wasbang

August 13, 2017 | Author: Nanik Soewandi | Category: N/A
Share Embed


Deskripsi Singkat

MODERNISASI DAN GLOBALISASI

A. Pengertian Modernisasi
Dalam kamus besar Bahasa Indonesia, modernisasi adalah proses pergeseran sikap dan mentalisasi warga mayarakat untuk bias hidup sesuai dengan tuntunan masa kini. Dalam kehidupan bersama sudah menjadi tuntunan dari manusia untuk menjalani hidup di masyarakat secara mudah . Untuk itu, modernisai itu mau atau tidak mau harus dijalanidan diciptakan oleh manusia itu sendiri. Ada beberapa contoh pengertian modernisasi yang diciptakan oleh manusia itu sendiri. Ada beberapa contoh pengertian modernisasi yang dikemukakan oleh para ahli, seperti berikut ini:
1. J.W Schoorl
Gejala modernisasi tidak bias didefinisikan hanya dalam sebuah kalimat saja, melainkan harus mengetahui beberapa aspeknya,antara lain:
a. Aspek ekonomi, gejala modernisasi dapat dilihat dari tumbuhnya kompleks indrustri secara besar-besaran yang mengadakan produksi barang-barang sarana produksi secara massa.
b. Aspek sosial, gejala modernisasi dapat dilihat dari tumbuhnya kelompok-kelompok baru dengan posisi dan ekonomi untuk mencapai kepentingan bersama.
c. Aspek politik, gejala modernisasi dalam satu Negara yang berhubungan dengan system kekuasaan dan wewenang dari pusat.
d. Aspek budaya, gejala modernisasi dapat dilihat dalam bentuk perubahan masyarakat yang semula menganut system kepercayaan dan pandangan mistis menjadi rasional.
Kesimpulannyua bahwa modernisasi adalah suatu proses penerapan pengetahuan rasioanal dan ilmiah terhadap semua aktivitas dan segenap aspek kehidupan.
2. Soerjono Soekanto
Modernisasi adalah suatu bentuk perubahan sosial (social change) yang bersifat terarah (directed) dan didasarkan pada suatu perencanaan sosial (social planning).
3. Widjojo Nitisastro.
Modernisasi mencakup transformasdi total dari kehidupan bersama yang bersifat tradisional atau pra modern dalam arti teknologi ke rah pola-pola ekonomi dan politis.
4. Koetjaraningrat
Modernisasi adalah usaha untuk hidup sesuai dengan zaman dan konsentrasi dunia sekarang.
v Syarat atau criteria modernisasi menurut Soeryono Soekanto
Modernisasi dapat juga diartikan sebgaai proses perubahan yang terarah dan terencana dari masyarakat tradisional menuju bentuk masyarakat modern yang meliputi seluruh aspek kehidupan. Dalam proses perubahan ini manusia mempunyai peranan penting. Manusia sebagai pelaku utama dalam proses perubahan itu. Agar modernisasi dapat terlaksana, harus memenuhi beberapa syarat yang harus dipenuhi.
1. Adanya system pendidikan dan pengajaran yang terencana dengan baik. Hal ini karena akan menghasilkan individu-individu yang menerapkan pola piker secara ilmiah (scientific thingking).
2. Adanya system administrasi Negara yang baik sebagai perwujudan pelaksanaan birokrasi yang professional.
3. Dilakukan penelitian yang berkesinambungan untuk memperoleh data yang baik dan teratur, terpusat, pada suatu lembaga atau badan tertentu.
4. Menciptakan iklim yang kondusif dari masyarakat untuk mendukung modernisasi melalui penggunaan media komunikasi massa yang efektif. Hal ini harus dilakukan secara hati-hati dengan mempertahankan pola kepercayaan yang di anut masyarakat.
5. Penerapan sikap masyarakat disiplin dalam berorganisasi yang dapat mengakibatkan berkurangnya kemerdekaan atau kebebasan individu.
6. Adanya sentralisasi wewenang dalam perencanaan sosial. Hal ini ditunjukan untuk menghindari pengaruh luar terhadap perencanaan yang telah disusun.

Pelaksanaan Modernisasi di Indonesia
1. Modernisasi di Indonesia
Seperti telah dikemukakan di muka, modernisasi sebenarnya merupakan sebuah tuntutan. Begitu juga modernisasi di Indonesia, sebagai suatu Negara berkembang. Indonesia berusaha untuk mengejar ketinggalannya dari Negara-negara maju. Untuk itu, Indonesia melakukan pembangunan di segala bidang sebagai upaya mewujudkan modernisasi . namun demikian, modernisasi dilakukan oleh Indonesia itu berjalan dengn pasang surut. Hal ini karena modernisasi dapat berjalan dengan keadaan suatu Negara itu kondusif. Hal ini karena modernisasi dapat berjalan dengan lancer, jika didukung dengan kondisi yang stabil. Dengan kata lain modernisasi dapat tumbuh jika keadaan suatu Negara kondusif. Hal ini, sudah terbukti dari fase-fase modernisasi di Indonesia yang sampai saat ini dapat dibagi dalam tiga kondusif sebagai berikut:
a. Fase Orde Lama
b. Fase Orde Baru
c. Fase Reformasi
Pasang surutnya pelaksanaan modernisaasi di Indonesia di pengaruhi oleh beberapa faktor. Adapun faktor – faktor yang mempengaruhi modernisasi sebagai berikut :
1. Sumber daya alam yang tersedia
2. Sumber daya manusia yang memadai
3. Kondisi keamanaan Negara stabil
4. Pendidikan politik rakyat
5. Karakter para pemimpin bangsa
6. Sistem Birokrasi yang di jalankan
7. Kemajuan iptek
8. Timbulnya politik aliran
2. Gejala- gejala modernisasi di Indonesia
Pembangunan melalui modernisasi dilaksanakan di segala bidang. Diantara bidang- bidang itu antara lain :
a. Bidang Ilmu pengetahuan dan teknologi
Modernisasi tidak dapat di lepaskan dari perkembangan iptek. Bahkan inti dari modernisasi adalah adanya kemajuan dan pemakaian iptek telah merambah dalam seluruh sector seperti pertanian, transportasi, kesehatan dan informasi. Hal ini lebih terlihat secara nyata dalam bidang informasi ( penyiaran ). Dewasa ini ada berbagai media informasi antara lain sebagai berikut :
1. Media elektronik
2. Media cetak
3. Internet
Menurut Cyril Black, tanda- tanda masyarakat modern ialah tumbuhnya ilmu pengetahuan baru dan adanya kemampuan manusia dalam memahami rahasia- rahasia alam semakin meningkat dan dapat menerapkan pengetahuan dalam bidang kegiatan.
b. Bidang ekonomi
Modernisasi ekonomi tidak lepas dari penggunaan teknologi, karena di dalam pengembangan produk- produk yang di hasilkan memerlukan pengetahuan dan teknologi yang tepat guna. Hal itu bertujuan agar tidak kalah dalam mengikuti persaingan global.
c. Bidang sosial
Modernisasi dibidang sosial mempengaruhi kehidupan masyarakat, misalnya meningkatnya pengetahuan masyarakat baik di pedesaan maupun diperkoataan. Kemajuan diperkotaan menarik masyarakat pedesaan untuk melakukan urbanisasi, sehingga muncul industri, sedangkan masyarakat seperti jenis-jenis pekerjaan, pola konsumsi, mode pakaian, tempat tinggal, ikatan sosial, bentuk alat transdormasi.
d. Bidang politik
Modernisasi dibidang politik khususnya di Indonesia adalah perubahan-perubahan pada sistem admisnistrasi pemerintahan yang baru dan pembentukan lembaga-lemaga politik yang dinamis.

