PERANAN DAN KEDUDUKAN PEREMPUAN DI DALAM ISLAM PADA UMUMNYA DAN PERSIS KHUSUSNYA

August 13, 2017 | Author: Risma Ma'rifah | Category: Perempuan
Share Embed


Deskripsi Singkat

PERANAN DAN KEDUDUKAN PEREMPUAN DI DALAM ISLAM PADA UMUMNYA DAN PERSIS KHUSUSNYA

Tugas Karya Tulis

Disusun oleh :
Risma Ma'rifah
NISN :

PESANTREN PERSATUAN ISLAM 31 BANJARAN
TINGKAT MU'ALLIMIN
KAB. BANDUNG
2012
BAB I
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Perempuan merupakan sebuah kata yang sudah tak asing untuk didengar. Perempuan merupakan salah satu jenis gender manusia yaitu dari laki-laki dan perempuan. Banyak perdebatan panjang mengenai kesetaraan gender. Persamaan derajat antara laki-laki dan perempuan. Perempuan dipandang sebagai sumber bencana dan malapetaka. Perempuan hanya diberi peranan dalam urusan dapur, sumur dan kasur saja. Nah karena hal inilah banyak yang menuntut hak dalam masalah pendidikan dan polotik yaitu kaum feminis.
Mereka mengatakan perempuan harus dibebaskan dari kurungan rumah tangga, mereka juga menuntut reformasi di bidang hukum dan perundang-undangan. Segala perlakuan pembedaan atas pertimbangan jenis kelamin (genger-based differentiation) harus dihapuskan. Yang tak kalah mengejutkan menurut mereka menjadi seorang istri itu sama saja dengan menyandra diri. Hidup bersama seorang suami dianggap sebagai hidup dengan musuh. Mereka mendukung dan mengampanyekan aborsi, lesbianisme, dan free sex .
Beberapa pandangan dan perlakuan terhadap perempuan :
Masyarakat Romawi Kuno : wanita dianggap sebagai biang segala kejahatan dan kekacauan. Urusan mereka hanya dibatasi sebatas sumur, dapur dan kasur. Hanya kaum lelaki yang memiliki hak hak di depan hukum.
Masyarakat Yunani : memposisikan wanita pada kasta ketiga, kasta yang paling bawah dari masyarakat. Apabila seorang wanita melahirkan anak yang cacat, maka ia akan dihukum mati.
Masyarakat Sparta : kelompok elite biasa mengambil perempuan untuk dihamili oleh laki-laki yang pemberani dan perkasa dari masyarakat lain.
Dalam Thalmud Yahudi disebutkan : Berbahagialah orang yang mempunyai anak laki-laki dan celakalah orang yang mempunyai anak perempuan.
Masyarakat Arab Jahiliyyah : mereka menjadikan wanita hanya sebagai penghibur dan pemuas nafsu laki-laki. Mereka malu dan terhina jika memiliki seorang putri.
Ini sungguh sangat bertentangan dengan Islam. Islam memberi peran yang sama terhadap laki-laki maupun perempuan. Sebagaimana firman-Nya :
"Barangsiapa yang mengerjakan amal shaleh, baik laki-laki maupun wanita sedang dia orang yang beriman. Maka mereka itu masuk kedalam surga dan mereka tidak dianiaya walau sedikitpun. (Q.S An_Nisa [04]: 124)
Namun selain dari itu tentu laki-laki dan perempuan itu berbeda sebagaimana sudah tertulis dalam qur'an surat Ali-Imran ayat 36 , "dan Allah lebih mengetahui apa yang dilahirkannya itu, dan anak laki-laki tidaklah seperti anak perempuan." Diantara perbedaannya itu ada yang dilihat dari segi fisik dan psikis. Yaitu :
Perbedaan fisik : Secara kodrati organ tubuh wanita berbeda dengan laki-laki. Wanita memiliki alat-alat reproduksi seperti ovarium, rahim, tuberpalopi, dan payudara. Wanita mengalami haid dan kehamilan. Menurut pengamatan para ahli, wanita umumnya lebih pendek, lebih ringan timbangannya, lebih halus kulitnya, lebih tipis dagingnya. Kepala wanita umumnya lebih kecil. Berat otak wanita 1/44 sementara laki-laki 1/40 dari berat badannya. Bahunya lebih sempit, tungkai dan lengan lebih pendek, kapasitas paru-paru dan jantung lebih kecil, penulangan lebih awal, kematangan lebih awal, masa otot lebih kecil hanya 36% sementara laki-laki 43%. Perbedaan fisik ini berpengaruh terhadap aturan yang dibuat antara laki-laki dan wanita.
Perbedaan psikis ; Perbedaan anatomis dan fisiologis diatas juga membawa pengaruh terhadap perbadaan dari sisi psikis (kejiwaan). Wanita umumnya lebih lembut, perasa, spontan dan impulsive dan lebih emosional ketimbang laki-laki. Wanita biasanya tidak agresif cenderung lebih memelihara da mempertahankan. Jiwa sosialnya lebih tinggi. Ada juga yang menyatakan wanita itu lack career orientation, lack leadership potential, undependable (bergantung kepada). Dalam organisasi campuran lelaki dan perempuan, perempuan lebih suka memegang jabatan kedua atau subordinate role. Selain itu perempuan juga memiliki kecenderungan home oriented, cried easily, lack of confidence uneable to separate feeling from ideals, dan yang lainnya.
Dari sisi inilah penulis tergelitik untuk membahas peranan dan posisi perempuan dalam islam. Bagaimana cara Allah memuliakan perempuan, bagaimana Allah sangat sayang kepada kaum perempuan. Juga ingin menjawab apa yang dikatakan oleh kaum feminis bahwa islam sangat menjunjung derajat, peran serta posisi kaum perempuan. Islam bukanlah agama yang merendahkan derajat wanita , tapi sebaliknya islamlah yang mengangkat derajat wanita.
Maka dari itu penulis ingin mengajukan paper ini dengan judul : "PERANAN DAN KEDUDUKAN PEREMPUAN DI DALAM ISLAM PADA UMUMNYA DAN PERSIS KHUSUSNYA".


