Tujuan Pengujian Substantif Terhadap Investasi

October 9, 2017 | Author: Wisnu Murti | Category: N/A
Share Embed


Deskripsi Singkat

Tujuan Pengujian Substantif Terhadap Investasi
Tujuan pengujian substantif terhadap investasi adalah :
Memperoleh keyakinan tentang keandalan catatan akuntansi yang bersangkutan dengan investasi
Membuktikan bahwa saldo investasi mencerminkan kepentingan klien yang ada pada tanggal neraca dan mencerminkan keterjadian transaksi yang berkaitan dengan investasi selama tahun yang di audit
Membuktikan kelengkapan transaksi yang dicatat selama tahun yang diaudit dan kelengkapan saldo investasi yamg disajikan di neraca
Membuktikan bahwa saldo investasi yang dicantumkan di neraca merupakan milik klien
Membuktikan kewajaran penilaian investasi yang dicantumkan di neraca
Membuktikan kewajaran penyajian dan pengungkapan investasi di neraca

Rerangka tujuan pengujian substantif terhadap investasi terlihat bahwa tujuan utama pengujian substantif terhadap investasi adalah membuktikan bahwa saldo akun investasi sementara dan akun investasi jangka panjang yang dicantumkan di neraca mencerminkan saldo akun-akun tersebut yang sesungguhnya pada tanggal neraca.
Untuk mencapai tujuan tersebut dirancang pengujian substantif yang digolongkan kedalam lima kelompok
Prosedur Audit Awal
Prosedur Analitik
Pengujian terhadap Transaksi Rinci
Pengujiaj terhadap Saldo Rinci
Verifikasi terhadap Penyajian dan Pengungkapan
Membuktikan asersi Keberadaan atau keterjadian investasi yang dicantumkan di neraca
Pengujian Analitik
Pemeriksaan bukti pendukung
Inspeksi terhadap sekuritas yang ada di tangan klien
Konfirmasi sekuritas yang berada di tangan pihak luar
Membuktikan asersi kelengkapam investasi yang dicantumkan di neraca
Pengujian Analitik
Pemeriksaan bukti pendukung transaksis yang berkaitan dengan investasi
Inspeksi terhadap sekuritas yang ada di tangan klien
Konfirmasi sekuritas yang berada di tangan pihak luar
Membuktikan asersi kepemilikan klien atas investasi pada tanggal neraca
Pengujian Analitik
Pemeriksaan bukti pendukung
Membuktikan asersi penyajian dan pengungkapam ekuitas pemegang saham
Pemeriksaan terhadap klasifikasi surat berharga sebagai investasi sementara dan investasi jangka panjang
Pemeriksaan terhadap investasi jangka panjang mengenai kemungkinan sebagai alat pengendalian perusahaan lain

Prosedur Audit Awal

Sebelum membuktikan apakah saldo investasi yang dicantumkan oleh klien di dalam neracanya sesuai dengan investasi yang benar-benar ada pada tanggal neraca,auditor melakukan rekonsilisiasi antara informasi investasi yang dicantumkan di neraca dengan catatan akuntansi yang mendukungnya.Auditor melakukan enam prosedur audit berikut ini dalam melakukan rekonsiliasi informasi investasi di neraca dengan catatn akuntansi yang bersangkutan:
Usut Saldo usaha yang tercantum di neraca ke saldo akun investasi yang bersangkutan di dalam buku besar
Hitung kembali saldo akun investasi di buku besar
Usut saldo awal akun investasi ke kertas kerja tahun yang lalu
Lakukan interview terhadap mutasi luar biasa dalam jumlah dan sumber penting dalam akun investasi
Usut posting pendebitan dan pengkreditan akun utang usaha ke jurnal yang bersangkutan
Lakukan rekonsiliasi buk pembantu utang usaha dengan akun kontrol investasi di buku besar

Prosedur Analitik
Pada tahap awal pengujian substantif terhadap investasi,pengujian analitik dimaksudkan untuk membantu auditor dalam memahami bisnis klien dan dalam menemukan bidang yang memerlukan audit lebih intensif.Untuk Itu,auditor melakukan perhitungan berbgai ratio berikut ini
Ratio Investasi dengan aktiva lancar =Investasi Sementara : Total Aktiva lancar
Ratio investasi jangka panjang =Investasi Jangka Panjang:Total Aktiva Lancar
Rate of returntiap-tiap golongan investasi =Pendapatan bunga:Rerata investasi golongan investasi tertentu
Ratio yang telah dihitung tersebut kemudian dibandingkan dengan harapan auditor misalnya ratio tahun yang lalu,rerata ratio industri,atau ratio yang dianggarkan.Pembandingan ini membantu auditor untuk mengungkapkan
Peristiwa atau transaksi yang tidak biasa
Perubahan akuntansi
Perubahan usaha
Fluktuasi acak
Salah saji



