Penghalang Mendapatkan Kebenaran

December 23, 2017 | Author: Daday Hidayat | Category: Islamic Studies, Islam, Fıkıh, Kebenaran, Manhaj Dakwah
Share Embed


Deskripsi Singkat

Penghalang Mendapat Kebenaran
]Indonesia – Indonesian – [ إندونيسي













Syaikh Muhammad Ahmad Muhammad al-'Ammar











Terjemah : Muhammad Iqbal A. Gazali


Editor : Eko Haryanto Abu Ziyad






2013 - 1434


موانع الخلق من قبول الحق
« باللغة الإندونيسية »





الشيخ محمد بن أحمد بن محمد العمار






ترجمة: محمد إقبال أحمد غزالي
مراجعة: أبو زياد إيكو هاريانتو





2013 - 1434


Penghalang Mendapat Kebenaran



Segala puji bagi Allah subhanahu wa ta'ala semata, shalawat dalam
salam semoga selalu tercurah kepada Nabi yang tidak ada nabi sesudahnya.

Ini adalah sebelas penghalang manusia menerima kebenaran, siapa yang
mengetahuinya ia bisa menolaknya dan siapa yang tidak mengetahuinya ia
mengikutinya.

Penghalang pertama: sombong. Firman Allah subhanahu wa ta'ala:

قال الله تعالى : سَأَصْرِفُ عَنْ آيَاتِيَ الَّذِينَ يَتَكَبَّرُونَ فِي الأَرْضِ بِغَيْرِ الْحَقِّ وَإِن يَرَوْاْ
كُلَّ آيَةٍ لاَّ يُؤْمِنُواْ بِهَا وَإِن يَرَوْاْ سَبِيلَ الرُّشْدِ لاَ يَتَّخِذُوهُ سَبِيلاً وَإِن يَرَوْاْ سَبِيلَ الْغَيِّ
يَتَّخِذُوهُ سَبِيلاً ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ كَذَّبُواْ بِآيَاتِنَا وَكَانُواْ عَنْهَا غَافِلِينَ (الأعراف : 146)
Aku memalingkan orang-orang yang menyombongkan dirinya di muka bumi tanpa
alasan yang benar dari tanda-tanda kekuasaan-Ku. Mereka jika melihat tiap-
tiap ayat(Ku), mereka tidak berfirman kepadanya. Dan jika mereka melihat
jalan yang membawa kepada petunjuk, mereka tak mau menempuhnya. Yang
demikian itu adalah karena mereka mendustakan ayat-ayat Kami dan mereka
selalu lalai dari padanya. (QS. al-A'raf:146)
Contoh penjelasan di atas:

Contoh pertama: Iblis. Firman Allah subhanahu wa ta'ala:

قال الله تعالى : فَسَجَدَ الْمَلَائِكَةُ كُلُّهُمْ أَجْمَعُونَ73 إِلَّا إِبْلِيسَ اسْتَكْبَرَ وَكَانَ مِنْ
الْكَافِرِينَ 74 ( ص : 74-73)
Lalu seluruh malaikat-malaikat itu sujud semuanya * Kecuali iblis; dia
menyombongkan diri dan adalah dia termasuk orang-orang yang kafir. (QS.
Shaad:73-74)
Contoh kedua: Yahudi. Firman Allah subhanahu wa ta'ala:

قال تعالى: أَفَكُلَّمَا جَاءكُمْ رَسُولٌ بِمَا لاَ تَهْوَى أَنفُسُكُمُ اسْتَكْبَرْتُمْ فَفَرِيقاً كَذَّبْتُمْ
وَفَرِيقاً تَقْتُلُونَ (البقرة: 87)
Apakah setiap datang kepadamu seorang rasul membawa sesuatu (pelajaran)
yang tidak sesuai dengan keinginanmu lalu kamu menyombong; maka beberapa
orang (di antara mereka) kamu dustakan dan beberapa orang (yang lain) kamu
bunuh. (QS. Al-Baqarah: 87)
Contoh ketiga: orang-orang musyrik. Firman Allah subhanahu wa ta'ala:

. قال تعالى : إِنَّهُمْ كَانُوا إِذَا قِيلَ لَهُمْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ يَسْتَكْبِرُونَ (الصافات:
35)
Sesungguhnya mereka dahulu apabila dikatakan kepada mereka:"Laa ilaaha
illallah" (Tiada Ilah yang berhak disembah melainkan Allah) mereka
menyombongkan diri. (QS. ash-Shaaffat:35)
Contoh Keempat: Walid. Firman Allah subhanahu wa ta'ala:

قال تعالى : ثُمَّ أَدْبَرَ وَاسْتَكْبَرَ [ المدثر: 23 ]
kemudian dia berpaling (dari kebenaran) dan menyombongkan diri, (QS. al-
Mudatstsir:23)
Contoh Kelima: orang kafir dan ahli bid'ah, mereka memperdebatkan al-Qur`an
karena sombong. Firman Allah subhanahu wa ta'ala:

قال تعالى: إِنَّ الَّذِينَ يُجَادِلُونَ فِي آيَاتِ اللَّهِ بِغَيْرِ سُلْطَانٍ أَتَاهُمْ إِن فِي صُدُورِهِمْ
إِلَّا كِبْرٌ مَّا هُم بِبَالِغِيهِ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ (غافر : 56)
Sesungguhnya orang-orang yang memperdebatkan tentang ayat-ayat Allah tanpa
alasan yang sampai kepada mereka tidak ada dalam dada mereka melainkah
hanyalah (keinginan akan) kebesaran yang mereka sekali-kali tiada akan
mencapainya, maka mintalah perlindungan kepada Allah.Sesungguhnya Dia Maha
Mendengar lagi Maha Melihat. (QS. Ghafir :56)


Penghalang kedua: iri dengki. Firman Allah subhanahu wa ta'ala:

قال تعالى : أَمْ يَحْسُدُونَ النَّاسَ عَلَى مَا آتَاهُمُ اللّهُ مِن فَضْلِهِ (النساء : 54)

Ataukah mereka dengki kepada manusia (Muhammad) lantaran karunia yang Allah
telah berikan kepadanya.. (QS. an-Nisa`:54)
Contoh penjelasan di atas.

