)
Contoh: biaya desain produk, desain proses pengolahan produk , pengujian
produk.


5. Facility Sustaining Activity Costs
Biaya ini berhubungan dengan dengan kegiatan untuk mempertahankan
kapasitas yang dimiliki oleh perusahaan.
Biaya ini dibebankan kepada produk atas dasar taksiran unit produk yang
dihasilakan pada kapasitas normal divisi penjual.
Contoh : Biaya depresiasi dan amortisasi, biaya asuransi, biaya gaji.


5.Manfaat Informasi Akuntansi penuh


1.Pelaporan Keuangan
Pihak Intern
1. Manajemen Puncak
2. Tidak Harus sesuai dengan prinsip akuntansi yang lazim
3. Pendapatan penuh terdiri dari pendapatan yang diperoleh dari
penjualan produk dan jasa kepada pihak luar dan antar divisi /
intern perusahaan.
4. Pendapatan penuh dan biaya penuh dapat disajikan dengan metode
Full & Variable costing
5. Biaya penuh terdiri dari biaya langsung divisi ditambah dengan
biaya biaya kantor pusat yang dialokasikan kepada divisi.
Pihak ekstern
1. Perusahaan lain dan publik
2. Harus sesuai dengan prinsip yang lazim
3. Pendapatan penuh dan biaya penuh harus disesuaikan dengan
prinsip akuntansi yang lazim dan disajikan dengan metode Full
costing


2.Analisis kemampuan menghasilkan laba (profitability analysis)
Untuk mengukur kemampuan menghasilkan laba dihitung dengan :
a. Return On Investment/ROI/kembalian investasi :
Pendapatan penuh – Biaya penuh
Aktiva Penuh


b. Residual Income / RI
Pendapatan Penuh Rp. XX
Biaya Penuh Rp. XX -
Laba bersih Rp. XX
Beban modal= y% X aktiva penuh Rp. XX-
Residual Income Rp. XX

3.Jawaban atas pertanyaan " berapa biaya yang telah dikeluarkan untuk
sesuatu ?
Peranan biaya penuh bagi manajemen dalam :
a. Evaluasi konsumsi sumberdaya yang dikorbanakan untuk sesuatu
b. Struktur biaya perusahaan pesaing
c. Pengambilan keputusan membeli / membuat sendiri
d. Penentuan harga jual produk/jasa
e. Biaya aktivitas bukan penambah nilai
f. Biaya daur hidup produk/jasa
g. Biaya mutu
h. Cost reimburstment
i. Inventory costing
4. Penentuan harga jual dalam Cost-type contract
Cost Type Contract : kontrak pembuatan produk/jasa, pihak pembeli
setuju membeli produk/jasa dadasarkan pada total biaya sesungguhnya
oleh produsen ditambah laba sebesar presentase dari total biaya
sesungguhnya.


Biaya Penuh sesungguhnya XX
Laba % (XX) XY +
Harga yang harus dibayar pembeli Z


5. Penyusunan Program
Adalah : Proses pengambilan keputusan mengenai program-program yang
dilaksanakan oleh organisasi dan penaksiran jumlah sumber daya yang
akan dialokasikan kepada setiap program tersebut.


6. Penentuan harga jual normal


Harga jual = By.Produksi +By. Non Produksi + Laba yang diharapkan


Dengan pendekatan Full Costing, harga jual dihitung dengan rumus :


By.Non Produksi + Laba yang diharapkan
Mark Up = ---------------------------------------------------------
By. Produksi


By.Non Produksi + ( Y% X aktiva penuh )
Mark Up = ---------------------------------------------------------
By. Produksi




Harga jual = By.Produksi + Mark Up


Dengan pendekatan Variable Costing, rumus penentuan harga jual sbb :


Harga jual = By.Variabel + By.tetap + laba yang diharapkan
Biaya tetap + ( Y% X aktiva penuh )
Mark Up = ---------------------------------------------------------
By. Variabel


Hasil penjualan :
Harga jual perunit X volume XX
Biaya Variabel:
Biaya varibel perunit X volume XX Dasar
Harga
Laba kontribusi XX
Biaya tetap XX Mark up
Laba bersih yang diinginkan XX
Penentuan Harga jual Normal :
a. Full Costing : Biaya penuh terdiri
dari by.Produksi dan By. Non Produksi
b.Variable Costing : Biaya penuh terdiri dari by. Variabel dan by.
tetap