Pengujian Terhadap Transaksi Rinci
Dalam Pengujian Transaksi Rinci,auditor:
Memeriksa dokumen yang mendukung transaksi perolehan dan penjualan investasi
Menghitung kembali pendapatan bunga dan deviden tahun yang diaudit
Menghitung kembali laba rugi yang timbul dari transaksi penjualan surat berharga
Menghitung laba atau rugi yang timbul dari transaksi penjualan investasi
Memeriksa dokumen yang mendukung transaksi pembelian surat berharga dalam periode sekitar tanggal neraca
Memeriksa dokumen yang mendukung transaksi penjualan surat berharga dalam periode sekitar tanggal neraca
Memeriksa dokumen yang mendukung pemerolehan invesasi yang dimiliki oleh klien pada tanggal neraca



Pengujian Terhadap Akun Rinci
Mempelajari notulen rapat pemegang saham dan direksi
Meminta datar surat berharga yang ada ditangan klien dan lakukan penghitungan dan inspeksi terhadap sertifikat surat berharga tersebut
Mengirimkan konfirmasi tentang surat berharga milik klien yang berada ditangan pihak lain
Melakukan rekonsiliasi antara surat berharga yang dihitung dengan hasil konfirmasi dan jumlah yang disajikan di neraca
Melakukan inspeksi dan pemeriksaan terhadap polis asuransi surat berharga
Meminta informasi mengenai surat berharga yang dijadikan jaminan penarikan utang
Membandingkan metode penilaian investasi yang digunakan oleh klien dengan prinsip akuntansi berterima umum
Membandingkan nilai investasi dengan harga pasar surat berharga


Verifikasi Penyajian Dan Pengungkapan
Verifikasi Penyajian Dan Pengungkapan investasi di neraca ditujukan untuk memperoleh informasi apakah klien telah menyajikan investasi di neraca sesuai dengan prinsip akuntansi berterima umum dengan pengungkapan memadai.Informasi mengenai hal ini diperoleh auditor dengan cara memeriksa klasifikasi sediaan di neraca dan memeriksa investasi jangka panjang mengenai kemungkinan sebagai alat pengendalian perusahaan lain




Deskripsi

Tujuan Pengujian Substantif Terhadap Investasi
Tujuan pengujian substantif terhadap investasi adalah :
Memperoleh keyakinan tentang keandalan catatan akuntansi yang bersangkutan dengan investasi
Membuktikan bahwa saldo investasi mencerminkan kepentingan klien yang ada pada tanggal neraca dan mencerminkan keterjadian transaksi yang berkaitan dengan investasi selama tahun yang di audit
Membuktikan kelengkapan transaksi yang dicatat selama tahun yang diaudit dan kelengkapan saldo investasi yamg disajikan di neraca
Membuktikan bahwa saldo investasi yang dicantumkan di neraca merupakan milik klien
Membuktikan kewajaran penilaian investasi yang dicantumkan di neraca
Membuktikan kewajaran penyajian dan pengungkapan investasi di neraca

Rerangka tujuan pengujian substantif terhadap investasi terlihat bahwa tujuan utama pengujian substantif terhadap investasi adalah membuktikan bahwa saldo akun investasi sementara dan akun investasi jangka panjang yang dicantumkan di neraca mencerminkan saldo akun-akun tersebut yang sesungguhnya pada tanggal neraca.
Untuk mencapai tujuan tersebut dirancang pengujian substantif yang digolongkan kedalam lima kelompok
Prosedur Audit Awal
Prosedur Analitik
Pengujian terhadap Transaksi Rinci
Pengujiaj terhadap Saldo Rinci
Verifikasi terhadap Penyajian dan Pengungkapan
Membuktikan asersi Keberadaan atau keterjadian investasi yang dicantumkan di neraca
Pengujian Analitik
Pemeriksaan bukti pendukung
Inspeksi terhadap sekuritas yang ada di tangan klien
Konfirmasi sekuritas yang berada di tangan pihak luar
Membuktikan asersi kelengkapam investasi yang dicantumkan di neraca
Pengujian Analitik
Pemeriksaan bukti pendukung transaksis yang berkaitan dengan investasi
Inspeksi terhadap sekuritas yang ada di tangan klien
Konfirmasi sekuritas yang berada di tangan pihak luar
Membuktikan asersi kepemilikan klien atas investasi pada tanggal neraca
Pengujian Analitik
Pemeriksaan bukti pendukung
Membuktikan asersi penyajian dan pengungkapam ekuitas pemegang saham
Pemeriksaan terhadap klasifikasi surat berharga sebagai investasi sementara dan investasi jangka panjang
Pemeriksaan terhadap investasi jangka panjang mengenai kemungkinan sebagai alat pengendalian perusahaan lain