Contoh pertama: Iblis. Firman Allah subhanahu wa ta'ala:

قال تعالى: وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلآئِكَةِ اسْجُدُواْ لآدَمَ فَسَجَدُواْ إَلاَّ إِبْلِيسَ قَالَ أَأَسْجُدُ لِمَنْ
خَلَقْتَ طِيناً 61 قَالَ أَرَأَيْتَكَ هَـذَا الَّذِي كَرَّمْتَ عَلَيَّ لَئِنْ أَخَّرْتَنِ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ
لأَحْتَنِكَنَّ ذُرِّيَّتَهُ إَلاَّ قَلِيلاً (الإسراء: 61-62)

Dan (ingatlah), tatkala Kami berfirman kepada malaikat:"Sujudlah kamu semua
kepada Adam", lalu mereka sujud kecuali iblis. Dia berkata:"Apakah aku akan
sujud kepada orang yang Engkau ciptakan dari tanah" * ia (iblis)
berkata:"Terangkanlah kepadaku inikah orangnya yang Engkau muliakan atas
diriku Sesungguhnya jika Engkau memberi tangguh kepadaku sampai hari
kiamat, niscaya benar-benar akan aku sesatkan keturunannya, kecuali
sebahagian kecil". (QS. al-Isra`:61-62)
Firman Allah subhanahu wa ta'ala:

و قال تعالى: قَالَ مَا مَنَعَكَ أَلاَّ تَسْجُدَ إِذْ أَمَرْتُكَ قَالَ أَنَاْ خَيْرٌ مِّنْهُ خَلَقْتَنِي مِن نَّارٍ
وَخَلَقْتَهُ مِن طِينٍ (الأعراف: 12)

Allah berfirman:"Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) di
waktu Aku menyuruhmu". Menjawab iblis:"Saya lebih baik daripadanya: Engkau
ciptakan saya dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah". (QS. Al-
A'raaf:12)
Contoh kedua: Yahudi. Firman Allah subhanahu wa ta'ala:

قال تعالى : وَدَّ كَثِيرٌ مِّنْ أَهْلِ الْكِتَابِ لَوْ يَرُدُّونَكُم مِّن بَعْدِ إِيمَانِكُمْ كُفَّاراً حَسَداً مِّنْ
عِندِ أَنفُسِهِم مِّن بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمُ الْحَقُّ (البقرة :109)

Sebagian besar Ahli Kitab menginginkan agar mereka dapat mengembalikan kamu
kepada kekafiran setelah kamu beriman, karena dengki yang (timbul) dari
diri mereka sendiri, setelah nyata bagi mereka kebenaran. Maka ma'afkanlah
dan biarkanlah mereka, sampai Allah mendatangkan perintah-Nya. Sesungguh-
Nya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. (QS. 2:109)
Contoh Ketiga: Qabil. Firman Allah subhanahu wa ta'ala:

قال تعالى: وَاتْلُ عَلَيْهِمْ نَبَأَ ابْنَيْ آدَمَ بِالْحَقِّ إِذْ قَرَّبَا قُرْبَاناً فَتُقُبِّلَ مِن أَحَدِهِمَا
وَلَمْ يُتَقَبَّلْ مِنَ الآخَرِ قَالَ لَأَقْتُلَنَّكَ قَالَ إِنَّمَا يَتَقَبَّلُ اللّهُ مِنَ الْمُتَّقِينَ (المائدة:
27)

Ceritakanlah kepada mereka kisah kedua putera Adam (Habil dan Qabil)
menurut yang sebenarnya, ketika keduanya mempersembahkan korban, maka
diterima salah seorang dari mereka berdua (Habil) dan tidak diterima dari
yang lain(Qabil). Ia berkata (Qabil):"Aku pasti membunuhmu!". Berkata
Habil:"Sesungguhnya Allah hanya menerima (korban) dari orang-orang yang
bertaqwa". (QS. al-Maidah:27)


Penghalang Ketiga: mengikuti hawa nafsu. Firman Allah subhanahu wa ta'ala:

قال تعالى : فَإِن لَّمْ يَسْتَجِيبُوا لَكَ فَاعْلَمْ أَنَّمَا يَتَّبِعُونَ أَهْوَاءهُمْ (القصص:50)

Maka jika mereka tidak menjawab (tantanganmu), ketahuilah bahwa
sesungguhnya mereka hanyalah mengikuti hawa nafsu mereka (belaka). (QS.
28:50)
Contoh penjelasan di atas:

Contoh pertama: seorang ulama bani Israel. Firman Allah subhanahu wa
ta'ala:

قال تعالى : وَاتْلُ عَلَيْهِمْ نَبَأَ الَّذِيَ آتَيْنَاهُ آيَاتِنَا فَانسَلَخَ مِنْهَا فَأَتْبَعَهُ الشَّيْطَانُ
فَكَانَ مِنَ الْغَاوِينَ وَلَوْ شِئْنَا لَرَفَعْنَاهُ بِهَا وَلَـكِنَّهُ أَخْلَدَ إِلَى الأَرْضِ وَاتَّبَعَ هَوَاهُ
(الأعراف :176-175)

Dan bacakanlah kepada mereka berita orang yang telah Kami berikan kepadanya
ayat-ayat Kami (pengetahuan tentang isi Al-Kitab), kemudian dia melepaskan
diri dari pada ayat-ayat itu, lalu dia diikuti oleh syaitan (sampai dia
tergoda), maka jadilah dia termasuk orang-orang yang sesat. * Dan kalau
Kami menghendaki, sesungguhnya Kami tinggikan (derajat)nya dengan ayat-ayat
itu, tetapi dia cenderung kepada dunia dan menurutkan hawa nafsunya yang
rendah,. (QS. Al-A'raaf:175-176)
Contoh Kedua: orang-orang musyrik. Firman Allah subhanahu wa ta'ala:

قال تعالى : أَفَرَأَيْتَ مَنِ اتَّخَذَ إِلَهَهُ هَوَاهُ (الجاثية :23)

Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai
ilahnya (QS. Al-Jatsiyah:23)
وقال تعالى : وَلَا تُطِعْ مَنْ أَغْفَلْنَا قَلْبَهُ عَن ذِكْرِنَا وَاتَّبَعَ هَوَاهُ وَكَانَ أَمْرُهُ فُرُطاً
(الكهف : 28)

...dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari
mengingat Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu
melewati batas. (QS. Al-Kahfi:28)
وقال تعالى: فَلاَ يَصُدَّنَّكَ عَنْهَا مَنْ لاَ يُؤْمِنُ بِهَا وَاتَّبَعَ هَوَاهُ فَتَرْدَى (طه: 16)

Maka sekali-kali janganlah kamu dipalingkan daripadanya oleh yang tidak
beriman kepadanya dan oleh orang yang mengikuti hawa nafsunya, yang
menyebabkan kamu binasa". (QS. Thaha:16)


Penghalang keempat: pengagungan dan panatisme terhadap makhluk, bukan
terhadap kebenaran. Contoh-contohnya adalah:

Contoh pertama: pengagungan dan panatisme terhadap seseorang. Firman Allah
subhanahu wa ta'ala:

