Perkembangan Teknologi Kebutuhan Manusia (kompor)

December 8, 2017 | Author: Widi Supriyono | Category: KONTEK
Share Embed


Deskripsi Singkat

Nama Mahasiswa : Widi Supriyono
Nomor Mahasiswa : 710014103
Jurusan : Teknik Pertambangan
Mata Kuliah : Konsep Teknologi

Perkembangan Teknologi kebutuhan Manusia

Saat peradaban manusia dimulai, manusia sudah banyak yang mengenal api untuk mengolah makanan mentah menjadi makanan yang matang. Bangsa Timur (China, Korea, dan Jepang), sudah lebih dulu mengenal kompor (lebih tepatnya tungku) daripada bangsa barat.

1. Tungku Api

Tungku adalah alat atau istalasi yang dirancang sebagai tempat pembakaran sehingga bahan bakar dapat digunakan untuk memanaskan sesuatu. Tungku dapat sederhana, tersusun dari batu yang diatur sehingga bahan bakar terlindungi dan panas dapat diarahkan. Namun, kebanyakan tungku dibuat sedemikian rupa sehingga api atau panas yang terbentuk tidak terlalu membahayakan pengguna.
Tungku api sudah ada di China sejak jaman Dinasti Qin (221-206/207 SM) dan terbuat dari tanah liat. Desainnya mirip dengan kamado di Jepang pada periode Kerajaan Kofun di abad 3 sampai 6. Kamado sendiri mempunyai bentuk kotak persegi yang mengurung api dengan lubang di atasnya untuk menaruh panci, dan mempunyai tinggi sekitar lutut orang dewasa. Bahan bakarnya kayu atau batubara yang dimasukkan dari lubang di bagian depan. Kamado berkembang dan terus digunakan hingga periode Kerajaan Edo (1603-1867).
Kelebihan tungku api dapat dilihat dari segi biaya, tungku merupakan alternatif yang ekonomis, Akan tetapi kekurangnya masih sangat banyak, seperti; tidak bisa mengontrol frekuensi api, api tidak menyebar dengan rata, asap yang ditimbulkan lebih banyak, dan mengakibatkan polusi udara. Asapnya juga bisa menyebabkan dapur menjadi pengap, dan menghitam.

2. Kompor Minyak
Kompor minyak tanah portabel pertama kali dikenalkan tahun 1849 oleh Alexis Soyer. Kompor ini bertekanan udara yang dicampur dengan minyak tanah (mirip dengan kompor pedagang kaki lima jaman dulu). Sedangkan kompor yang lainnya adalah kompor minyak tanah yang tidak bertekanan karena menggunkan sumbu kompor. Namun tidak diketahui secara pasti kapan kompor ini ditemukan.
Penggunaan kompor berbahan bakar minyak tanah pada saat itu dinilai jauh lebih baik karna mengurangi asap tungku yang dapat membahayakan kesehatan. Kompor minyak tanah mempunyai ruang penampungan minyak tanah di bagian dasar, jari-jari sumbu kompor di bagian tengah, dan dudukan di bagian atas untuk meletakkan alat masak. Dalam sejarah perkembangannya, kompor minyak tanah dilengkapi pengatur api/sumbu dan indikator penunjuk jumlah minyak tanah.
Pada umumnya, kompor minyak buatan rumah tangga (buatan sederhana) terdiri beberapa bagian yaitu tabung, sumbu, tempat sumbu, sarangan, tarikan, dan badan kompor. Tabung minyak berada di bagian bawah, tempat menyimpan minyak tanah sebagai sumber energi.
Tabung minyak disambungkan dengan tempat sumbu di bagian atasnya, yang bisa dibuka dan ditutup. Di bagian ini ada lubang kecil tempat menuangkan minyak tanah ke dalam tabung. Tempat sumbu terdiri dari belasan lubang kecil melingkar dan menjulang ke atas setinggi sekitar 10 cm. Tempat sumbu inilah sebagai tempat untuk menempatkan sumbu-sumbu hingga menyentuh minyak tanah yang berada di tabung minyak. Sementara sumbu bagian atas disembulkan sedikit sebagai tempat nyala api. Sumbu-sumbu di bagian atas dikelilingi oleh sarangan, agar nyala api stabil dan tidak kena angin.
Lalu, sarangan terdiri dari 3 buah, di bagian dalam dan tengah, keduanya mengapit sumbu api. Kedua sarangan ini dibuat berlubang-lubang kecil memenuhi semua bidang yang melingkar. Tujuannya untuk sirkulasi api dan agar warna api bisa biru sehingga tidak menimbulkan jelaga pada panci dan sejenisnya. Sarangan bagian luar dibuat tertutup rapat, tidak berlubang dan biasanya lapisan aluminium lebih tebal daripada kedua sarangan yang berlubang. Tarikan berfungsi untuk membesarkan atau mengecilkan api. Jika ditarik ke atas, api akan membesar, jika ditarik ke bawah, api akan mengecil. Tarikan ini dihubungkan dengan lempengan tempat sumbu yang berada di tabung minyak. Badan kompor, biasanya menghubungkan semua bagian itu mulai dari kaki hingga atas tempat menaruh barang untuk memasak (panci, ceret, wajan, atau sejenisnya).