Prosedur Audit Awal

Sebelum membuktikan apakah saldo investasi yang dicantumkan oleh klien di dalam neracanya sesuai dengan investasi yang benar-benar ada pada tanggal neraca,auditor melakukan rekonsilisiasi antara informasi investasi yang dicantumkan di neraca dengan catatan akuntansi yang mendukungnya.Auditor melakukan enam prosedur audit berikut ini dalam melakukan rekonsiliasi informasi investasi di neraca dengan catatn akuntansi yang bersangkutan:
Usut Saldo usaha yang tercantum di neraca ke saldo akun investasi yang bersangkutan di dalam buku besar
Hitung kembali saldo akun investasi di buku besar
Usut saldo awal akun investasi ke kertas kerja tahun yang lalu
Lakukan interview terhadap mutasi luar biasa dalam jumlah dan sumber penting dalam akun investasi
Usut posting pendebitan dan pengkreditan akun utang usaha ke jurnal yang bersangkutan
Lakukan rekonsiliasi buk pembantu utang usaha dengan akun kontrol investasi di buku besar

Prosedur Analitik
Pada tahap awal pengujian substantif terhadap investasi,pengujian analitik dimaksudkan untuk membantu auditor dalam memahami bisnis klien dan dalam menemukan bidang yang memerlukan audit lebih intensif.Untuk Itu,auditor melakukan perhitungan berbgai ratio berikut ini
Ratio Investasi dengan aktiva lancar =Investasi Sementara : Total Aktiva lancar
Ratio investasi jangka panjang =Investasi Jangka Panjang:Total Aktiva Lancar
Rate of returntiap-tiap golongan investasi =Pendapatan bunga:Rerata investasi golongan investasi tertentu
Ratio yang telah dihitung tersebut kemudian dibandingkan dengan harapan auditor misalnya ratio tahun yang lalu,rerata ratio industri,atau ratio yang dianggarkan.Pembandingan ini membantu auditor untuk mengungkapkan
Peristiwa atau transaksi yang tidak biasa
Perubahan akuntansi
Perubahan usaha
Fluktuasi acak
Salah saji



Pengujian Terhadap Transaksi Rinci
Dalam Pengujian Transaksi Rinci,auditor:
Memeriksa dokumen yang mendukung transaksi perolehan dan penjualan investasi
Menghitung kembali pendapatan bunga dan deviden tahun yang diaudit
Menghitung kembali laba rugi yang timbul dari transaksi penjualan surat berharga
Menghitung laba atau rugi yang timbul dari transaksi penjualan investasi
Memeriksa dokumen yang mendukung transaksi pembelian surat berharga dalam periode sekitar tanggal neraca
Memeriksa dokumen yang mendukung transaksi penjualan surat berharga dalam periode sekitar tanggal neraca
Memeriksa dokumen yang mendukung pemerolehan invesasi yang dimiliki oleh klien pada tanggal neraca



Pengujian Terhadap Akun Rinci
Mempelajari notulen rapat pemegang saham dan direksi
Meminta datar surat berharga yang ada ditangan klien dan lakukan penghitungan dan inspeksi terhadap sertifikat surat berharga tersebut
Mengirimkan konfirmasi tentang surat berharga milik klien yang berada ditangan pihak lain
Melakukan rekonsiliasi antara surat berharga yang dihitung dengan hasil konfirmasi dan jumlah yang disajikan di neraca
Melakukan inspeksi dan pemeriksaan terhadap polis asuransi surat berharga
Meminta informasi mengenai surat berharga yang dijadikan jaminan penarikan utang
Membandingkan metode penilaian investasi yang digunakan oleh klien dengan prinsip akuntansi berterima umum
Membandingkan nilai investasi dengan harga pasar surat berharga


Verifikasi Penyajian Dan Pengungkapan
Verifikasi Penyajian Dan Pengungkapan investasi di neraca ditujukan untuk memperoleh informasi apakah klien telah menyajikan investasi di neraca sesuai dengan prinsip akuntansi berterima umum dengan pengungkapan memadai.Informasi mengenai hal ini diperoleh auditor dengan cara memeriksa klasifikasi sediaan di neraca dan memeriksa investasi jangka panjang mengenai kemungkinan sebagai alat pengendalian perusahaan lain


Lihat lebih banyak...

Komentar

Hak Cipta © 2017 CARIDOKUMEN Inc.