قال تعالى : وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ تَعَالَوْاْ إِلَى مَا أَنزَلَ اللّهُ وَإِلَى الرَّسُولِ قَالُواْ حَسْبُنَا
مَا وَجَدْنَا عَلَيْهِ آبَاءنَا أَوَلَوْ كَانَ آبَاؤُهُمْ لاَ يَعْلَمُونَ شَيْئاً وَلاَ يَهْتَدُونَ (المائدة
: 104)

Apabila dikatakan kepada mereka:"Marilah mengikuti apa yang diturunkan
Allah dan mengikuti Rasul". Mereka menjawab:"Cukuplah untuk kami apa yang
kamu dapati bapak-bapak kami mengerjakannya". Dan apakah mereka akan
mengikuti juga nenek moyang mereka walaupun nenek moyang mereka itu tidak
mengetahui apa-apa dan tidak (pula) mendapat petunjuki (QS. al-Maidah:104)
Mereka mengikuti jejak para leluhur, bukan mengikuti para nabi. Firman
Allah subhanahu wa ta'ala:

قال تعالى : إ ِنَّهُمْ أَلْفَوْا آبَاءهُمْ ضَالِّينَ{69} فَهُمْ عَلَى آثَارِهِمْ يُهْرَعُونَ{70} وَلَقَدْ ضَلَّ
قَبْلَهُمْ أَكْثَرُ الْأَوَّلِينَ{71} (الصافات 069-71)

Karena sesungguhnya mereka mendapati bapak-bapak mereka dalam keadaan
sesat. *Lalu mereka sangat tergesa-gesa mengikuti jejak orang-orang tua
mereka itu. * Dan sesungguhnya telah sesat sebelumm mereka (Quraisy)
sebagian besar dari orang-orang yang dahulu, (QS. ash-Shaffat:69-71)
Jika para leluhur melakukan perbuatan keji, anak cucu juga melakukan yang
sama. Firman Allah subhanahu wa ta'ala:

قال تعالى: وَإِذَا فَعَلُواْ فَاحِشَةً قَالُواْ وَجَدْنَا عَلَيْهَا آبَاءنَا وَاللّهُ أَمَرَنَا بِهَا قُلْ
إِنَّ اللّهَ لاَ يَأْمُرُ بِالْفَحْشَاء أَتَقُولُونَ عَلَى اللّهِ مَا لاَ تَعْلَمُونَ (الأعراف: 28)

Dan apabila mereka melakukan perbuatan keji, mereka berkata:"Kami mendapati
nenek moyang kami mengerjakan yang demikian itu, dan Allah menyuruh kami
mengerjakannya. Katakanlah:"Sesungguhnya Allah tidak menyuruh (mengerjakan)
perbuatan yang keji". Mengapa kamu mengada-adakan terhadap Allah apa yang
tidak kamu ketahui. (QS. al-A'raf:28)
Dan jika para leluhur melakukan perbuatan syirik, anak cucu juga melakukan
hal yang sama. Firman Allah subhanahu wa ta'ala:

قال تعالى : إِذْ قَالَ لِأَبِيهِ وَقَوْمِهِ مَا هَذِهِ التَّمَاثِيلُ الَّتِي أَنتُمْ لَهَا عَاكِفُونَ قَالُوا
وَجَدْنَا آبَاءنَا لَهَا عَابِدِينَ (الأنبياء: 53-52)

(Ingatlah), ketika Ibrahim berkata kepada bapaknya dan kaumnya:"Patung-
patung apakah ini yang kamu tekun beribadat kepadanya?" * Mereka
menjawab:"Kami mendapati bapak-bapak kami menyembahnya". (QS. al-Anbiya`:52-
53)
Maka apa saja yang dilakukan oleh leluhur, dilakukan pula oleh para
keturunan. Firman Allah subhanahu wa ta'ala:

قال تعالى: قَالُوا بَلْ وَجَدْنَا آبَاءنَا كَذَلِكَ يَفْعَلُونَ (الشعراء : 74)

Mereka menjawab:"(bukan karena itu) sebenarnya kami mendapati nenek moyang
kami berbuat demikian". (QS. asy-Syu'ara:74)
Contoh kedua: panatik terhadap ulama. Firman Allah subhanahu wa ta'ala:

قَالَ تَعَالَى: اتَّخَذُواْ أَحْبَارَهُمْ وَرُهْبَانَهُمْ أَرْبَاباً مِّن دُونِ اللّهِ (التوبة: 31 )

Mereka menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka sebagai rabb-
rabb selain Allah, (QS. at-Taubah:31)
Firman Allah subhanahu wa ta'ala:

وَ قَالَ تَعَالَى: وَقَالُوا رَبَّنَا إِنَّا أَطَعْنَا سَادَتَنَا وَكُبَرَاءنَا فَأَضَلُّونَا السَّبِيلَا رَبَّنَا
آتِهِمْ ضِعْفَيْنِ مِنَ الْعَذَابِ وَالْعَنْهُمْ لَعْناً كَبِيراً (الأحزاب: 68)

Dan mereka berkata:"Ya Rabb Kami, sesungguhnya kami telah menta'ati
pemimpin-pemimpin dan pembesar-pembesar kami, lalu mereka menyesatkan kami
dari jalan (yang benar). (QS. 33:67)
Ya Rabb kami, timpakanlah kepada mereka azab dua kali lipat dan kutuklah
mereka dengan kutukan yang besar". (QS. al-Ahzaab:67-68)
Contoh ketiga: panatik terhadap makhluk bukan terhadap kebenaran, seperti
panatik terhadap mazhab atau negeri atau keturunan atau warna atau bahasa.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, ia berkata: Rasulullah shallallahu
'alaihi wa sallam bersabda:
قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: (( من قاتل تحت راية عمية يغضب لعصبة أو
يدعو إلى عصبة أو ينصر عصبة فقتل فقتلة جاهلية )) رواه مسلم
"Barangsiapa yang berperang di bawah bendera kebutaan, yaitu marah karena
kekerabatan, atau mengajak kepada kekerabatan, atau menolong karena
kekerabatan, lalu ia terbunuh maka ia terbunuh secara jahiliyah." HR.
Muslim.