Ciri-ciri modernisasi
Menurut Alex Inkelas. Ada sembilan elemen ciri manusia modern, yaitu:
a. Kesediaan menerima pengalaman baru dan terbuka terhadapa perubahan.
b. Mempunyai kesanggupan untuk membuat pendapat mengenai sejumlah persoalan.
c. Mempunyai pandangan masa kini dan masa depan.
d. Perencanaan dan pengorganisasian dianggap sebagai suatu yang wajar dalam hidupnya.
e. Yakin bahwa dalam batas tertentu orang dapat menguasai alam bukan dirinya dikuasai alam.
f. Tidak pasrah pada nasib.
g. Sadar akan harga diri orang lain dan bersedia menghargainya.
h. Mengetahui pada IPTEK.
i. Percaya pada keadilan.
v Aspek mental masyarakat modern meliputi:
1. Bersikap rasional sesuai dengan realitas masyarakat.
2. Alam dipandang sumber daya yang penting dalam kehidupan masyarakat.
3. Memiliki jiwa keterbukaan.
4. Memiliki sistem nilai budaya yang bercirikan: mengahargai karya orang lain

B. Globalisasi
Menurut Giddens dalam buku sosiologi. Globalisasi adalah proses peningkatan saling ketergantungan masyarakat dunia yang ditandai kesenjangan besar antara kekayaan dan tingkat hidup masyarakat industri dan masyarakat dunia ketiga.
Sebagai akibat dari globalisi agar bangsa dIndonesia tidak kehilangan jati diri dan kepribadiannya maka pengembangan budaya luar dan penerapan kemajuan IPTEK disesuaikan dengan nilai-nilai luhur budaya bangsa dan pandcasila dengan cara:
1. Menolak masuknya nilai budaya luar dan kemajuan IPTEK yang bertentangan dengan nilai luhur budaya bangsa.
2. Menyerap dan menerima masuknya nilai-nilai budaya luar yang positif yang tidak bertentangan dengan nilai luhur budaya bangsa. Misalanya:
- Sikap hidup gemar membaca dan menekuni IPTEK.
- Sikap hidup menjungjung tinggi kesehatan dan kebersihan lingkungan hidup.
- Sikap hidup mengutamakan penampilan dan berbusana rapi dan bersih.
- Sikap hidup selalu forml dan tidak berbasa-basi.
- Sikap menghargai waktu.
3. Berusaha mengamalkan prinsip kehidupan modern yang sesuai dengan budaya bangsa dan falsafah bangsa yaitu pancasila.
Globalisasi merupakan satu proses untuk meletakkan dunia dibawah satu unit yang sama tanpa dibatasi oleh sempadan dan kedudukan geografi sesebuah negara Melalui proses ini, dunia akhirnya tidak lagi mempunyai sempadan dengan ruang udara dan langit sesebuah negara itu terbuka luas untuk dimasuki oleh pelbagai maklumat yang disalurkan menerusi pelbagai perantaraan media komunikasi seperti internet,media elektronik,dan teknologi siber. Perkembangan ini memungkinkan perhubungan diantara sesebuah negara dengan negara yang lain dan perhubungan sesama manusia dapat dilakukan dalam tempoh yang singkat.
Menurut Kamus Dewan globalisasi didefinisikan sebagai fenomena yang menjadikan dunia mengecil dari segi perhubungan manusia disebabkan kepantasan perkembangan teknologi maklumat. Manakala cediakawan barat mentakrifkan globalisasi sebagai satu proses kehidupan yang serba luas dan infiniti merangkumi segala aspek kehidupan seperti politik, sosial, dan ekonomi yang boleh dirasai oleh seluruh umat manusia didunia ini. Ini bermakna segala-galanya menjadi milik bersama dalam konsep dunia tanpa sempadan.
Dalam era globalisasi ini, dunia semakin dikecilkan ruangnya daripada yang asal. Jika dulu dunia ini seluas saujana mata memandang dan dipagari dengan sempadan-sempadan namun kini ia tidak berlaku lagi. Malah pada hari ini kita telah dapat merasakan apakah dia itu globalisasi. Ledakan teknologi maklumat yang pesat merupakan medium utama kepada agenda globalisasi ini.
Dunia bukan sahaja tidak bersempadan geografi tetapi pengaruh globalissasi menjangkau sempadan ekonomi,teknologi ,bahasa, budaya, ideologi, politik dan dari segenap aspek kehidupan sesebuah masyarakat.
Kerajaan Malaysia memberi keutamaan kepada globalisasi ekonomi. Disamping itu, ia memberi perhatian besar kepada globalisasi maklumat dan ilmu dan globalisasi saintifik serta teknologi Kesungguhan Kerajaan dalam menangani tiga jenis globalisasi ini jelas kelihatan pada berbagai-bagai bentuk wacana di peringkat nasional dan peringkat antarabangsa seperti dialog, seminar, persidangan dan forum dan juga pada penubuhan berbagai-bagai jenis institusi dan projek. Koridor Raya Multimedia (MSC) adalah simbol harapan serta kemegahan Malaysia dalam menyahut panggilan globalisasi.
Globalisasi juga merujuk kepada perpindahan nilai, terutamanya cara berfikir & gaya bertindak dari satu daerah dunia kpd daerah dunia yg lain. Globalisasi yang diberi erti luas ini adalah suatu hakikat yang tidak dapat dipertikaikan. Hakikatnya globalisasi itu sudah wujud sebelum istilah globalisasi diperkenalkan lagi. Fenomena globalisasi boleh dikiaskan sebagai gelombang yang melanda dunia.
Lodge (1993) mendefinisikan globalisasi sebagai:
"... a process forced by global flows of people, information, trade and capital. It is accelerated by technology, which is driven by only a few hundred multinational corporations and may be harmful to the environment. There in lies the conundrum of whether it is wise to leave globalization in the hands of these few corporations, or might it not make more sense to seek greater involvement from the global community.