7. Penentuan harga transfer
1.Transfer atas biaya (Cost-based transfer price)
2.Transfer atas dasar harga pasar (market-based transfer price)


8. Penentuan harga jual yang ditentukan dengan peraturan pemerintah.
Listrik,air,telp,telegraf
Berdasar by penuh masa datang + laba yang diharapkan

Contoh :
Untuk menghasilkan air diperlukan investasi sebesar Rp. 2.000.000.000
untuk pembelian mesin & ekuipmen serta modal kerja. Taksiran biaya
produksi air Rp. 300/liter. Volume produksi Rp. 50.000.000/thn. By.Non
produksi (By. Pemasaran + By.Adm +umum) Rp. 1.100.000.000. Laba wajar
20 % dari investasi.
Ditanya:
Harga jual dan bukti perhitungan harga jual yang menghasilkan
kembalian investasi semula
Jawab:
By.Adm+umum+By.Pemasaran + Laba yang diharapkan
1. Presentase Mark Up = -----------------------------------------------
-----------------------
By.Prod penuh/unit X Volume produksi dlm
unit


1.100.000.000 + (20% X 2.000.000.000)
= ------------------------------------------------
----
Rp. 300 X 50.000.000 unit
= 10 %

Harga jual air /liter dihitung sbb :
By. Produksi air per liter = Rp. 300
Mark Up 100% X Rp. 300 = Rp. 30
Target harga jual air / liter Rp. 330

2. Perusahaan air bersih X
Lap.L/R projeksi Thn 20X1




Target pendapatan penjualan 50 jt X Rp. 330 Rp.
16.500.000.000
Taksiran By. Produksi 50 Jt X Rp.330 Rp.
15.000.000.000
Laba bruto Rp. 1.500.000.000
By. Adm & umum Rp. 1.100.000.000
Rp. 400.000.000
Aktiva penuh 2.000.000.000
Kembalian aktiva 20 %







Daftar Pustaka :
1. Mulyadi. Akuntansi Biaya. Edisi 5. Bagian Penerbitan Sekolah Tinggi Ilmu
Ekonomi YKPN. 1992
-----------------------


















(By.Tahap desain & pengembangan) +( by tahap produksi) +(By dukungan
logostik) =
(By.desain+ By.pengujian produk) +(By. Facility sustaining activity cost +
By.product sustaining activity cost + batch –related activity cost + unit
level activity cost ) + ( By.iklan+ By.distribusi + By. Garansi produk )


Total Biaya produksi + Total biaya Non Produksi =
( By.Bhn Baku + By. Tenaga kerja Langsung + By Overhead Tetap + By.
Overhead Variabel ) + By.Adm & Umum + By.Pemasaran

(Total Biaya produksi Var + Total biaya Non Produksi Var )+Tot.By.tetap =
( By.Bhn Baku+ By.Tenaga kerja Langsung + By Overhead Variabel + By.Adm &
umum Var.+ By.pemasaran Var. ) + By. Tetap (By.overhead pabrik tetap+by.Adm
& umum tetap + By. Pemasaran tetap )


Deskripsi

PEMBAHASAN VI
INFORMASI AKUNTANSI PENUH

I. 1. Konsep Informasi Akuntansi Penuh

Selalu bersangkutan dengan objek informasi, berupa : produk, keluarga
produk, aktifitas, departemen, divisi perusahaan secara keseluruhan.
Informasi akuntansi penuh :
Seluruh aktiva, seluruh pendapatan yang diperoleh atau seluruh sumber
yang dikorbankan suatu objek informasi.
Jadi dapat ditarik kesimpulan , Informasi Akuntansi penuh :
1. Unsur yang membentuk informasi akuntansi penuh adalah total aktiva,
total pendapatan dan total biaya.
Inf.Akt. penuh berupa aktiva disebut Aktiva penuh (Full Assets)
Inf.Akt. penuh berupa pendapatan disebut Pendapatan penuh (Full Revenues)
Inf.Akt. penuh berupa seluruh sumber yang dikorbankan disebut Biaya penuh
(Full Costs)
2. Informasi akuntansi selalu berhubungan dengan objek informasi
Dalam hubungannya dengan objek informasi, informasi akuntansi penuh
merupakan informasi akuntansi langsung ditambah dengan informasi tidak
langsung yang terjadi dalam objek informasi .
Jika informasi akuntansi penuh berupa aktiva, maka aktiva penuh adalah :
aktiva lansung ditambah dengan aktiva tidak langsung yang berhubungan
dengan objek informasi.
Jika informasi akuntansi penuh berupa pendapatan, maka pendapatan penuh
adalah : pendapatan lansung ditambah dengan pendapatan tidak langsung
yang berhubungan dengan objek informasi.
Jika informasi akuntansi penuh berupa biaya, maka biaya penuh adalah :
biaya lansung ditambah dengan biaya tidak langsung yang berhubungan
dengan objek informasi.