Dan dari Jabir bin Abdullah radhiyallahu 'anhu, ia berkata: 'Kami berada
dalam satu peperangan, lalu seorang laki-laki dari kalangan muhajirin
memukul pantat seseorang dari kalangan anshar. Maka orang anshar tersebut
berkata: 'Wahai orang-orang anshar.' Dan orang muhajirin berseru: 'Wahai
orang-orang muhajirin.' Lalu Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam
mendengar hal itu seraya bersabda: 'Kenapa ada panggilan jahiliyah? Mereka
menjawab: 'Seorang laki-laki dari kaum muhajirin memukup pantat laki dari
kaum anshar.' Beliau shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: ((دعوها فإنها منتنة)) رواه بخارى

'Biarkanlah, sesungguhnya ia sesuatu yang busuk." HR. Al-Bukhari no. 4622(



Penghalang kelima: Merasa mulia dan angkuh. Firman Allah subhanahu wa
ta'ala:

قال تعالى : وَإِذَا قِيلَ لَهُ اتَّقِ اللّهَ أَخَذَتْهُ الْعِزَّةُ بِالإِثْمِ فَحَسْبُهُ جَهَنَّمُ وَلَبِئْسَ
الْمِهَادُ ( البقرة : 206)

Dan apabila dikatakan kepadanya:"Bertaqwalah kepada Allah", bangkitlah
kesombongannya yang menyebabkannya berbuat dosa. Maka cukuplah (balasannya)
neraka Jahannam. Dan sungguh neraka Jahannam itu tempat tinggal yang
seburuk-buruknya. (QS. 2:206)


Penghalang keenam: hamiyyah.

قال تعالى: إِذْ جَعَلَ الَّذِينَ كَفَرُوا فِي قُلُوبِهِمُ الْحَمِيَّةَ حَمِيَّةَ الْجَاهِلِيَّةِ (الفتح :
26)

Ketika orang-orang kafir menanamkan dalam hati mereka kesombongan (yaitu)
kesombongan jahiliyah (QS. al-Fath:26)


Penghalang ketujuh: nifaq. Firman Allah subhanahu wa ta'ala:

قال تعالى: وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ تَعَالَوْاْ إِلَى مَا أَنزَلَ اللّهُ وَإِلَى الرَّسُولِ رَأَيْتَ
الْمُنَافِقِينَ يَصُدُّونَ عَنكَ صُدُوداً (النساء : 61 )

Apabila dikatakan kepada mereka:"Marilah kamu (tunduk) kepada hukum yang
Allah telah turunkan dan kepada hukum Rasul", niscaya kamu lihat orang-
orang munafik menghalangi (manusia) dengan sekuat-kuatnya dari (mendekati)
kamu. (QS. 4:61)


Penghalang kedelapan: marah.

Dari Sulaiman bin Syard radhiyallahu 'anhu. Ia berkata: dua orang laki-
laki saling mencela di sisi Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, dan kami
sedang duduk di sisi beliau shallallahu 'alaihi wa sallam, salah seorang
dari keduanya mencela temannya sambil marah dan mukanya sudah merah padam.
Maka Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: 'Sesungguhnya aku
mengetahui satu kalimah yang jikalau ia mengatakannya niscaya hilang
kemarahan darinya, jika ia membaca: 'Aku berlindung kepada Allah subhanahu
wa ta'ala dari gangguan syetan yang terkutuk.' Mereka berkata kepada laki-
laki tersebut: 'Apakah engkau tidak mendengar apa yang disabdakan oleh Nabi
shallallahu 'alaihi wa sallam.' Ia menjawab: 'Sesungguhnya aku bukan orang
gila.'HR. al-Bukhari.

Penghalang ke sembilan: teman.

Firman Allah subhanahu wa ta'ala:

قال تعالى: وَيَوْمَ يَعَضُّ الظَّالِمُ عَلَى يَدَيْهِ يَقُولُ يَا لَيْتَنِي اتَّخَذْتُ مَعَ الرَّسُولِ سَبِيلاً
27 يَا وَيْلَتَى لَيْتَنِي لَمْ أَتَّخِذْ فُلَاناً خَلِيلاً28 لَقَدْ أَضَلَّنِي عَنِ الذِّكْرِ بَعْدَ إِذْ جَاءنِي
وَكَانَ الشَّيْطَانُ لِلْإِنسَانِ خَذُولاً ( الفرقان: 28-27)

Dan (ingatlah) hari (ketika) orang yang zalim itu menggigit dua tangannya,
seraya berkata:"Aduhai kiranya (dulu) aku mengambil jalan (yang lurus)
bersama Rasul. * Kecelakaan besarlah bagiku; kiranya aku (dulu) tidak
menjadikan si fulan jadi teman akrab(ku). (QS. Al-Furqan:27-28)


Penghalang kesepuluh: khawatir kehilangan kekuasaan, kedudukan dan
pengikut.

Dari Abdullah bin Abbas radhiyallahu 'anhu, bahwa Abu Sufyan
radhiyallahu 'anhu mengabarkan kepadanya bahwa Heraclius berkata: 'Sungguh
aku sudah mengetahui bahwa ia (nabi akhir zaman) pasti akan muncul namun
aku tidak pernah menduga bahwa ia berasal dari golonganmu. Maka jika aku
mengetahui bahwa bisa sampai kepadanya niscaya aku berusaha untuk
menemuinya. Jika aku berada di sisinya niscaya aku membersihkan kedua
kakinya. Lalu ia memanggil para pembesar Romawi di tempat peribadatannya di
Aleppo. Kemudian ia menyuruh pintu di tutup kemudian ia berpidato: 'Wahai
semua bangsa Romawi, maukah kalian mendapat keberuntungan dan petunjuk, dan
kerajaanmu tetap langgeng, maka kamu membai'at nabi ini.' Lalu mereka
berdesakan menuju pintu, ternyata pintu sudah dikunci. Maka tatkala ia
melihat berlarinya mereka dan tidak mau beriman, ia berkata: 'Kembalikan
mereka kepadaku dan berkata: Sesungguhnya aku mengatakan hal ini untuk
menguji kesungguhan kalian terhadap agama kalian, sungguh aku telah melihat
hal itu, lalu mereka sujud kepadanya dan ridha terhadapnya. Maka itulah
akhir berita Heraclius. ([1])

Penghalang Kesebelas: Perasaan

Dari Ibnu Syihab, ia berkata, Sa'id bin Musayyab mengabarkan kepadanya
dari bapaknya, ia menceritakan bahwa tatkala Abu Thalib hampir meninggal
dunia, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam datang kepadanya ternyata
di sampingnya ada Abu Jahal bin Hisyam dan Abdullah bin Abu Umayyah bin
Mughirah. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda kepada Abu
Thalib: Wahai pamanku, ucapkanlah 'laa ilaaha illallah' kalimat yang aku
bersaksi dengannya di sisi Allah subhanahu wa ta'ala. Abu Jahal dan
Abdullah bin Abi Umayyah berkata: Apakah engkau membenci agama Abdul
Muthalib? Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam senantiasa
menawarkan hal itu kepadanya dan keduanya mengulangi kalimat tersebut,
hingga akhirnya Abu Thalib berkata di akhir ucapannya bahwa ia tetap di
atas agama Abdul Muthalib dan enggan mengucapkan 'laa ilaaha illallah'.

Semoga shalawat selalu tercurah kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan
para sahabatnya.