Apakah impikasi serta kesan globalisasi terhadap:

(A) Ekonomi
Dalam globalisasi ekonomi, telah berlaku peningkatan dalam kebergantungan perniagaan terhadap ekonomi. Firma-firma dan perniagaan terus meningkat dan berlakunya peningkatan dalam pelaburan asing secara langsung di dalam aktiviti ekonomi sesebuah negara. Globalisasi ekonomi dapat di lihat melalui perluasan perusahaan melampaui sepadan negara .
Perspektif ini dapat dilihat melalui tiga tahap.
* Pertama ialah perusahaan antarabangsa yang mempunyai aktiviti diluar sempadan nasional dan meliputi eksport,import dan penghasilan bukan mentah.
* Kedua ialah perusahaan multi nasional, iaitu perusahaan yang menjalankan aktivitinya di berbagai negara.
* Ketiga ialah perusahaan global yang melihat ekonomi dunia sabagai satu. Perusahaan tersebut mendapatkan bahan mentah dan menjual barangan secara global.
Di samping perdagangan bebas, globalisasi ekonomi juga boleh dikaitkan dengan perkembangan syarikat-syarikat korporat di dunia. Syarikat-syarikat korporat juga menuju ke arah globalisasi. Telekom Malaysia Berhad juga mempunyai matlamat ke era globalisasi iaitu menjadi Syarikat bertaraf dunia "world class telecommunications"

(B) Teknologi
Kehidupan manusia di masa akan datang banyak bergantung kepada teknologi. Teknologi akan menjadi begitu canggih hinggakan komputer yang ada pada hari ini yang mempunyai sistem yang berubah dengan cepat dan laju. Era globalisasi yang sedang berlaku hari ini pasti akan memberikan peningkatan dan perubahan yang lebih ketara dalam bidang teknologi.
Antara bidang teknologi yang cepat maju dan canggih adalah bidang teknologi maklumat dan komputer. Bill gates (1996), peneroka bidang komputer yang terkenal, dapat memasarkan aplikasi keluaran Window ke serata dunia . Perkembangan teknologi yang begitu pesat pada masa ini di seluruh dunia memerlukan tindakan segera pembangunan sumber manusia untuk memberi latihan, pengetahuan dan kemahiran tentang teknologi maklumat, robotik dan sebagainya.Kehidupan manusia semakin banyak bergantung kepada komputer dan teknologi di era globalisasi hari ini
Pembangunan sumber manusia menjelang tahun 2000 akan mencapai nisbah tenaga manusia saintifik dan teknologi yang lebih tinggi daripada sekarang iaitu kira-kira 1000 bagi setiap sejuta penduduk di Malaysia.
 .Pengetahuan dan kemahiran pula akan berorientasikan gabungan disiplin teknikal, statistik dan berasaskan komputer. Gabungan disiplin ini akan melengkapkan tenaga manusia masa hadapan untuk mengendalikan teknologi baru dan yang akan muncul seperti teknologi pembuatan berautomasi, bahan-bahan terbaru, bio-teknologi, elektronik dan teknologi maklumat.
Di samping itu, kegiatan institusi pendidikan dan latihan akan ditumpukan ke arah menghasilkan kemahiran dalam bidang teknologi maklumat dan literasi komputer. Langkah kerajaan Malaysia membina Lebuh Raya Multi Media , Universiti Multi Media dan Pusat Pentadbiran Kerajaan Berelektronik yang kita telah maklum sekarang adalah langkah yang bijak untuk persediaan tenaga manusia yang akan menggunakan teknologi maklumat dalam tugas-tugas harian dan juga dalam kehidupan seharian nanti di dalam era globalisasi.

(C) Kebudayaan sebuah negara.
Kebudayaan merupakan cara hidup seharian manusia dalam sesebuah masyarakat atau organisasi. Pada zaman dahulu manusia dalam sesebuah masyarakat itu sanggup berperang kerana mempertahankan budaya hidup mereka yang dicemar atau dicerobohi oleh pihak lain. Bagaimana pun cara hidup manusia hari ini sudah banyak berubah dan menuju globalisasi.

Sistem Ekonomi Pancasila memiliki empat ciri yang menonjol, yaitu :

1. Yang menguasai hajat hidup orang banyak adalah negara / pemerintah. Contoh hajad hidup orang banyak yakni seperti air, bahan bakar minyak / BBM, pertambangan / hasil bumi, dan lain sebagainya.

2. Peran negara adalah penting namun tidak dominan, dan begitu juga dengan peranan pihak swasta yang posisinya penting namun tidak mendominasi. Sehingga tidak terjadi kondisi sistem ekonomi liberal maupun sistem ekonomi komando. Kedua pihak yakni pemerintah dan swasta hidup beriringan, berdampingan secara damai dan saling mendukung.

3. Masyarakat adalah bagian yang penting di mana kegiatan produksi dilakukan oleh semua untuk semua serta dipimpin dan diawasi oleh anggota masyarakat.

4. Modal atau pun buruh tidak mendominasi perekonomian karena didasari atas asas kekeluargaan antar sesama manusia.

Tambahan :

Dalam sistem ekonomi pancasila perekonomian liberal maupun komando harus dijauhkan karena terbukti hanya menyengsarakan kaum yang lemah serta mematikan kreatifitas yang potensial. Persaingan usaha pun harus selalu terus-menerus diawasi pemerintah agar tidak merugikan pihak-pihak yang berkaitan.

Sistem Ekonomi - Permasalahan ekonomi yang sering muncul di masyarakat menyangkut tiga masalah pokok yaitu barang/jasa apa yang akan diproduksi (what), bagaimana cara memproduksinya (how), dan untuk siapa barang/jasa tersebut (for whom). Di dalam mengatasi masalah tersebut diperlukan cara tertentu untuk menjalankan perekonomian negara. Cara tersebut dinamakan sistem ekonomi. Apa sih sistem ekonomi tersebut? Tenang sobat, Zona Siswa pada kesempatan kali ini akan membahas lengkap tentang sistem ekonomi lengkap beserta macam-macam, fungsi, dan kriteria sistem ekonomi. Semoga bermanfaat. Check this out!!!

A. Pengertian Sistem Ekonomi

Yang dimaksud sistem ekonomi adalah suatu cara untuk mengatur dan mengorganisasi segala aktivitas ekonomi dalam masyarakat baik yang dilakukan oleh pemerintah atau swasta berdasarkan prinsip tertentu dalam rangka mencapai kemakmuran atau kesejahteraan.

Menurut Gilarso (1992:486) sistem ekonomi adalah keseluruhan tata cara untuk mengoordinasikan perilaku masyarakat (para konsumen, produsen, pemerintah, bank, dan sebagainya) dalam menjalankan kegiatan ekonomi (produksi, distribusi, konsumsi, investasi, dan sebagainya) sehingga menjadi satu kesatuan yang teratur dan dinamis, dan kekacauan dapat dihindari.

Sedangan McEachern berpendapat bahwa sistem ekonomi dapat diartikan sebagai seperangkat mekanisme dan institusi untuk menjawab pertanyaan apa, bagaimana, dan untuk siapa barang dan jasa diproduksi (what, how, dan for whom).