3. Kompor Gas
Kompor gas pertama kali dibuat pada tahun 1820, namun masih dalam bentuk eksperimen dan bersifat rahasia. Baru benar-benar muncul pertama kali pada World Fair di London tahun 1851. Mulai tahun 1880 kompor gas semakin dikenal masyarakat luas dan berkembang secara komersial, walaupun agak terhambat karena pertumbuhan jaringan pipa yang lamban.
Komponen kompor gas utama : katup, spuyer, tungku, pipa saluran gas. Jika pada kompor gas dengan pematik otomatis, ada tambahan pematik, saluran gas tambahan (bukan masuk ke saluran tungku, tetapi di atasnya dan mengarah ke tungku), dan katup cut off.

Pada kompor gas pada umumnya, prinsipnya sama seperti semprotan kaleng parfum/cat semprot. Setiap tabung gas bertekanan,maka aliran gas LPG bergerak ketika katup dibuka. Aliran gas LPG masuk ke saluran dan keluar dari spuyer menuju rongga tungku. Gas ini kemudian kita bakar menggunakan pematik atau korek api. Api tidak menjalar ke saluran gas karena desain lubang-lubang kecil pada tungku dan penggunaan spuyer. Karena kecilnya lubang spuyer, tekanan dan kecepatan aliran gas pada lubang spuyer sangat tinggi sehingga api tidak cukup cepat menjalar ke lubang spuyer.
Jika kompor dengan auto ignition (pematik api otomatis), ada mekanisme penyemburan gas, pematik, dan penutupan gas secara cepat (cut off, pakai per). Tiga langkah mekanik ini terintegrasi dalam pemutar katup gas.

4. Kompor Listrik
Pada 20 September 1859, George B. Simpson di Washington DC, Amerika Serikat mematenkan kompor listrik yang menggunkan pemanas dari kumparan. Prinsipnya, energi listrik diubah menjadi energi panas lewat kumparan. Seiring perkembangan jaman, di tahun 1970 muncul ide untuk menggantikan kumparan kawat dengan glass-caramic, sehingga kompor termuktahir saat ini tidak berbau, berasap, dan ringkas.
Cara kerjanya berasal dari kawat berbentuk kumparan. Pada kumparan tersebut, diberi benda yang bersifat konduktor (dapat menghantar arus listrik dan panas). Benda yang dipakai umumnya adalah logam. Jika kumparan kawat tersebut teraliri listrik, maka logam akan terpengaruhi sehingga memunculkan daya berupa kalor (panas).
Kemajuan teknologi pun membawa pengaruh besar pada perkembangan alat ini. Jika Anda mengunjungi toko alat rumah tangga modern, Anda mungkin akan menemukan jenis kompor listrik baru yang memanfaatkan teknologi micro controller chip, bukan lagi kumparan kawat konduktor seperti milik Ahern dulu. Micro controller chip merupakan hasil adapatasi dari teknologi elektromagnetik di Jerman. Micro controller chip dapat menghasilkan listrik lebih efektif daripada kumparan kawat.
Selain menggunakan chip tersebut, alat masak modern ini juga menggunakan panel keramik di atasnya. Fungsi dari panel keramik ini adalah untuk menahan suhu panas. Dengan adanya panel ini, panci yang Anda letakkan di atas kompor untuk memasak tidak akan terasa panas bila dipegang. Panasnya hanya tertahan pada dasar panci saja. Sehingga, makanan bisa tetap matang tapi tangan Anda tetap aman dari panas.
Kelebihan kompor listrik antara lain; mudah di gunakan, mudah di simpan, tidak bepolusi, tidak bisa menimbulkan ledakan/yang lainnya, ringan (mudah dibawa-bawa), terbuat dari bahan yang ramah lingkungan, dilengkapi dangan alat pengtur suhu, hemat energi. Sedangkan kekuranganya ialah; menggunakan wattage yang cukup besar, dapat berakibat fatal jika bagian besi pemanas tersentuh oloh kulit manusia, tidak bisa digunakan alat yang berdiameter besar, tidak bisa digunakan dengan wajan yang alasnya bundar.