-----------------------
([1])HR. Al-Bukhari no. 7


Deskripsi

Penghalang Mendapat Kebenaran
]Indonesia – Indonesian – [ إندونيسي













Syaikh Muhammad Ahmad Muhammad al-'Ammar











Terjemah : Muhammad Iqbal A. Gazali


Editor : Eko Haryanto Abu Ziyad






2013 - 1434


موانع الخلق من قبول الحق
« باللغة الإندونيسية »





الشيخ محمد بن أحمد بن محمد العمار






ترجمة: محمد إقبال أحمد غزالي
مراجعة: أبو زياد إيكو هاريانتو





2013 - 1434


Penghalang Mendapat Kebenaran



Segala puji bagi Allah subhanahu wa ta'ala semata, shalawat dalam
salam semoga selalu tercurah kepada Nabi yang tidak ada nabi sesudahnya.

Ini adalah sebelas penghalang manusia menerima kebenaran, siapa yang
mengetahuinya ia bisa menolaknya dan siapa yang tidak mengetahuinya ia
mengikutinya.

Penghalang pertama: sombong. Firman Allah subhanahu wa ta'ala:

قال الله تعالى : سَأَصْرِفُ عَنْ آيَاتِيَ الَّذِينَ يَتَكَبَّرُونَ فِي الأَرْضِ بِغَيْرِ الْحَقِّ وَإِن يَرَوْاْ
كُلَّ آيَةٍ لاَّ يُؤْمِنُواْ بِهَا وَإِن يَرَوْاْ سَبِيلَ الرُّشْدِ لاَ يَتَّخِذُوهُ سَبِيلاً وَإِن يَرَوْاْ سَبِيلَ الْغَيِّ
يَتَّخِذُوهُ سَبِيلاً ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ كَذَّبُواْ بِآيَاتِنَا وَكَانُواْ عَنْهَا غَافِلِينَ (الأعراف : 146)
Aku memalingkan orang-orang yang menyombongkan dirinya di muka bumi tanpa
alasan yang benar dari tanda-tanda kekuasaan-Ku. Mereka jika melihat tiap-
tiap ayat(Ku), mereka tidak berfirman kepadanya. Dan jika mereka melihat
jalan yang membawa kepada petunjuk, mereka tak mau menempuhnya. Yang
demikian itu adalah karena mereka mendustakan ayat-ayat Kami dan mereka
selalu lalai dari padanya. (QS. al-A'raf:146)
Contoh penjelasan di atas:

Contoh pertama: Iblis. Firman Allah subhanahu wa ta'ala:

قال الله تعالى : فَسَجَدَ الْمَلَائِكَةُ كُلُّهُمْ أَجْمَعُونَ73 إِلَّا إِبْلِيسَ اسْتَكْبَرَ وَكَانَ مِنْ
الْكَافِرِينَ 74 ( ص : 74-73)
Lalu seluruh malaikat-malaikat itu sujud semuanya * Kecuali iblis; dia
menyombongkan diri dan adalah dia termasuk orang-orang yang kafir. (QS.
Shaad:73-74)
Contoh kedua: Yahudi. Firman Allah subhanahu wa ta'ala:

قال تعالى: أَفَكُلَّمَا جَاءكُمْ رَسُولٌ بِمَا لاَ تَهْوَى أَنفُسُكُمُ اسْتَكْبَرْتُمْ فَفَرِيقاً كَذَّبْتُمْ
وَفَرِيقاً تَقْتُلُونَ (البقرة: 87)
Apakah setiap datang kepadamu seorang rasul membawa sesuatu (pelajaran)
yang tidak sesuai dengan keinginanmu lalu kamu menyombong; maka beberapa
orang (di antara mereka) kamu dustakan dan beberapa orang (yang lain) kamu
bunuh. (QS. Al-Baqarah: 87)
Contoh ketiga: orang-orang musyrik. Firman Allah subhanahu wa ta'ala:

. قال تعالى : إِنَّهُمْ كَانُوا إِذَا قِيلَ لَهُمْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ يَسْتَكْبِرُونَ (الصافات:
35)
Sesungguhnya mereka dahulu apabila dikatakan kepada mereka:"Laa ilaaha
illallah" (Tiada Ilah yang berhak disembah melainkan Allah) mereka
menyombongkan diri. (QS. ash-Shaaffat:35)
Contoh Keempat: Walid. Firman Allah subhanahu wa ta'ala:

قال تعالى : ثُمَّ أَدْبَرَ وَاسْتَكْبَرَ [ المدثر: 23 ]
kemudian dia berpaling (dari kebenaran) dan menyombongkan diri, (QS. al-
Mudatstsir:23)
Contoh Kelima: orang kafir dan ahli bid'ah, mereka memperdebatkan al-Qur`an
karena sombong. Firman Allah subhanahu wa ta'ala:

قال تعالى: إِنَّ الَّذِينَ يُجَادِلُونَ فِي آيَاتِ اللَّهِ بِغَيْرِ سُلْطَانٍ أَتَاهُمْ إِن فِي صُدُورِهِمْ
إِلَّا كِبْرٌ مَّا هُم بِبَالِغِيهِ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ (غافر : 56)
Sesungguhnya orang-orang yang memperdebatkan tentang ayat-ayat Allah tanpa
alasan yang sampai kepada mereka tidak ada dalam dada mereka melainkah
hanyalah (keinginan akan) kebesaran yang mereka sekali-kali tiada akan
mencapainya, maka mintalah perlindungan kepada Allah.Sesungguhnya Dia Maha
Mendengar lagi Maha Melihat. (QS. Ghafir :56)


Penghalang kedua: iri dengki. Firman Allah subhanahu wa ta'ala:

قال تعالى : أَمْ يَحْسُدُونَ النَّاسَ عَلَى مَا آتَاهُمُ اللّهُ مِن فَضْلِهِ (النساء : 54)

Ataukah mereka dengki kepada manusia (Muhammad) lantaran karunia yang Allah
telah berikan kepadanya.. (QS. an-Nisa`:54)
Contoh penjelasan di atas.