B. Macam-macam Sistem Ekonomi

Ada berbagai macam sistem ekonomi di dunia ini yang saling berbeda satu sama lain. Tumbulnya berbagai macam sistem ekonomi yang berbeda tersebt dalam suatu negara disebabkan oleh beberapa faktor. Faktor-faktor tersebut adalah sebagai berikut:
Ada tidaknya campur tangan pemerintah dalam kegiatan ekonomi.
Sistem pemerintahan yang dianut suatu negara.
Kepemilikan negara terhadap faktor-faktor produksi.
Sumber daya yang ada dalam suatu negara, baik sumber daya manusia maupun sumber daya alam yang dimiliki.

Dari ke-empat faktor tersebut, timbul lah berbagai macam sistem ekonomi, diantaranya:

Sistem Ekonomi Tradisional
Sistem ekonomi tradisional adalah suatu sistem ekonomi di mana organisasi kehidupan ekonomi dijalankan menurut kebiasaan, tradisi masyarakat secara turun-temurun dengan mengandalkan faktor produksi apa adanya.
Ciri-ciri sistem ekonomi tradisional
Belum adanya pembagian kerja yang jelas.
Ketergantungan pada sektor pertanian/agraris.
Ikatan tradisi bersifat kekeluargaan sehingga kurang dinamis.
Teknologi produksi sederhana.

Kebaikan sistem ekonomi tradisonal
Menimbulkan rasa kekeluargaan dan kegotongroyongan masing-masing individu dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.
Pertukaran secara barter dilandasi rasa kejujuran daripada mencari keuntungan.

Keburukan sistem ekonomi tradisional
Pola pikir masyarakat secara umum yang masih statis.
Hasil produksi terbatas sebab hanya menggantungkan faktor produksi alam dan tenaga kerja secara apa adanya.

Sistem Ekonomi Terpusat/Komando (Sosialis)
Sistem ekonomi terpusat adalah sistem ekonomi di mana pemerintah memegang peranan paling penting atau dominan dalam pengaturan kegiatan ekonomi. Dominasi dilakukan melalui pembatasan-pembatasan terhadap kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh anggota masyarakat. Negara yang menganut sistem ini antara lain : Rusia, RRC, dan negara-negara Eropa Timur (bekas negara Uni Soviet).
Ciri-ciri sistem ekonomi terpusat
Kegiatan perekonomian dari produksi, distribusi, dan konsumsi serta harga ditetapkan pemerintah dengan peraturan negara.
Hak milik perorangan atau swasta tidak diakui, sehingga kebebasan individu dalam berusaha tidak ada.
Alat-alat produksi dikuasai oleh negara.

Kebaikan sistem ekonomi terpusat
Pemerintah lebih mudah dalam mengadakan pengawasan dan pengendalian.
Pemerintah bertanggung jawab sepenuhnya terhadap seluruh kegiatan ekonomi.
Kemakmuran masyarakat merata.
Perencanaan pembangunan lebih cepat direalisasikan.

Keburukan sistem ekonomi terpusat
Adanya pemasungan daya kreasi masyarakat sehingga hampir semua inisiatif, inovasi diprakarsai oleh pemerintah.
Adanya pasar gelap yang diakibatkan adanya pembatasan yang terlalu ketat oleh pemerintah.
Anggota masyarakat tidak dijamin untuk memilih dan menentukan jenis pekerjaan serta memilih barang konsumsi yang dikehendaki.
Pemerintah bersifat paternalistis, artinya apa yang telah diatur/ditetapkan oleh pemerintah adalah benar dan harus dipatuhi.

Sistem Ekonomi Liberal (Kapitalis)
Sistem ekonomi liberal adalah suatu sistem ekonomi yang menghendaki kebebasan yang seluas-luasnya bagi setiap individu untuk melakukan tindakan ekonomi tanpa campur tangan dari pemerintah. Suatu kondisi di mana pemerintah benar-benar lepas tangan dalam pengambilan keputusan ekonomi dalam istilah ekonomi disebut laissez-faire.

Negara-negara yang menganut sistem ekonomi liberal adalah Amerika Serikat, Inggris, Perancis, Belgia, Irlandia, Swiss, Kanada, dan Indonesia yang pernah menganut sistem ekonomi liberal pada tahun 1950-an.
Ciri-ciri sistem ekonomi liberal
Diakuinya kebebasan pihak swasta/masyarakat untuk melakukan tindakantindakan ekonomi.
Diakuinya kebebasan memiliki barang modal (barang kapital).
Dalam melakukan tindakan ekonomi dilandasi semangat untuk mencari keuntungan sendiri.

Kebaikan sistem ekonomi liberal
Adanya persaingan sehingga mendorong kemajuan usaha.
Campur tangan pemerintah dalam bidang ekonomi kecil sehingga mendorong kesempatan lebih luas bagi pihak swasta.
Produksi didasarkan pada permintaan pasar atau kebutuhan masyarakat.
Pengakuan hak milik oleh negara mendorong semangat usaha masyarakat.

Keburukan sistem ekonomi liberal
Adanya praktik persaingan tidak sehat, yaitu penindasan pihak yang lemah.
Persaingan tidak sehat dapat menimbulkan monopoli yang merugikan masyarakat.
Timbulnya praktik yang tidak jujur yang didasari mengejar keuntungan yang sebesar-besarnya, sehingga kepentingan umum dikesampingkan.

Sistem Ekonomi Campuran
Sistem ekonomi campuran yaitu suatu sistem ekonomi di mana di satu sisi pemerintah memberikan kebebasan kepada masyarakat untuk berusaha dalam melakukan kegiatan ekonomi, tetapi disisi lain pemerintah ikut campur tangan dalam perekonomian yang bertujuan menghindari penguasaan secara penuh dari segolongan masyarakat terhadap sumber daya ekonomi.
Ciri-ciri sistem ekonomi campuran
Adanya pembatasan pihak swasta oleh negara pada bidang-bidang yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara.
Mekanisme kegiatan ekonomi yang terjadi di pasar adalah campur tangan pemerintah dengan berbagai kebijakan ekonomi.
Hak milik perorangan diakui tetapi penggunaannya tidak boleh merugikan kepentingan umum.

Kebaikan sistem ekonomi campuran
Sektor ekonomi yang dikuasai oleh pemerintah lebih bertujuan untuk kepentingan masayarakat.
Hak individu/swasta diakui dengan jelas.
Harga lebih mudah untuk dikendalikan.

Keburukan sistem ekonomi campuran
Peranan pemerintah lebih berat dibandingkan dengan swasta.
Timbulnya KKN (korupsi, kolusi, dan nepotisme) dalam pemerintah karena banyak sektor-sektor produksi yang lebih menguntungkan pihak pemerintah sedangkan sedikit sekali pengawasannya.

Sistem Ekonomi Pancasila
Sistem ekonomi yang dianut negara Indonesia adalah sistem ekonomi Pancasila. Sistem ekonomi Pancasila adalah salah satu tata ekonomi yang dijiwai oleh ideologi Pancasila, yang di dalamnya terkandung makna demokrasi ekonomi yaitu kegiatan ekonomi yang dilakukan berdasarkan usaha bersama berasaskan kekeluargaan dan kegotongroyongan dari, oleh, dan untuk rakyat di bawah pimpinan dan pengawasan pemerintah.