Deskripsi

Nama Mahasiswa : Widi Supriyono
Nomor Mahasiswa : 710014103
Jurusan : Teknik Pertambangan
Mata Kuliah : Konsep Teknologi

Perkembangan Teknologi kebutuhan Manusia

Saat peradaban manusia dimulai, manusia sudah banyak yang mengenal api untuk mengolah makanan mentah menjadi makanan yang matang. Bangsa Timur (China, Korea, dan Jepang), sudah lebih dulu mengenal kompor (lebih tepatnya tungku) daripada bangsa barat.

1. Tungku Api

Tungku adalah alat atau istalasi yang dirancang sebagai tempat pembakaran sehingga bahan bakar dapat digunakan untuk memanaskan sesuatu. Tungku dapat sederhana, tersusun dari batu yang diatur sehingga bahan bakar terlindungi dan panas dapat diarahkan. Namun, kebanyakan tungku dibuat sedemikian rupa sehingga api atau panas yang terbentuk tidak terlalu membahayakan pengguna.
Tungku api sudah ada di China sejak jaman Dinasti Qin (221-206/207 SM) dan terbuat dari tanah liat. Desainnya mirip dengan kamado di Jepang pada periode Kerajaan Kofun di abad 3 sampai 6. Kamado sendiri mempunyai bentuk kotak persegi yang mengurung api dengan lubang di atasnya untuk menaruh panci, dan mempunyai tinggi sekitar lutut orang dewasa. Bahan bakarnya kayu atau batubara yang dimasukkan dari lubang di bagian depan. Kamado berkembang dan terus digunakan hingga periode Kerajaan Edo (1603-1867).
Kelebihan tungku api dapat dilihat dari segi biaya, tungku merupakan alternatif yang ekonomis, Akan tetapi kekurangnya masih sangat banyak, seperti; tidak bisa mengontrol frekuensi api, api tidak menyebar dengan rata, asap yang ditimbulkan lebih banyak, dan mengakibatkan polusi udara. Asapnya juga bisa menyebabkan dapur menjadi pengap, dan menghitam.

2. Kompor Minyak
Kompor minyak tanah portabel pertama kali dikenalkan tahun 1849 oleh Alexis Soyer. Kompor ini bertekanan udara yang dicampur dengan minyak tanah (mirip dengan kompor pedagang kaki lima jaman dulu). Sedangkan kompor yang lainnya adalah kompor minyak tanah yang tidak bertekanan karena menggunkan sumbu kompor. Namun tidak diketahui secara pasti kapan kompor ini ditemukan.
Penggunaan kompor berbahan bakar minyak tanah pada saat itu dinilai jauh lebih baik karna mengurangi asap tungku yang dapat membahayakan kesehatan. Kompor minyak tanah mempunyai ruang penampungan minyak tanah di bagian dasar, jari-jari sumbu kompor di bagian tengah, dan dudukan di bagian atas untuk meletakkan alat masak. Dalam sejarah perkembangannya, kompor minyak tanah dilengkapi pengatur api/sumbu dan indikator penunjuk jumlah minyak tanah.
Pada umumnya, kompor minyak buatan rumah tangga (buatan sederhana) terdiri beberapa bagian yaitu tabung, sumbu, tempat sumbu, sarangan, tarikan, dan badan kompor. Tabung minyak berada di bagian bawah, tempat menyimpan minyak tanah sebagai sumber energi.
Tabung minyak disambungkan dengan tempat sumbu di bagian atasnya, yang bisa dibuka dan ditutup. Di bagian ini ada lubang kecil tempat menuangkan minyak tanah ke dalam tabung. Tempat sumbu terdiri dari belasan lubang kecil melingkar dan menjulang ke atas setinggi sekitar 10 cm. Tempat sumbu inilah sebagai tempat untuk menempatkan sumbu-sumbu hingga menyentuh minyak tanah yang berada di tabung minyak. Sementara sumbu bagian atas disembulkan sedikit sebagai tempat nyala api. Sumbu-sumbu di bagian atas dikelilingi oleh sarangan, agar nyala api stabil dan tidak kena angin.
Lalu, sarangan terdiri dari 3 buah, di bagian dalam dan tengah, keduanya mengapit sumbu api. Kedua sarangan ini dibuat berlubang-lubang kecil memenuhi semua bidang yang melingkar. Tujuannya untuk sirkulasi api dan agar warna api bisa biru sehingga tidak menimbulkan jelaga pada panci dan sejenisnya. Sarangan bagian luar dibuat tertutup rapat, tidak berlubang dan biasanya lapisan aluminium lebih tebal daripada kedua sarangan yang berlubang. Tarikan berfungsi untuk membesarkan atau mengecilkan api. Jika ditarik ke atas, api akan membesar, jika ditarik ke bawah, api akan mengecil. Tarikan ini dihubungkan dengan lempengan tempat sumbu yang berada di tabung minyak. Badan kompor, biasanya menghubungkan semua bagian itu mulai dari kaki hingga atas tempat menaruh barang untuk memasak (panci, ceret, wajan, atau sejenisnya).