Perumusan Masalah
Apa gender itu ?
Adakah dalil yang menerangkan tentang hal itu ?
Apa perbedaan dan persamaan laki-laki dan perempuan ?
Adakah dalil baik ayat qur'an maupun hadits yang menerangkannya ?
Bagaimana kedudukan perempuan dalam islam ?
Bagaimana peranan perempuan dalam islam ?
Bagaimana kiprah persis dalam mengahadapi maraknya para feminisme dalam memperjuangkan kesetaraan gender yang bertolak belakang dengan ajaran islam ?
Tujuan Penulisan
Mengetahui apa gender itu.
Mengetahui dalil yang menerangkan tentang gender.
Mengetahui persamaan dan perbedaan laiki-laki dan perempuan.
Mengetahui dalil baik ayat al-qur'an maupun hadits yang menerangkan tentang persamaan dan perbedaan laki-laki dan perempuan.
Mengetahui apa dan bagaimana kedudukan perempuan dalam islam.
Mengetahui apa dan bagaimana peranan perempuan dalam islam.
Mengetahui bagaimana kiprah persis dalam mengahadapi maraknya para feminisme dalam memperjuangkan kesetaraan gender yang bertolak belakang dengan ajaran islam.






Deskripsi

PERANAN DAN KEDUDUKAN PEREMPUAN DI DALAM ISLAM PADA UMUMNYA DAN PERSIS KHUSUSNYA

Tugas Karya Tulis

Disusun oleh :
Risma Ma'rifah
NISN :