Ciri pokok sistem ekonomi Pancasila terdapat pada UUD 1945 Pasal 33, dan GBHN Bab III B No.14. Berikut ini ciri-ciri pokok sistem ekonomi Pancasila.
Pasal 33 Setelah Amandemen 2002
Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan atas asas kekeluargaan.
Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara.
Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.
Perekonomian nasional diselenggarakan berdasar atas demokrasi ekonomi dengan prinsip kebersamaan, efisiensi berkeadilan, berkelanjutan, berwawasan lingkungan, kemandirian, serta dengan menjaga keseimbangan kemajuan dan kesatuan ekonomi nasional.
Ketentuan lebih lanjut mengenai pelaksanaan pasal ini diatur dalam undang-undang.

GBHN Bab III B No. 14
Pembangunan ekonomi yang didasarkan kepada demokrasi ekonomi menentukan bahwa masyarakat harus memegang peranan aktif dalam kegiatan pembangunan. Oleh karenanya maka pemerintah berkewajiban memberikan pengarahan dan bimbingan terhadap pertumbuhan ekonomi serta menciptakan iklim yang sehat bagi perkembangan dunia usaha; sebaliknya dunia usaha perlu memberikan tanggapan terhadap pengarahan dan bimbingan serta penciptaan iklim tersebut dengan kegiatan yang nyata.

C. Fungsi Sistem Ekonomi

Dari berbagi sistem ekonomi yang ada di dunia ini mempunyai fungsi dalam perekonomian, di antaranya adalah sebagai berikut.
Menyediakan perangsang untuk berproduksi.
Menyediakan cara/metode untuk mengkoordinasi kegiatan individu dalam suatu perekonomian.
Menyediakan mekanisme tertentu agar pembagian hasil produksi di antara anggota masyarakat dapat terlaksana sebagaimana mestinya.

D. Kriteria Sistem Ekonomi

Setiap negara pasti mendambakan pertumbuhan ekonomi yang baik dan stabil. Agar cita-cita tersebut dapat terwujud terdapat kriteria-kriteria yang dimiliki apabila suatu sistem ekonomi dapat dikatakan relatif baik adalah sebagai berikut.
Apakah sistem ekonomi yang bersangkutan memberikan kemungkinan untuk mencapai standar kehidupan yang tinggi?
Apakah memungkinkan bagi suatu pertumbuhan ekonomi yang stabil?
Apakah sistem ekonomi tersebut menghormati kebebasan ekonomi para individu secara wajar?
Apakah sistem perekonomian tersebut memberikan kepastian ekonomi bagi seluruh anggota masyarakat?
Apakah sistem ekonomi tersebut menghasilkan barang-barang dan jasa-jasa yang sesuai dengan kebutuhan para konsumen?
Apakah sistem ekonomi tersebut menunjukan adanya pembagian pendapatan yang memadai?

Beberapa Masalah Ekonomi di Indonesia

1. Tingginya Jumlah Pengangguran.
Dari tahun ke tahun, masalah jumlah pengangguran di Indonesia kian bertambah. Belum ada solusi yang jitu untuk mengatasi tingginya angka pengangguran sampai saat ini. Pengadaan lapangan kerja saja dirasa tidak cukup untuk menekan angka pengangguran di negara kita.

2. Tingginya Biaya Produksi
Sudah menjadi rahasia umum di dunia industri di negara kita ini bahwa selain biaya produksi cukup tinggi belum lagi ditambah dengan biaya-biaya yang seharusnya tidak perlu dikeluarkan. Namun karena faktor keamanan di negara kita masih sangat minim dan ketidakmampuan pemerintah untuk mendukung dan melindungi sektor industri, akibatnya terdapat banyak pungutan-pungutan liar yang bahkan akhir-akhir ini dilakukan dengan terang-terangan.

Hal ini yang juga akhirnya menjadikan biaya produksi semakin meningkat. Parahnya lagi, belum ada solusi pasti untuk masalah ini. Bahkan beberapa industri yang dinilai cukup bagus akhirnya bangkrut dan lebih memilih untuk beralih menjadi importir yang hanya cukup menyediakan gudang dan beberapa pekerja saja dibanding dengan mendirikan sebuah industri baru. Ini harus menjadi perhatian khusus pemerintah untuk mengatasi masalah ini dan masalah ekonomi di indonesia lainnya.
Masalah Ekonomi di Indonesia Lainnya :
Keputusan Pemerintah Yang Kurang Tepat
Kita semua tahu bahwa beberapa tahun belakangan ini sangat marak sekali peredaran barang-barang dari China di negara kita, bukan? Nah, penyebabnya adalah keputusan pemerintah dalam hal regulasi ekonomi yang dirasa kurang tepat jika dilihat dari kondisi perekomomian Indonesia.

Di saat itu pemerintah memutuskan untuk bergabung dalam ASEAN–China Free Trade Area (ACFTA). Akhirnya terjadilah seperti yang kita rasakan sekarang ini. Produk lokal nyaris kalah dengan produk yang berasal dari China.

4. Bahan Kebutuhan Pokok Masih Langka
Langkanya bahan kebutuhan pokok adalah salah satu masalah serius yang menimpa kondisi ekonomi indonesia. Masalah ini akan sangat terasa sekali di saat menjelang perayaan hari-hari besar seperti hari raya idul fitri, natal, dan hari-hari besar lainnya.

Meskipun pemerintah terkadang melakukan razia pasar untuk terjun langsung melihat penyebab langkanya bahan kebutuhan pokok, namun tindakan ini dirasa masih jauh dari menyelesaikan masalah langkanya kebutuhan pokok itu sendiri.

5. Suku Buka Perbankan Terlalu Tinggi
Perlu anda ketahui bahwa salah satu indikator untuk menentukan baik atau tidaknya kondisi perekonomian di suatu negara adalah suku bunga. Semakin tinggi atau semakin rendahnya suku bunga perbankan di suatu negara, maka akan berpengaruh besar terhadap kondisi ekonomi di negara tersebut. Nah, untuk suku bunga perbankan di Indonesia masih dinilai terlalu tinggi sehingga masih perlu perhatian lebih dari pemerintah untuk mengatasi masalah ini.