2.Perbedaan Full Accounting Information, Full Costs dan Full Costing

Full Accounting Inf. Terdiri dari unsur : Full Assets, Full Revenues
dan Full Costs.
Full Cost merupakan salah satu unsur dari Full Acc.Inf.
Full Cost merupakan total biaya yang bersangkutan dengan objek
informasi . Jika objek informasi berupa produk, maka full cost
merupakan total biaya yang bersangkutan dengan produk tersebut.
Perhitungan full cost suatu produk dipengaruhi oleh metode penentuan
kos produk yang digunakan : Full costing, variable costing, activity
based costing.
Full costing : merupakan salah satu metode penentuan biaya produk, yang
membebankan seluruh biaya yang berperilaku variabel maupun tetap.
Jika perusahaan menggunakan pendekatan Full costing dalam penentuan
biaya produksinya maka Full Cost:





Full Cost dengan metode penentuan cost produk " Full Costing "


. Variable costing :merupakan salah satu metode penentuan biaya produk,
yang membebankan hanya biaya yang berperilaku variabel.
Jika perusahaan menggunakan pendekatan Variable costing dalam penentuan
biaya produksinya maka Full Cost:






" Full Cost dengan metode penentuan cost produk " Variable
Costing "


3.Activity Based Costing


Merupakan metode penentuan kost produk (product Costing) yang
ditujukan untuk mengajukan informasi harga produk secara cermat bagi
kepentingan manajemen dengan mengukur secara cermat konsumsi
sumberdaya dalam setiap aktivitas yang digunakan untuk menghasilkan
produk.
Dengan pendekatan activity-based costing, aktivitas pembuatan produk
dibagi menjadi tiga fase: Fase desain dan pengembangan, fase produksi
dan fase dukungan logistik (logistic support )
Jika Perusahaan menggunakan pendekatan activity – based costing dalam
penentuan total produksinya maka full cost of product mencakup :







" Full Cost dengan metode penentuan cost produk " Activity based
costing "

4.Perbedaan Conventional costing method dengan Activity based costing


Full cost dan Variable cost, merupakan metode penentuan kost produk
konvensional,yang dirancang berdasarkan kondisi teknologi masa lalu.
Activity- based costing, mempergunakan teknologi informasi dalam
proses pengolahan produk dan pengolahan informasi keuangan.
"Full Costing "Variable Costing "Activity-Based Costing "
"Biaya Produksi "By. Variabel "Unit-level activity "
" " " "
"By.Adm& umum " "Batch –related activity "
" " "cost "
" " "Product-sustaining "
"By.pemasaran "By.Tetap "activity cost "
" " " "
" " "Facility-sustaining "
" " "activity cost "

Gb. Perbedaan unsur biaya produk dalam pendekatan Full Costing,Variable
costing, dan Activity Based Costing

" "Conventional costing method "Activity Based Costing "
"Tujuan "Inventory Valuation "Product Costing "
" " " "
"Lingkup "Tahap pruduksi "Tahap desain, tahap "
" " "produksi, dan tahap "
" " "dukungan logistik "
"Fokus "By bahan baku, by tenaga kerja " "
" "langsung "Biaya overhead pabrik "
"Periode " " "
" "Periode akuntansi "Daur hidup produk "
"Teknologi Informasi" " "
"Yang Digunakan "Metode manual "Komputer telekomunikasi "




Gb. Perbedaan Conventional Costing Method dengan Activity –Based Costing
Method

Rincian biaya setiap jenis aktivitas desain, produksi distribusi produk
dalam lingkungan manufaktur maju adalah sbb:
1. Unit level Activity Costs
Biaya ini dipengaruhi oleh jumlah unit produk
Biaya ini dibebankan kepada produk berdasarkan jumlah unit produk yang
dihasilkan.
Contoh : Biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, biaya energi dan
biaya bahan baku


3. Batch Related Activity Costs
Biaya ini berhubungan dengan jumlah batch produk yang diproduksi
Besar kecilnya biaya ini tergantung dari frekuensi order produksi yang
diolah oleh fungsi produksi
Biaya ini tidak dipengaruhi oleh jumlah unit produk yang diproduksi
dalam setiap order produksi
Contoh : by angkutan bahan baku dalam pabrik, by inspeksi,by oreder
pembelian,by setup cost : merupakan by yang dikeluarkan untuk
menyiapkan mesin dan ekuipmen sebelum suatu oerder produksi diproses.