3. Kompor Gas
Kompor gas pertama kali dibuat pada tahun 1820, namun masih dalam bentuk eksperimen dan bersifat rahasia. Baru benar-benar muncul pertama kali pada World Fair di London tahun 1851. Mulai tahun 1880 kompor gas semakin dikenal masyarakat luas dan berkembang secara komersial, walaupun agak terhambat karena pertumbuhan jaringan pipa yang lamban.
Komponen kompor gas utama : katup, spuyer, tungku, pipa saluran gas. Jika pada kompor gas dengan pematik otomatis, ada tambahan pematik, saluran gas tambahan (bukan masuk ke saluran tungku, tetapi di atasnya dan mengarah ke tungku), dan katup cut off.

Pada kompor gas pada umumnya, prinsipnya sama seperti semprotan kaleng parfum/cat semprot. Setiap tabung gas bertekanan,maka aliran gas LPG bergerak ketika katup dibuka. Aliran gas LPG masuk ke saluran dan keluar dari spuyer menuju rongga tungku. Gas ini kemudian kita bakar menggunakan pematik atau korek api. Api tidak menjalar ke saluran gas karena desain lubang-lubang kecil pada tungku dan penggunaan spuyer. Karena kecilnya lubang spuyer, tekanan dan kecepatan aliran gas pada lubang spuyer sangat tinggi sehingga api tidak cukup cepat menjalar ke lubang spuyer.
Jika kompor dengan auto ignition (pematik api otomatis), ada mekanisme penyemburan gas, pematik, dan penutupan gas secara cepat (cut off, pakai per). Tiga langkah mekanik ini terintegrasi dalam pemutar katup gas.

4. Kompor Listrik
Pada 20 September 1859, George B. Simpson di Washington DC, Amerika Serikat mematenkan kompor listrik yang menggunkan pemanas dari kumparan. Prinsipnya, energi listrik diubah menjadi energi panas lewat kumparan. Seiring perkembangan jaman, di tahun 1970 muncul ide untuk menggantikan kumparan kawat dengan glass-caramic, sehingga kompor termuktahir saat ini tidak berbau, berasap, dan ringkas.
Cara kerjanya berasal dari kawat berbentuk kumparan. Pada kumparan tersebut, diberi benda yang bersifat konduktor (dapat menghantar arus listrik dan panas). Benda yang dipakai umumnya adalah logam. Jika kumparan kawat tersebut teraliri listrik, maka logam akan terpengaruhi sehingga memunculkan daya berupa kalor (panas).
Kemajuan teknologi pun membawa pengaruh besar pada perkembangan alat ini. Jika Anda mengunjungi toko alat rumah tangga modern, Anda mungkin akan menemukan jenis kompor listrik baru yang memanfaatkan teknologi micro controller chip, bukan lagi kumparan kawat konduktor seperti milik Ahern dulu. Micro controller chip merupakan hasil adapatasi dari teknologi elektromagnetik di Jerman. Micro controller chip dapat menghasilkan listrik lebih efektif daripada kumparan kawat.
Selain menggunakan chip tersebut, alat masak modern ini juga menggunakan panel keramik di atasnya. Fungsi dari panel keramik ini adalah untuk menahan suhu panas. Dengan adanya panel ini, panci yang Anda letakkan di atas kompor untuk memasak tidak akan terasa panas bila dipegang. Panasnya hanya tertahan pada dasar panci saja. Sehingga, makanan bisa tetap matang tapi tangan Anda tetap aman dari panas.
Kelebihan kompor listrik antara lain; mudah di gunakan, mudah di simpan, tidak bepolusi, tidak bisa menimbulkan ledakan/yang lainnya, ringan (mudah dibawa-bawa), terbuat dari bahan yang ramah lingkungan, dilengkapi dangan alat pengtur suhu, hemat energi. Sedangkan kekuranganya ialah; menggunakan wattage yang cukup besar, dapat berakibat fatal jika bagian besi pemanas tersentuh oloh kulit manusia, tidak bisa digunakan alat yang berdiameter besar, tidak bisa digunakan dengan wajan yang alasnya bundar.


Lihat lebih banyak...

Komentar

Hak Cipta © 2017 CARIDOKUMEN Inc.