STRATEGI PEMBELAJARAN RANAH MOTORIK

May 22, 2017 | Author: Sriyana Natsir | Category: N/A
Share Embed


Deskripsi Singkat

STRATEGI PEMBELAJARAN RANAH MOTORIK
Pendahuluan
Melalui kegiatan pembelajaran praktik, siswa akan dapat menguasai keterampilan kerja secara optimal. Nolker & Schoenfeldt (1983: 28) mengatakan bahwa hal yang paling penting dalam pembelajaran dan pelatihan praktik kejuruan adalah penguasaan keterampilan praktis, serta pengetahuan dan perilaku yang bertalian langsung dengan keterampilan tersebut. Agar siswa mampu menguasai keterampilan kerja yang diharapkan, pengajar harus menerapkan metode atau strategi mengajar praktik yang sesuai dengan pembelajaran dan pelatihan praktik. Hal ini merupakan salah satu faktor yang menentukan keberhasilan program. Dalam program pendidikan sistem ganda di sekolah kejuruan, pada dasarnya pembelajaran praktik kejuruan meliputi tiga tahap berikut:
Tahap pertama, pembelajaran praktis dasar yang umumnya 24 dilaksanakan di sekolah.
Tahap kedua, praktik keterampilan dengan strategi proyek, yang umumnya dilaksanakan di sekolah juga.
Tahap ketiga, pembelajaran praktik keterampilan kejuruan dengan strategi praktik industri yang harus dilakukan di industri atau dunia kerja.

Strategi Pembelajaran Pelatihan Industri (Training Within Industry)
Menurut Nolker & Schoenfeldt (1983) salah satu strategi pembelajaran untuk mengajarkan keterampilan keterampilan dasar kejuruan adalah strategi pembelajaran pelatihan industri yang terdiri dari lima tahap, yaitu:
Tahap persiapan,
Tahap peragaan,
Tahap peniruan,
Tahap praktik,
Tahap evaluasi.
Persiapan Secara pokok guru dalam tahap ini adalah merencanakan, menata dan memformulasikan kondisi- kondisi pembelajaran dan pelatihan sehingga ada kaitan secara sistematis dengan strategi yang akan diterapkan.
Peragaan Dalam tahap ini menekankan pada strategi penyampaian. Strategi penyampaian yang harus disesuaikan dengan media pembelajaran dan pelatihan praktik yang tersedia. Akan lebih baik jika siswa terlebih dahulu diperagakan pekerjaan yang harus dipelajari melalui media audio visual. Langkah selanjutnya adalah guru memperagakan secara nyata pekerjaan yang harus dipelajari dan menjelaskan cara kerja yang baik.
Peniruan Dalam tahap peniruan siswa melakukan kegiatan kerja menirukan aktivitas kerja yang telah diperagakan oleh guru. Guru harus memperhatikan tahap kerja yang dilakukan siswa dan memonitor proses kerja siswa. d. Praktik Agar siswa mampu melakukan kegiatan belajar praktik secara optimal, disamping dipegaruhi kondisi pembelajaran dan pelatihan praktik juga sangat dipengaruhi oleh penerapan metode atau strategi pembelajaran dan pelatihan praktik yang sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai.
Evaluasi adalah tahap akhir dari pembelajaran. Dengan adanya evaluasi siswa akan mengetahui kemampuannya sehingga siswa siswa dapat memperbaiki atau meningkatkan kualitas pembelajarannya.




Deskripsi

STRATEGI PEMBELAJARAN RANAH MOTORIK
Pendahuluan
Melalui kegiatan pembelajaran praktik, siswa akan dapat menguasai keterampilan kerja secara optimal. Nolker & Schoenfeldt (1983: 28) mengatakan bahwa hal yang paling penting dalam pembelajaran dan pelatihan praktik kejuruan adalah penguasaan keterampilan praktis, serta pengetahuan dan perilaku yang bertalian langsung dengan keterampilan tersebut. Agar siswa mampu menguasai keterampilan kerja yang diharapkan, pengajar harus menerapkan metode atau strategi mengajar praktik yang sesuai dengan pembelajaran dan pelatihan praktik. Hal ini merupakan salah satu faktor yang menentukan keberhasilan program. Dalam program pendidikan sistem ganda di sekolah kejuruan, pada dasarnya pembelajaran praktik kejuruan meliputi tiga tahap berikut:
Tahap pertama, pembelajaran praktis dasar yang umumnya 24 dilaksanakan di sekolah.
Tahap kedua, praktik keterampilan dengan strategi proyek, yang umumnya dilaksanakan di sekolah juga.
Tahap ketiga, pembelajaran praktik keterampilan kejuruan dengan strategi praktik industri yang harus dilakukan di industri atau dunia kerja.

Strategi Pembelajaran Pelatihan Industri (Training Within Industry)
Menurut Nolker & Schoenfeldt (1983) salah satu strategi pembelajaran untuk mengajarkan keterampilan keterampilan dasar kejuruan adalah strategi pembelajaran pelatihan industri yang terdiri dari lima tahap, yaitu:
Tahap persiapan,
Tahap peragaan,
Tahap peniruan,
Tahap praktik,
Tahap evaluasi.
Persiapan Secara pokok guru dalam tahap ini adalah merencanakan, menata dan memformulasikan kondisi- kondisi pembelajaran dan pelatihan sehingga ada kaitan secara sistematis dengan strategi yang akan diterapkan.
Peragaan Dalam tahap ini menekankan pada strategi penyampaian. Strategi penyampaian yang harus disesuaikan dengan media pembelajaran dan pelatihan praktik yang tersedia. Akan lebih baik jika siswa terlebih dahulu diperagakan pekerjaan yang harus dipelajari melalui media audio visual. Langkah selanjutnya adalah guru memperagakan secara nyata pekerjaan yang harus dipelajari dan menjelaskan cara kerja yang baik.
Peniruan Dalam tahap peniruan siswa melakukan kegiatan kerja menirukan aktivitas kerja yang telah diperagakan oleh guru. Guru harus memperhatikan tahap kerja yang dilakukan siswa dan memonitor proses kerja siswa. d. Praktik Agar siswa mampu melakukan kegiatan belajar praktik secara optimal, disamping dipegaruhi kondisi pembelajaran dan pelatihan praktik juga sangat dipengaruhi oleh penerapan metode atau strategi pembelajaran dan pelatihan praktik yang sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai.
Evaluasi adalah tahap akhir dari pembelajaran. Dengan adanya evaluasi siswa akan mengetahui kemampuannya sehingga siswa siswa dapat memperbaiki atau meningkatkan kualitas pembelajarannya.


Lihat lebih banyak...

Komentar

Hak Cipta © 2017 CARIDOKUMEN Inc.