Contoh pertama: Iblis. Firman Allah subhanahu wa ta'ala:

قال تعالى: وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلآئِكَةِ اسْجُدُواْ لآدَمَ فَسَجَدُواْ إَلاَّ إِبْلِيسَ قَالَ أَأَسْجُدُ لِمَنْ
خَلَقْتَ طِيناً 61 قَالَ أَرَأَيْتَكَ هَـذَا الَّذِي كَرَّمْتَ عَلَيَّ لَئِنْ أَخَّرْتَنِ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ
لأَحْتَنِكَنَّ ذُرِّيَّتَهُ إَلاَّ قَلِيلاً (الإسراء: 61-62)

Dan (ingatlah), tatkala Kami berfirman kepada malaikat:"Sujudlah kamu semua
kepada Adam", lalu mereka sujud kecuali iblis. Dia berkata:"Apakah aku akan
sujud kepada orang yang Engkau ciptakan dari tanah" * ia (iblis)
berkata:"Terangkanlah kepadaku inikah orangnya yang Engkau muliakan atas
diriku Sesungguhnya jika Engkau memberi tangguh kepadaku sampai hari
kiamat, niscaya benar-benar akan aku sesatkan keturunannya, kecuali
sebahagian kecil". (QS. al-Isra`:61-62)
Firman Allah subhanahu wa ta'ala:

و قال تعالى: قَالَ مَا مَنَعَكَ أَلاَّ تَسْجُدَ إِذْ أَمَرْتُكَ قَالَ أَنَاْ خَيْرٌ مِّنْهُ خَلَقْتَنِي مِن نَّارٍ
وَخَلَقْتَهُ مِن طِينٍ (الأعراف: 12)

Allah berfirman:"Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) di
waktu Aku menyuruhmu". Menjawab iblis:"Saya lebih baik daripadanya: Engkau
ciptakan saya dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah". (QS. Al-
A'raaf:12)
Contoh kedua: Yahudi. Firman Allah subhanahu wa ta'ala:

قال تعالى : وَدَّ كَثِيرٌ مِّنْ أَهْلِ الْكِتَابِ لَوْ يَرُدُّونَكُم مِّن بَعْدِ إِيمَانِكُمْ كُفَّاراً حَسَداً مِّنْ
عِندِ أَنفُسِهِم مِّن بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمُ الْحَقُّ (البقرة :109)

Sebagian besar Ahli Kitab menginginkan agar mereka dapat mengembalikan kamu
kepada kekafiran setelah kamu beriman, karena dengki yang (timbul) dari
diri mereka sendiri, setelah nyata bagi mereka kebenaran. Maka ma'afkanlah
dan biarkanlah mereka, sampai Allah mendatangkan perintah-Nya. Sesungguh-
Nya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. (QS. 2:109)
Contoh Ketiga: Qabil. Firman Allah subhanahu wa ta'ala:

قال تعالى: وَاتْلُ عَلَيْهِمْ نَبَأَ ابْنَيْ آدَمَ بِالْحَقِّ إِذْ قَرَّبَا قُرْبَاناً فَتُقُبِّلَ مِن أَحَدِهِمَا
وَلَمْ يُتَقَبَّلْ مِنَ الآخَرِ قَالَ لَأَقْتُلَنَّكَ قَالَ إِنَّمَا يَتَقَبَّلُ اللّهُ مِنَ الْمُتَّقِينَ (المائدة:
27)

Ceritakanlah kepada mereka kisah kedua putera Adam (Habil dan Qabil)
menurut yang sebenarnya, ketika keduanya mempersembahkan korban, maka
diterima salah seorang dari mereka berdua (Habil) dan tidak diterima dari
yang lain(Qabil). Ia berkata (Qabil):"Aku pasti membunuhmu!". Berkata
Habil:"Sesungguhnya Allah hanya menerima (korban) dari orang-orang yang
bertaqwa". (QS. al-Maidah:27)


Penghalang Ketiga: mengikuti hawa nafsu. Firman Allah subhanahu wa ta'ala:

قال تعالى : فَإِن لَّمْ يَسْتَجِيبُوا لَكَ فَاعْلَمْ أَنَّمَا يَتَّبِعُونَ أَهْوَاءهُمْ (القصص:50)

Maka jika mereka tidak menjawab (tantanganmu), ketahuilah bahwa
sesungguhnya mereka hanyalah mengikuti hawa nafsu mereka (belaka). (QS.
28:50)
Contoh penjelasan di atas:

Contoh pertama: seorang ulama bani Israel. Firman Allah subhanahu wa
ta'ala:

قال تعالى : وَاتْلُ عَلَيْهِمْ نَبَأَ الَّذِيَ آتَيْنَاهُ آيَاتِنَا فَانسَلَخَ مِنْهَا فَأَتْبَعَهُ الشَّيْطَانُ
فَكَانَ مِنَ الْغَاوِينَ وَلَوْ شِئْنَا لَرَفَعْنَاهُ بِهَا وَلَـكِنَّهُ أَخْلَدَ إِلَى الأَرْضِ وَاتَّبَعَ هَوَاهُ
(الأعراف :176-175)

Dan bacakanlah kepada mereka berita orang yang telah Kami berikan kepadanya
ayat-ayat Kami (pengetahuan tentang isi Al-Kitab), kemudian dia melepaskan
diri dari pada ayat-ayat itu, lalu dia diikuti oleh syaitan (sampai dia
tergoda), maka jadilah dia termasuk orang-orang yang sesat. * Dan kalau
Kami menghendaki, sesungguhnya Kami tinggikan (derajat)nya dengan ayat-ayat
itu, tetapi dia cenderung kepada dunia dan menurutkan hawa nafsunya yang
rendah,. (QS. Al-A'raaf:175-176)
Contoh Kedua: orang-orang musyrik. Firman Allah subhanahu wa ta'ala:

قال تعالى : أَفَرَأَيْتَ مَنِ اتَّخَذَ إِلَهَهُ هَوَاهُ (الجاثية :23)

Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai
ilahnya (QS. Al-Jatsiyah:23)
وقال تعالى : وَلَا تُطِعْ مَنْ أَغْفَلْنَا قَلْبَهُ عَن ذِكْرِنَا وَاتَّبَعَ هَوَاهُ وَكَانَ أَمْرُهُ فُرُطاً
(الكهف : 28)

...dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari
mengingat Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu
melewati batas. (QS. Al-Kahfi:28)
وقال تعالى: فَلاَ يَصُدَّنَّكَ عَنْهَا مَنْ لاَ يُؤْمِنُ بِهَا وَاتَّبَعَ هَوَاهُ فَتَرْدَى (طه: 16)

Maka sekali-kali janganlah kamu dipalingkan daripadanya oleh yang tidak
beriman kepadanya dan oleh orang yang mengikuti hawa nafsunya, yang
menyebabkan kamu binasa". (QS. Thaha:16)


Penghalang keempat: pengagungan dan panatisme terhadap makhluk, bukan
terhadap kebenaran. Contoh-contohnya adalah:

Contoh pertama: pengagungan dan panatisme terhadap seseorang. Firman Allah
subhanahu wa ta'ala:

قال تعالى : وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ تَعَالَوْاْ إِلَى مَا أَنزَلَ اللّهُ وَإِلَى الرَّسُولِ قَالُواْ حَسْبُنَا
مَا وَجَدْنَا عَلَيْهِ آبَاءنَا أَوَلَوْ كَانَ آبَاؤُهُمْ لاَ يَعْلَمُونَ شَيْئاً وَلاَ يَهْتَدُونَ (المائدة
: 104)