PESANTREN PERSATUAN ISLAM 31 BANJARAN
TINGKAT MU'ALLIMIN
KAB. BANDUNG
2012
BAB I
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Perempuan merupakan sebuah kata yang sudah tak asing untuk didengar. Perempuan merupakan salah satu jenis gender manusia yaitu dari laki-laki dan perempuan. Banyak perdebatan panjang mengenai kesetaraan gender. Persamaan derajat antara laki-laki dan perempuan. Perempuan dipandang sebagai sumber bencana dan malapetaka. Perempuan hanya diberi peranan dalam urusan dapur, sumur dan kasur saja. Nah karena hal inilah banyak yang menuntut hak dalam masalah pendidikan dan polotik yaitu kaum feminis.
Mereka mengatakan perempuan harus dibebaskan dari kurungan rumah tangga, mereka juga menuntut reformasi di bidang hukum dan perundang-undangan. Segala perlakuan pembedaan atas pertimbangan jenis kelamin (genger-based differentiation) harus dihapuskan. Yang tak kalah mengejutkan menurut mereka menjadi seorang istri itu sama saja dengan menyandra diri. Hidup bersama seorang suami dianggap sebagai hidup dengan musuh. Mereka mendukung dan mengampanyekan aborsi, lesbianisme, dan free sex .
Beberapa pandangan dan perlakuan terhadap perempuan :
Masyarakat Romawi Kuno : wanita dianggap sebagai biang segala kejahatan dan kekacauan. Urusan mereka hanya dibatasi sebatas sumur, dapur dan kasur. Hanya kaum lelaki yang memiliki hak hak di depan hukum.
Masyarakat Yunani : memposisikan wanita pada kasta ketiga, kasta yang paling bawah dari masyarakat. Apabila seorang wanita melahirkan anak yang cacat, maka ia akan dihukum mati.
Masyarakat Sparta : kelompok elite biasa mengambil perempuan untuk dihamili oleh laki-laki yang pemberani dan perkasa dari masyarakat lain.
Dalam Thalmud Yahudi disebutkan : Berbahagialah orang yang mempunyai anak laki-laki dan celakalah orang yang mempunyai anak perempuan.
Masyarakat Arab Jahiliyyah : mereka menjadikan wanita hanya sebagai penghibur dan pemuas nafsu laki-laki. Mereka malu dan terhina jika memiliki seorang putri.
Ini sungguh sangat bertentangan dengan Islam. Islam memberi peran yang sama terhadap laki-laki maupun perempuan. Sebagaimana firman-Nya :
"Barangsiapa yang mengerjakan amal shaleh, baik laki-laki maupun wanita sedang dia orang yang beriman. Maka mereka itu masuk kedalam surga dan mereka tidak dianiaya walau sedikitpun. (Q.S An_Nisa [04]: 124)
Namun selain dari itu tentu laki-laki dan perempuan itu berbeda sebagaimana sudah tertulis dalam qur'an surat Ali-Imran ayat 36 , "dan Allah lebih mengetahui apa yang dilahirkannya itu, dan anak laki-laki tidaklah seperti anak perempuan." Diantara perbedaannya itu ada yang dilihat dari segi fisik dan psikis. Yaitu :
Perbedaan fisik : Secara kodrati organ tubuh wanita berbeda dengan laki-laki. Wanita memiliki alat-alat reproduksi seperti ovarium, rahim, tuberpalopi, dan payudara. Wanita mengalami haid dan kehamilan. Menurut pengamatan para ahli, wanita umumnya lebih pendek, lebih ringan timbangannya, lebih halus kulitnya, lebih tipis dagingnya. Kepala wanita umumnya lebih kecil. Berat otak wanita 1/44 sementara laki-laki 1/40 dari berat badannya. Bahunya lebih sempit, tungkai dan lengan lebih pendek, kapasitas paru-paru dan jantung lebih kecil, penulangan lebih awal, kematangan lebih awal, masa otot lebih kecil hanya 36% sementara laki-laki 43%. Perbedaan fisik ini berpengaruh terhadap aturan yang dibuat antara laki-laki dan wanita.
Perbedaan psikis ; Perbedaan anatomis dan fisiologis diatas juga membawa pengaruh terhadap perbadaan dari sisi psikis (kejiwaan). Wanita umumnya lebih lembut, perasa, spontan dan impulsive dan lebih emosional ketimbang laki-laki. Wanita biasanya tidak agresif cenderung lebih memelihara da mempertahankan. Jiwa sosialnya lebih tinggi. Ada juga yang menyatakan wanita itu lack career orientation, lack leadership potential, undependable (bergantung kepada). Dalam organisasi campuran lelaki dan perempuan, perempuan lebih suka memegang jabatan kedua atau subordinate role. Selain itu perempuan juga memiliki kecenderungan home oriented, cried easily, lack of confidence uneable to separate feeling from ideals, dan yang lainnya.
Dari sisi inilah penulis tergelitik untuk membahas peranan dan posisi perempuan dalam islam. Bagaimana cara Allah memuliakan perempuan, bagaimana Allah sangat sayang kepada kaum perempuan. Juga ingin menjawab apa yang dikatakan oleh kaum feminis bahwa islam sangat menjunjung derajat, peran serta posisi kaum perempuan. Islam bukanlah agama yang merendahkan derajat wanita , tapi sebaliknya islamlah yang mengangkat derajat wanita.
Maka dari itu penulis ingin mengajukan paper ini dengan judul : "PERANAN DAN KEDUDUKAN PEREMPUAN DI DALAM ISLAM PADA UMUMNYA DAN PERSIS KHUSUSNYA".


Perumusan Masalah
Apa gender itu ?
Adakah dalil yang menerangkan tentang hal itu ?
Apa perbedaan dan persamaan laki-laki dan perempuan ?
Adakah dalil baik ayat qur'an maupun hadits yang menerangkannya ?
Bagaimana kedudukan perempuan dalam islam ?
Bagaimana peranan perempuan dalam islam ?
Bagaimana kiprah persis dalam mengahadapi maraknya para feminisme dalam memperjuangkan kesetaraan gender yang bertolak belakang dengan ajaran islam ?
Tujuan Penulisan
Mengetahui apa gender itu.
Mengetahui dalil yang menerangkan tentang gender.
Mengetahui persamaan dan perbedaan laiki-laki dan perempuan.
Mengetahui dalil baik ayat al-qur'an maupun hadits yang menerangkan tentang persamaan dan perbedaan laki-laki dan perempuan.
Mengetahui apa dan bagaimana kedudukan perempuan dalam islam.
Mengetahui apa dan bagaimana peranan perempuan dalam islam.
Mengetahui bagaimana kiprah persis dalam mengahadapi maraknya para feminisme dalam memperjuangkan kesetaraan gender yang bertolak belakang dengan ajaran islam.




Lihat lebih banyak...

Komentar

Hak Cipta © 2017 CARIDOKUMEN Inc.