6. Nilai Inflasi Semakin Tinggi
Selain suku bunga perbankan, satu hal lagi yang juga mempengaruhi kondisi ekonomi di suatu negara adalah nilai inflasi. Di Indonesia, nilai inflasi dinilai nyaris cukup sensitif. Bahkan hanya gara-gara harga sembako dipasaran tinggi, maka nilai inflasi juga terpengaruh. Akibat dari tingginya nilai inflasi di negara kita ini, maka akan bermunculan masalah-masalah ekonomi Indonesia yang lain.
CSR
Tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) mengacu pada praktek bisnis yang melibatkan berpartisipasi dalam inisiatif yang bermanfaat bagi masyarakat. Liz Maw, CEO organisasi nirlaba Net Impact , mencatat bahwa CSR menjadi lebih utama sebagai perusahaan berpikiran maju menanamkan keberlanjutan ke dalam inti operasi bisnis mereka untuk menciptakan nilai bersama untuk bisnis dan masyarakat.
Jenis tanggung jawab sosial perusahaan
CSR dapat mencakup berbagai taktik, dari memberikan organisasi nirlaba sebagian dari hasil perusahaan, untuk memberikan diri produk atau layanan kepada penerima yang layak untuk setiap penjualan yang dibuat. Berikut adalah beberapa kategori besar tanggung jawab sosial bahwa bisnis berlatih:
Lingkungan: Salah satu fokus utama dari tanggung jawab sosial perusahaan adalah lingkungan. Bisnis, baik besar maupun kecil, memiliki jejak karbon yang besar. Langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi jejak kaki mereka dianggap baik baik bagi perusahaan dan masyarakat secara keseluruhan.
Filantropi: Bisnis juga berlatih tanggung jawab sosial dengan menyumbang untuk amal nasional dan lokal. Apakah itu melibatkan memberikan uang atau waktu, bisnis memiliki banyak sumber daya yang dapat menguntungkan amal dan program masyarakat setempat.
Praktek kerja yang etis: Dengan memperlakukan karyawan secara adil dan etis, perusahaan juga dapat menunjukkan tanggung jawab sosial perusahaan mereka. Hal ini terutama berlaku dari bisnis yang beroperasi di lokasi internasional dengan undang-undang ketenagakerjaan yang berbeda dari yang di Amerika Serikat.
Contoh tanggung jawab sosial perusahaan
Sementara banyak perusahaan sekarang berlatih beberapa bentuk tanggung jawab sosial, ada pula yang membuatnya menjadi inti dari operasi mereka. Ben dan Jerry, misalnya, menggunakan bahan-bahan perdagangan hanya adil dan telah mengembangkan program keberlanjutan peternakan sapi perah di negara bagian asalnya dari Vermont. Starbucks telah menciptakan nya pedoman CAFE Practices, yang dirancang untuk memastikan sumber perusahaan berkelanjutan tumbuh dan diproses kopi dengan mengevaluasi aspek ekonomi, sosial dan lingkungan dari produksi kopi. Tom Sepatu, contoh penting lain dari perusahaan dengan CSR pada intinya, menyumbangkan sepasang sepatu untuk anak yang membutuhkan untuk setiap pasangan pelanggan membeli.
Melakukan sosial inisiatif bertanggung jawab adalah benar-benar situasi win-win. Tidak hanya akan perusahaan Anda menarik bagi konsumen yang sadar sosial dan karyawan, tetapi Anda juga akan membuat perbedaan nyata di dunia. Perlu diingat bahwa dalam CSR, transparansi dan kejujuran tentang apa yang Anda lakukan adalah hal yang terpenting untuk mendapatkan kepercayaan publik.
Responsibility (CSR) merupakan wujud dari tanggung jawab sosial
perusahaan yang saat ini mempunyai peranan yang cukup penting dalam upaya
mewujudkan pembangunan berkelanjutan atau Sustainble
Development. Peraturan perundang-undangan di Indonesia yang mengatur
tentang penerapan CSR diantaranya seperti Undang-Undang No. 40 Tahun 2007
Tentang Perseroan Terbatas (UU PT) dan Undang-undang No. 25 Tahun 2007 Tentang Penanaman
Modal (UU Penanaman Modal) serta Peraturan Pelaksana No. 47 Tahun 2012 Tentang
Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan.
Berikut ini adalah manfaat CSR bagi masyarakat:
1.Meningkatknya kesejahteraan masyarakat sekitar dan kelestarian
lingkungan.
2. Adanya beasiswa untuk anak tidak mampu di daerah tersebut.
3. Meningkatnya pemeliharaan fasilitas umum.
4. Adanya pembangunan desa/fasilitas masyarakat yang bersifat sosial dan berguna untuk masyarakat banyak khususnya masyarakat yang berada di sekitar perusahaan tersebut berada.