4. Product Sustaining Activity cost
Biaya ini berhubungan dengan penelitian dan pengembangan produk tertentu
dan biaya-biaya untuk mempertahankan produk agar tetap dipasarkan.
Biaya ini tidak terpengaruh oleh jumlah unit produk yang diproduksi dan
jumlah batch produksi yang dilaksanakan oleh divisi penjual.
Biaya ini dibebankan kepada produk berdasarkan taksiran jumlah unit
produk tertentu yang akan dihasilkan selama umur produk tersebut
(Product Life Cycle)
Contoh: biaya desain produk, desain proses pengolahan produk , pengujian
produk.


5. Facility Sustaining Activity Costs
Biaya ini berhubungan dengan dengan kegiatan untuk mempertahankan
kapasitas yang dimiliki oleh perusahaan.
Biaya ini dibebankan kepada produk atas dasar taksiran unit produk yang
dihasilakan pada kapasitas normal divisi penjual.
Contoh : Biaya depresiasi dan amortisasi, biaya asuransi, biaya gaji.


5.Manfaat Informasi Akuntansi penuh


1.Pelaporan Keuangan
Pihak Intern
1. Manajemen Puncak
2. Tidak Harus sesuai dengan prinsip akuntansi yang lazim
3. Pendapatan penuh terdiri dari pendapatan yang diperoleh dari
penjualan produk dan jasa kepada pihak luar dan antar divisi /
intern perusahaan.
4. Pendapatan penuh dan biaya penuh dapat disajikan dengan metode
Full & Variable costing
5. Biaya penuh terdiri dari biaya langsung divisi ditambah dengan
biaya biaya kantor pusat yang dialokasikan kepada divisi.
Pihak ekstern
1. Perusahaan lain dan publik
2. Harus sesuai dengan prinsip yang lazim
3. Pendapatan penuh dan biaya penuh harus disesuaikan dengan
prinsip akuntansi yang lazim dan disajikan dengan metode Full
costing


2.Analisis kemampuan menghasilkan laba (profitability analysis)
Untuk mengukur kemampuan menghasilkan laba dihitung dengan :
a. Return On Investment/ROI/kembalian investasi :
Pendapatan penuh – Biaya penuh
Aktiva Penuh


b. Residual Income / RI
Pendapatan Penuh Rp. XX
Biaya Penuh Rp. XX -
Laba bersih Rp. XX
Beban modal= y% X aktiva penuh Rp. XX-
Residual Income Rp. XX

3.Jawaban atas pertanyaan " berapa biaya yang telah dikeluarkan untuk
sesuatu ?
Peranan biaya penuh bagi manajemen dalam :
a. Evaluasi konsumsi sumberdaya yang dikorbanakan untuk sesuatu
b. Struktur biaya perusahaan pesaing
c. Pengambilan keputusan membeli / membuat sendiri
d. Penentuan harga jual produk/jasa
e. Biaya aktivitas bukan penambah nilai
f. Biaya daur hidup produk/jasa
g. Biaya mutu
h. Cost reimburstment
i. Inventory costing
4. Penentuan harga jual dalam Cost-type contract
Cost Type Contract : kontrak pembuatan produk/jasa, pihak pembeli
setuju membeli produk/jasa dadasarkan pada total biaya sesungguhnya
oleh produsen ditambah laba sebesar presentase dari total biaya
sesungguhnya.


Biaya Penuh sesungguhnya XX
Laba % (XX) XY +
Harga yang harus dibayar pembeli Z


5. Penyusunan Program
Adalah : Proses pengambilan keputusan mengenai program-program yang
dilaksanakan oleh organisasi dan penaksiran jumlah sumber daya yang
akan dialokasikan kepada setiap program tersebut.