Apabila dikatakan kepada mereka:"Marilah mengikuti apa yang diturunkan
Allah dan mengikuti Rasul". Mereka menjawab:"Cukuplah untuk kami apa yang
kamu dapati bapak-bapak kami mengerjakannya". Dan apakah mereka akan
mengikuti juga nenek moyang mereka walaupun nenek moyang mereka itu tidak
mengetahui apa-apa dan tidak (pula) mendapat petunjuki (QS. al-Maidah:104)
Mereka mengikuti jejak para leluhur, bukan mengikuti para nabi. Firman
Allah subhanahu wa ta'ala:

قال تعالى : إ ِنَّهُمْ أَلْفَوْا آبَاءهُمْ ضَالِّينَ{69} فَهُمْ عَلَى آثَارِهِمْ يُهْرَعُونَ{70} وَلَقَدْ ضَلَّ
قَبْلَهُمْ أَكْثَرُ الْأَوَّلِينَ{71} (الصافات 069-71)

Karena sesungguhnya mereka mendapati bapak-bapak mereka dalam keadaan
sesat. *Lalu mereka sangat tergesa-gesa mengikuti jejak orang-orang tua
mereka itu. * Dan sesungguhnya telah sesat sebelumm mereka (Quraisy)
sebagian besar dari orang-orang yang dahulu, (QS. ash-Shaffat:69-71)
Jika para leluhur melakukan perbuatan keji, anak cucu juga melakukan yang
sama. Firman Allah subhanahu wa ta'ala:

قال تعالى: وَإِذَا فَعَلُواْ فَاحِشَةً قَالُواْ وَجَدْنَا عَلَيْهَا آبَاءنَا وَاللّهُ أَمَرَنَا بِهَا قُلْ
إِنَّ اللّهَ لاَ يَأْمُرُ بِالْفَحْشَاء أَتَقُولُونَ عَلَى اللّهِ مَا لاَ تَعْلَمُونَ (الأعراف: 28)

Dan apabila mereka melakukan perbuatan keji, mereka berkata:"Kami mendapati
nenek moyang kami mengerjakan yang demikian itu, dan Allah menyuruh kami
mengerjakannya. Katakanlah:"Sesungguhnya Allah tidak menyuruh (mengerjakan)
perbuatan yang keji". Mengapa kamu mengada-adakan terhadap Allah apa yang
tidak kamu ketahui. (QS. al-A'raf:28)
Dan jika para leluhur melakukan perbuatan syirik, anak cucu juga melakukan
hal yang sama. Firman Allah subhanahu wa ta'ala:

قال تعالى : إِذْ قَالَ لِأَبِيهِ وَقَوْمِهِ مَا هَذِهِ التَّمَاثِيلُ الَّتِي أَنتُمْ لَهَا عَاكِفُونَ قَالُوا
وَجَدْنَا آبَاءنَا لَهَا عَابِدِينَ (الأنبياء: 53-52)

(Ingatlah), ketika Ibrahim berkata kepada bapaknya dan kaumnya:"Patung-
patung apakah ini yang kamu tekun beribadat kepadanya?" * Mereka
menjawab:"Kami mendapati bapak-bapak kami menyembahnya". (QS. al-Anbiya`:52-
53)
Maka apa saja yang dilakukan oleh leluhur, dilakukan pula oleh para
keturunan. Firman Allah subhanahu wa ta'ala:

قال تعالى: قَالُوا بَلْ وَجَدْنَا آبَاءنَا كَذَلِكَ يَفْعَلُونَ (الشعراء : 74)

Mereka menjawab:"(bukan karena itu) sebenarnya kami mendapati nenek moyang
kami berbuat demikian". (QS. asy-Syu'ara:74)
Contoh kedua: panatik terhadap ulama. Firman Allah subhanahu wa ta'ala:

قَالَ تَعَالَى: اتَّخَذُواْ أَحْبَارَهُمْ وَرُهْبَانَهُمْ أَرْبَاباً مِّن دُونِ اللّهِ (التوبة: 31 )

Mereka menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka sebagai rabb-
rabb selain Allah, (QS. at-Taubah:31)
Firman Allah subhanahu wa ta'ala:

وَ قَالَ تَعَالَى: وَقَالُوا رَبَّنَا إِنَّا أَطَعْنَا سَادَتَنَا وَكُبَرَاءنَا فَأَضَلُّونَا السَّبِيلَا رَبَّنَا
آتِهِمْ ضِعْفَيْنِ مِنَ الْعَذَابِ وَالْعَنْهُمْ لَعْناً كَبِيراً (الأحزاب: 68)

Dan mereka berkata:"Ya Rabb Kami, sesungguhnya kami telah menta'ati
pemimpin-pemimpin dan pembesar-pembesar kami, lalu mereka menyesatkan kami
dari jalan (yang benar). (QS. 33:67)
Ya Rabb kami, timpakanlah kepada mereka azab dua kali lipat dan kutuklah
mereka dengan kutukan yang besar". (QS. al-Ahzaab:67-68)
Contoh ketiga: panatik terhadap makhluk bukan terhadap kebenaran, seperti
panatik terhadap mazhab atau negeri atau keturunan atau warna atau bahasa.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, ia berkata: Rasulullah shallallahu
'alaihi wa sallam bersabda:
قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: (( من قاتل تحت راية عمية يغضب لعصبة أو
يدعو إلى عصبة أو ينصر عصبة فقتل فقتلة جاهلية )) رواه مسلم
"Barangsiapa yang berperang di bawah bendera kebutaan, yaitu marah karena
kekerabatan, atau mengajak kepada kekerabatan, atau menolong karena
kekerabatan, lalu ia terbunuh maka ia terbunuh secara jahiliyah." HR.
Muslim.

Dan dari Jabir bin Abdullah radhiyallahu 'anhu, ia berkata: 'Kami berada
dalam satu peperangan, lalu seorang laki-laki dari kalangan muhajirin
memukul pantat seseorang dari kalangan anshar. Maka orang anshar tersebut
berkata: 'Wahai orang-orang anshar.' Dan orang muhajirin berseru: 'Wahai
orang-orang muhajirin.' Lalu Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam
mendengar hal itu seraya bersabda: 'Kenapa ada panggilan jahiliyah? Mereka
menjawab: 'Seorang laki-laki dari kaum muhajirin memukup pantat laki dari
kaum anshar.' Beliau shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: ((دعوها فإنها منتنة)) رواه بخارى

'Biarkanlah, sesungguhnya ia sesuatu yang busuk." HR. Al-Bukhari no. 4622(



Penghalang kelima: Merasa mulia dan angkuh. Firman Allah subhanahu wa
ta'ala:

قال تعالى : وَإِذَا قِيلَ لَهُ اتَّقِ اللّهَ أَخَذَتْهُ الْعِزَّةُ بِالإِثْمِ فَحَسْبُهُ جَهَنَّمُ وَلَبِئْسَ
الْمِهَادُ ( البقرة : 206)

Dan apabila dikatakan kepadanya:"Bertaqwalah kepada Allah", bangkitlah
kesombongannya yang menyebabkannya berbuat dosa. Maka cukuplah (balasannya)
neraka Jahannam. Dan sungguh neraka Jahannam itu tempat tinggal yang
seburuk-buruknya. (QS. 2:206)


Penghalang keenam: hamiyyah.