Berikut ini adalah manfaat CSR bagi perusahaan:
1. Meningkatkan citra perusahaan.
2. Mengembangkan kerja sama dengan perusahaan lain.
3. Memperkuat brand merk perusahaan dimata masyarakat.
4. Membedakan perusahan tersebut dengan para pesaingnya.
5. Memberikan inovasi bagi perusahaan
Pengertian, Jenis, dan sumber konflik
Konflik organisasi (Organizational conflik) adalah ketidaksesuaian antara dua atau lebih anggota-anggota atau kelompok organisasi yang harus membagi sumber daya yang terbatas atau kegiatan- kegiatan kerja dan atau karena kenyataan bahwa mereka mempunyai perbedaan status, tujuan, nilai atau persepsi. Konflik organisasi juga dapat diartikan sebagai perilaku anggota organisasi yang dicurahkan untuk beroposisi terhadap anggota yang lain.
Pada dasarnya proses konflik bermula pada saat satu pihak dibuat tidak senang oleh, atau akan berbuat tidak menyenangkan kepada pihak lain mengenai suatu hal yang oleh pihak pertama dianggap penting.
Perbedaan konflik dan persaingan (kompetisi) terletak pada apakah salah satu pihak mampu untuk menjaga dirinya dari gangguan pihak lain dalam pencapaian tujuannya. Persaingan ada, bila tujuan pihak- pihak yang terlibat adalah tidak sesuai tetapi pihak- pihak tersebut tidak dapat saling mengganggu. Sebagai contoh, dua kelompok mungkin saling bersaing untuk memenuhi target, bila tidak ada kesempatan untuk mengganggu pencapaian tujuan pihak lain, situasi persaingan terjadi, tetapi bila ada kesempatan untuk mengganggu dan kesempatan tersebut digunakan, maka akan timbul konflik.
Kerjasama(kooperasi) terjadi bila dua pihak atau lebih bekerja bersama untuk mencapai tujuan bersama. Konflik dan kooperasi dapat terjadi bersamaan. Lawan kata kooperasi bukan konflik, tetapi kurangnya kooperasi (kerjasama). Sebagai contoh, dua pihak setuju pada tujuan,tetapi tidak setuju dengan cara pencapaian tujuan tersebut. Manajemen konflik berarti bahwa para manajer harus berusaha menemukan cara untuk menyeimbangkan konflik dan kooperasi.
Jenis- Jenis Konflik
Ada lima jenis konflik dalam kehidupan organisasi, yaitu:
1. Konflik dalam diri individu, yang terjadi bila seorang individu menghadapi ketidakpastian tentang pekerjaan yang dia harapkan untuk melaksanakannya, bila berbagai permintaan pekerjaan saling bertentangan, atau bila individu diharapkan untuk melakukan lebih dari kemampuannya.
2. Konflik antar individu dalam organisasi yang sama. Hal ini sering disebabkan oleh perbedaan- perbedaan kepribadian. Konflik ini juga berasal dari adanya konflik antar peranan seperti antara manajer dan bawahan.
3. Konflik antar individu dan kelompok, yang berhubungan dengan cara individu menanggapi tekanan untuk keseragaman yang dipaksakan oleh kelompok kerja mereka, seperti seorang individu dihukum atau diasingkan oleh kelompok kerjanya karena melanggar norma- norma kelompok.
4. Konflik antar kelompok dalam organisasi yang sama. Karena terjadi pertentangan kepentingan antar kelompok.
5. Konflik antar organisasi, yang timbul sebagai akibat bentuk persaingan ekonomi dalam sistem perekonomian suatu negara. Konflik ini telah mengarahkan timbulnya pengembangan produk baru, teknologi, harga- harga lebih rendah, dan penggunaan sumber daya yang lebih efisien.
Sumber- Sumber Konflik
Faktor- faktor penyebab konflik beraneka ragam, yaitu:
1. Komunikasi: pengertian yang berkenaan dengan kalimat, bahasa yang sulit dimengerti atau informasi yang mendua dan tidak lengkap serta gaya individu manajer yang tidak konsisten.
2. Struktur: Pertarungan kekuasaan antar departemen dengan kepentingan- kepentingan atau sistem penilaian yang bertentangan, persaingan untuk memperebutkan sumber daya yang terbatas, atau saling ketergantungan dua atau lebih kelompok- kelompok kegiatan kerja untuk mencapai tujuan mereka.
3. Pribadi: ketidaksesuaian tujuan atau nilai- nilai social pribadi karyawan dengan perilaku yang diperankan pada jabatan mereka dan perbedaan dalam nilai- nilai atau persepsi.
4. Kelangkaan sumber daya dan dana yang langka. Hal ini karena suatu individu atau organisasi yang memiliki sumber daya dan dana yang terbatas.
5. Saling ketergantungan pekerjaan.
6. Ketergantungan pekerjaan satu arah. Berbeda dengan sebelumnya, ketergantungan pekerjaan satu arah berarti bahwa keseimbangan kekuasaan telah bergeser, konflik pasti lebih tinggi karena unit yang dominan mempunyai dorongan yang sedikit saja untuk bekerja sama dengan unit yang berada di bawahnya.
7. Ketidakjelasan tanggung jawab atau yurisdiksi. Dalam hal tertentu, pada dasarnya orang memang tidak ingin bertanggung jawab, terlebih mengenai hal- hal yang berakibat tidak atau kurang menguntungkan. Apabila hal ini menyangkut beberapa pihak dan masing- masing tidak mau bertanggung jawab maka kejadian seperti ini dapat menimbulkan konflik.
8. Ketidakterbukaan terhadap satu sama lain
9. Ketidaksalingpercaya antara satu orang dengan orang lain dalam organisasi.
10. Ketidakjelasan pola pengambilan keputusan, pola pendelegasian wewenang, mekanisme kerja dan pembagian tugas.
11. Kelompok pimpinan tidak responsitif terhadap kebutuhan dan aspirasi para bawahannya.
12. Adanya asumsi bahwa dalam organisasi terdapat berbagai kepentingan yang diperkirakan tidak dapat atau sulit diserasikan.

TOPIK 2
Teori Universalisme HAM dan Teori Relativisme Budaya
1.Teori Universalisme HAM
- HAM sebagai hak alamiah bersifat fundamental, dimiliki individu terlepas dari nilai-nilai masyarakat ataupun negara.
- Tidak perlu pengakuan dari pejabat atau dewan manapun.
- Merupakan pembatasan kewenangan dan yuridiksi negara.
- Fungsi negara adalah untuk melindungi dan hak-hak alamiah masyarakatnya bukan untuk kepentingan monarkhi atau sistem kekuasaan.

2.Teori Relativisme Budaya
- Kebudayaan adalah satu-satunya sumber keabsahan hak atau kaedah moral.
- HAM harus di pahami dalam konteks budaya masing2 negara.
- Nilai-nilai Asia : HAM = individualisme + nilai-nilai barat yang tidak sesuai dan tidak urgent dengan nilai-nilai asia.
- Di Asia Tenggara yang urgen bukan demokrasi, melainkan pemerintah yang kuat, bertanggung jawab, transparan dan tidak korup. Pembangunan ekonomi di topang pemimpin yang kuat jauh lebih penting dari pada kebebasan individu atau HAM.




Deskripsi

MODERNISASI DAN GLOBALISASI

A. Pengertian Modernisasi
Dalam kamus besar Bahasa Indonesia, modernisasi adalah proses pergeseran sikap dan mentalisasi warga mayarakat untuk bias hidup sesuai dengan tuntunan masa kini. Dalam kehidupan bersama sudah menjadi tuntunan dari manusia untuk menjalani hidup di masyarakat secara mudah . Untuk itu, modernisai itu mau atau tidak mau harus dijalanidan diciptakan oleh manusia itu sendiri. Ada beberapa contoh pengertian modernisasi yang diciptakan oleh manusia itu sendiri. Ada beberapa contoh pengertian modernisasi yang dikemukakan oleh para ahli, seperti berikut ini:
1. J.W Schoorl
Gejala modernisasi tidak bias didefinisikan hanya dalam sebuah kalimat saja, melainkan harus mengetahui beberapa aspeknya,antara lain:
a. Aspek ekonomi, gejala modernisasi dapat dilihat dari tumbuhnya kompleks indrustri secara besar-besaran yang mengadakan produksi barang-barang sarana produksi secara massa.
b. Aspek sosial, gejala modernisasi dapat dilihat dari tumbuhnya kelompok-kelompok baru dengan posisi dan ekonomi untuk mencapai kepentingan bersama.
c. Aspek politik, gejala modernisasi dalam satu Negara yang berhubungan dengan system kekuasaan dan wewenang dari pusat.
d. Aspek budaya, gejala modernisasi dapat dilihat dalam bentuk perubahan masyarakat yang semula menganut system kepercayaan dan pandangan mistis menjadi rasional.
Kesimpulannyua bahwa modernisasi adalah suatu proses penerapan pengetahuan rasioanal dan ilmiah terhadap semua aktivitas dan segenap aspek kehidupan.
2. Soerjono Soekanto
Modernisasi adalah suatu bentuk perubahan sosial (social change) yang bersifat terarah (directed) dan didasarkan pada suatu perencanaan sosial (social planning).
3. Widjojo Nitisastro.
Modernisasi mencakup transformasdi total dari kehidupan bersama yang bersifat tradisional atau pra modern dalam arti teknologi ke rah pola-pola ekonomi dan politis.
4. Koetjaraningrat
Modernisasi adalah usaha untuk hidup sesuai dengan zaman dan konsentrasi dunia sekarang.
v Syarat atau criteria modernisasi menurut Soeryono Soekanto
Modernisasi dapat juga diartikan sebgaai proses perubahan yang terarah dan terencana dari masyarakat tradisional menuju bentuk masyarakat modern yang meliputi seluruh aspek kehidupan. Dalam proses perubahan ini manusia mempunyai peranan penting. Manusia sebagai pelaku utama dalam proses perubahan itu. Agar modernisasi dapat terlaksana, harus memenuhi beberapa syarat yang harus dipenuhi.
1. Adanya system pendidikan dan pengajaran yang terencana dengan baik. Hal ini karena akan menghasilkan individu-individu yang menerapkan pola piker secara ilmiah (scientific thingking).
2. Adanya system administrasi Negara yang baik sebagai perwujudan pelaksanaan birokrasi yang professional.
3. Dilakukan penelitian yang berkesinambungan untuk memperoleh data yang baik dan teratur, terpusat, pada suatu lembaga atau badan tertentu.
4. Menciptakan iklim yang kondusif dari masyarakat untuk mendukung modernisasi melalui penggunaan media komunikasi massa yang efektif. Hal ini harus dilakukan secara hati-hati dengan mempertahankan pola kepercayaan yang di anut masyarakat.
5. Penerapan sikap masyarakat disiplin dalam berorganisasi yang dapat mengakibatkan berkurangnya kemerdekaan atau kebebasan individu.
6. Adanya sentralisasi wewenang dalam perencanaan sosial. Hal ini ditunjukan untuk menghindari pengaruh luar terhadap perencanaan yang telah disusun.