6. Penentuan harga jual normal


Harga jual = By.Produksi +By. Non Produksi + Laba yang diharapkan


Dengan pendekatan Full Costing, harga jual dihitung dengan rumus :


By.Non Produksi + Laba yang diharapkan
Mark Up = ---------------------------------------------------------
By. Produksi


By.Non Produksi + ( Y% X aktiva penuh )
Mark Up = ---------------------------------------------------------
By. Produksi




Harga jual = By.Produksi + Mark Up


Dengan pendekatan Variable Costing, rumus penentuan harga jual sbb :


Harga jual = By.Variabel + By.tetap + laba yang diharapkan
Biaya tetap + ( Y% X aktiva penuh )
Mark Up = ---------------------------------------------------------
By. Variabel


Hasil penjualan :
Harga jual perunit X volume XX
Biaya Variabel:
Biaya varibel perunit X volume XX Dasar
Harga
Laba kontribusi XX
Biaya tetap XX Mark up
Laba bersih yang diinginkan XX
Penentuan Harga jual Normal :
a. Full Costing : Biaya penuh terdiri
dari by.Produksi dan By. Non Produksi
b.Variable Costing : Biaya penuh terdiri dari by. Variabel dan by.
tetap

7. Penentuan harga transfer
1.Transfer atas biaya (Cost-based transfer price)
2.Transfer atas dasar harga pasar (market-based transfer price)


8. Penentuan harga jual yang ditentukan dengan peraturan pemerintah.
Listrik,air,telp,telegraf
Berdasar by penuh masa datang + laba yang diharapkan

Contoh :
Untuk menghasilkan air diperlukan investasi sebesar Rp. 2.000.000.000
untuk pembelian mesin & ekuipmen serta modal kerja. Taksiran biaya
produksi air Rp. 300/liter. Volume produksi Rp. 50.000.000/thn. By.Non
produksi (By. Pemasaran + By.Adm +umum) Rp. 1.100.000.000. Laba wajar
20 % dari investasi.
Ditanya:
Harga jual dan bukti perhitungan harga jual yang menghasilkan
kembalian investasi semula
Jawab:
By.Adm+umum+By.Pemasaran + Laba yang diharapkan
1. Presentase Mark Up = -----------------------------------------------
-----------------------
By.Prod penuh/unit X Volume produksi dlm
unit


1.100.000.000 + (20% X 2.000.000.000)
= ------------------------------------------------
----
Rp. 300 X 50.000.000 unit
= 10 %

Harga jual air /liter dihitung sbb :
By. Produksi air per liter = Rp. 300
Mark Up 100% X Rp. 300 = Rp. 30
Target harga jual air / liter Rp. 330

2. Perusahaan air bersih X
Lap.L/R projeksi Thn 20X1




Target pendapatan penjualan 50 jt X Rp. 330 Rp.
16.500.000.000
Taksiran By. Produksi 50 Jt X Rp.330 Rp.
15.000.000.000
Laba bruto Rp. 1.500.000.000
By. Adm & umum Rp. 1.100.000.000
Rp. 400.000.000
Aktiva penuh 2.000.000.000
Kembalian aktiva 20 %







Daftar Pustaka :
1. Mulyadi. Akuntansi Biaya. Edisi 5. Bagian Penerbitan Sekolah Tinggi Ilmu
Ekonomi YKPN. 1992
-----------------------


















(By.Tahap desain & pengembangan) +( by tahap produksi) +(By dukungan
logostik) =
(By.desain+ By.pengujian produk) +(By. Facility sustaining activity cost +
By.product sustaining activity cost + batch –related activity cost + unit
level activity cost ) + ( By.iklan+ By.distribusi + By. Garansi produk )


Total Biaya produksi + Total biaya Non Produksi =
( By.Bhn Baku + By. Tenaga kerja Langsung + By Overhead Tetap + By.
Overhead Variabel ) + By.Adm & Umum + By.Pemasaran

(Total Biaya produksi Var + Total biaya Non Produksi Var )+Tot.By.tetap =
( By.Bhn Baku+ By.Tenaga kerja Langsung + By Overhead Variabel + By.Adm &
umum Var.+ By.pemasaran Var. ) + By. Tetap (By.overhead pabrik tetap+by.Adm
& umum tetap + By. Pemasaran tetap )
Lihat lebih banyak...

Komentar

Hak Cipta © 2017 CARIDOKUMEN Inc.