قال تعالى: إِذْ جَعَلَ الَّذِينَ كَفَرُوا فِي قُلُوبِهِمُ الْحَمِيَّةَ حَمِيَّةَ الْجَاهِلِيَّةِ (الفتح :
26)

Ketika orang-orang kafir menanamkan dalam hati mereka kesombongan (yaitu)
kesombongan jahiliyah (QS. al-Fath:26)


Penghalang ketujuh: nifaq. Firman Allah subhanahu wa ta'ala:

قال تعالى: وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ تَعَالَوْاْ إِلَى مَا أَنزَلَ اللّهُ وَإِلَى الرَّسُولِ رَأَيْتَ
الْمُنَافِقِينَ يَصُدُّونَ عَنكَ صُدُوداً (النساء : 61 )

Apabila dikatakan kepada mereka:"Marilah kamu (tunduk) kepada hukum yang
Allah telah turunkan dan kepada hukum Rasul", niscaya kamu lihat orang-
orang munafik menghalangi (manusia) dengan sekuat-kuatnya dari (mendekati)
kamu. (QS. 4:61)


Penghalang kedelapan: marah.

Dari Sulaiman bin Syard radhiyallahu 'anhu. Ia berkata: dua orang laki-
laki saling mencela di sisi Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, dan kami
sedang duduk di sisi beliau shallallahu 'alaihi wa sallam, salah seorang
dari keduanya mencela temannya sambil marah dan mukanya sudah merah padam.
Maka Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: 'Sesungguhnya aku
mengetahui satu kalimah yang jikalau ia mengatakannya niscaya hilang
kemarahan darinya, jika ia membaca: 'Aku berlindung kepada Allah subhanahu
wa ta'ala dari gangguan syetan yang terkutuk.' Mereka berkata kepada laki-
laki tersebut: 'Apakah engkau tidak mendengar apa yang disabdakan oleh Nabi
shallallahu 'alaihi wa sallam.' Ia menjawab: 'Sesungguhnya aku bukan orang
gila.'HR. al-Bukhari.

Penghalang ke sembilan: teman.

Firman Allah subhanahu wa ta'ala:

قال تعالى: وَيَوْمَ يَعَضُّ الظَّالِمُ عَلَى يَدَيْهِ يَقُولُ يَا لَيْتَنِي اتَّخَذْتُ مَعَ الرَّسُولِ سَبِيلاً
27 يَا وَيْلَتَى لَيْتَنِي لَمْ أَتَّخِذْ فُلَاناً خَلِيلاً28 لَقَدْ أَضَلَّنِي عَنِ الذِّكْرِ بَعْدَ إِذْ جَاءنِي
وَكَانَ الشَّيْطَانُ لِلْإِنسَانِ خَذُولاً ( الفرقان: 28-27)

Dan (ingatlah) hari (ketika) orang yang zalim itu menggigit dua tangannya,
seraya berkata:"Aduhai kiranya (dulu) aku mengambil jalan (yang lurus)
bersama Rasul. * Kecelakaan besarlah bagiku; kiranya aku (dulu) tidak
menjadikan si fulan jadi teman akrab(ku). (QS. Al-Furqan:27-28)


Penghalang kesepuluh: khawatir kehilangan kekuasaan, kedudukan dan
pengikut.

Dari Abdullah bin Abbas radhiyallahu 'anhu, bahwa Abu Sufyan
radhiyallahu 'anhu mengabarkan kepadanya bahwa Heraclius berkata: 'Sungguh
aku sudah mengetahui bahwa ia (nabi akhir zaman) pasti akan muncul namun
aku tidak pernah menduga bahwa ia berasal dari golonganmu. Maka jika aku
mengetahui bahwa bisa sampai kepadanya niscaya aku berusaha untuk
menemuinya. Jika aku berada di sisinya niscaya aku membersihkan kedua
kakinya. Lalu ia memanggil para pembesar Romawi di tempat peribadatannya di
Aleppo. Kemudian ia menyuruh pintu di tutup kemudian ia berpidato: 'Wahai
semua bangsa Romawi, maukah kalian mendapat keberuntungan dan petunjuk, dan
kerajaanmu tetap langgeng, maka kamu membai'at nabi ini.' Lalu mereka
berdesakan menuju pintu, ternyata pintu sudah dikunci. Maka tatkala ia
melihat berlarinya mereka dan tidak mau beriman, ia berkata: 'Kembalikan
mereka kepadaku dan berkata: Sesungguhnya aku mengatakan hal ini untuk
menguji kesungguhan kalian terhadap agama kalian, sungguh aku telah melihat
hal itu, lalu mereka sujud kepadanya dan ridha terhadapnya. Maka itulah
akhir berita Heraclius. ([1])

Penghalang Kesebelas: Perasaan

Dari Ibnu Syihab, ia berkata, Sa'id bin Musayyab mengabarkan kepadanya
dari bapaknya, ia menceritakan bahwa tatkala Abu Thalib hampir meninggal
dunia, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam datang kepadanya ternyata
di sampingnya ada Abu Jahal bin Hisyam dan Abdullah bin Abu Umayyah bin
Mughirah. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda kepada Abu
Thalib: Wahai pamanku, ucapkanlah 'laa ilaaha illallah' kalimat yang aku
bersaksi dengannya di sisi Allah subhanahu wa ta'ala. Abu Jahal dan
Abdullah bin Abi Umayyah berkata: Apakah engkau membenci agama Abdul
Muthalib? Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam senantiasa
menawarkan hal itu kepadanya dan keduanya mengulangi kalimat tersebut,
hingga akhirnya Abu Thalib berkata di akhir ucapannya bahwa ia tetap di
atas agama Abdul Muthalib dan enggan mengucapkan 'laa ilaaha illallah'.

Semoga shalawat selalu tercurah kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan
para sahabatnya.





-----------------------
([1])HR. Al-Bukhari no. 7
Lihat lebih banyak...

Komentar

Hak Cipta © 2017 CARIDOKUMEN Inc.