Pelaksanaan Modernisasi di Indonesia
1. Modernisasi di Indonesia
Seperti telah dikemukakan di muka, modernisasi sebenarnya merupakan sebuah tuntutan. Begitu juga modernisasi di Indonesia, sebagai suatu Negara berkembang. Indonesia berusaha untuk mengejar ketinggalannya dari Negara-negara maju. Untuk itu, Indonesia melakukan pembangunan di segala bidang sebagai upaya mewujudkan modernisasi . namun demikian, modernisasi dilakukan oleh Indonesia itu berjalan dengn pasang surut. Hal ini karena modernisasi dapat berjalan dengan keadaan suatu Negara itu kondusif. Hal ini karena modernisasi dapat berjalan dengan lancer, jika didukung dengan kondisi yang stabil. Dengan kata lain modernisasi dapat tumbuh jika keadaan suatu Negara kondusif. Hal ini, sudah terbukti dari fase-fase modernisasi di Indonesia yang sampai saat ini dapat dibagi dalam tiga kondusif sebagai berikut:
a. Fase Orde Lama
b. Fase Orde Baru
c. Fase Reformasi
Pasang surutnya pelaksanaan modernisaasi di Indonesia di pengaruhi oleh beberapa faktor. Adapun faktor – faktor yang mempengaruhi modernisasi sebagai berikut :
1. Sumber daya alam yang tersedia
2. Sumber daya manusia yang memadai
3. Kondisi keamanaan Negara stabil
4. Pendidikan politik rakyat
5. Karakter para pemimpin bangsa
6. Sistem Birokrasi yang di jalankan
7. Kemajuan iptek
8. Timbulnya politik aliran
2. Gejala- gejala modernisasi di Indonesia
Pembangunan melalui modernisasi dilaksanakan di segala bidang. Diantara bidang- bidang itu antara lain :
a. Bidang Ilmu pengetahuan dan teknologi
Modernisasi tidak dapat di lepaskan dari perkembangan iptek. Bahkan inti dari modernisasi adalah adanya kemajuan dan pemakaian iptek telah merambah dalam seluruh sector seperti pertanian, transportasi, kesehatan dan informasi. Hal ini lebih terlihat secara nyata dalam bidang informasi ( penyiaran ). Dewasa ini ada berbagai media informasi antara lain sebagai berikut :
1. Media elektronik
2. Media cetak
3. Internet
Menurut Cyril Black, tanda- tanda masyarakat modern ialah tumbuhnya ilmu pengetahuan baru dan adanya kemampuan manusia dalam memahami rahasia- rahasia alam semakin meningkat dan dapat menerapkan pengetahuan dalam bidang kegiatan.
b. Bidang ekonomi
Modernisasi ekonomi tidak lepas dari penggunaan teknologi, karena di dalam pengembangan produk- produk yang di hasilkan memerlukan pengetahuan dan teknologi yang tepat guna. Hal itu bertujuan agar tidak kalah dalam mengikuti persaingan global.
c. Bidang sosial
Modernisasi dibidang sosial mempengaruhi kehidupan masyarakat, misalnya meningkatnya pengetahuan masyarakat baik di pedesaan maupun diperkoataan. Kemajuan diperkotaan menarik masyarakat pedesaan untuk melakukan urbanisasi, sehingga muncul industri, sedangkan masyarakat seperti jenis-jenis pekerjaan, pola konsumsi, mode pakaian, tempat tinggal, ikatan sosial, bentuk alat transdormasi.
d. Bidang politik
Modernisasi dibidang politik khususnya di Indonesia adalah perubahan-perubahan pada sistem admisnistrasi pemerintahan yang baru dan pembentukan lembaga-lemaga politik yang dinamis.

Ciri-ciri modernisasi
Menurut Alex Inkelas. Ada sembilan elemen ciri manusia modern, yaitu:
a. Kesediaan menerima pengalaman baru dan terbuka terhadapa perubahan.
b. Mempunyai kesanggupan untuk membuat pendapat mengenai sejumlah persoalan.
c. Mempunyai pandangan masa kini dan masa depan.
d. Perencanaan dan pengorganisasian dianggap sebagai suatu yang wajar dalam hidupnya.
e. Yakin bahwa dalam batas tertentu orang dapat menguasai alam bukan dirinya dikuasai alam.
f. Tidak pasrah pada nasib.
g. Sadar akan harga diri orang lain dan bersedia menghargainya.
h. Mengetahui pada IPTEK.
i. Percaya pada keadilan.
v Aspek mental masyarakat modern meliputi:
1. Bersikap rasional sesuai dengan realitas masyarakat.
2. Alam dipandang sumber daya yang penting dalam kehidupan masyarakat.
3. Memiliki jiwa keterbukaan.
4. Memiliki sistem nilai budaya yang bercirikan: mengahargai karya orang lain

B. Globalisasi
Menurut Giddens dalam buku sosiologi. Globalisasi adalah proses peningkatan saling ketergantungan masyarakat dunia yang ditandai kesenjangan besar antara kekayaan dan tingkat hidup masyarakat industri dan masyarakat dunia ketiga.
Sebagai akibat dari globalisi agar bangsa dIndonesia tidak kehilangan jati diri dan kepribadiannya maka pengembangan budaya luar dan penerapan kemajuan IPTEK disesuaikan dengan nilai-nilai luhur budaya bangsa dan pandcasila dengan cara:
1. Menolak masuknya nilai budaya luar dan kemajuan IPTEK yang bertentangan dengan nilai luhur budaya bangsa.
2. Menyerap dan menerima masuknya nilai-nilai budaya luar yang positif yang tidak bertentangan dengan nilai luhur budaya bangsa. Misalanya:
- Sikap hidup gemar membaca dan menekuni IPTEK.
- Sikap hidup menjungjung tinggi kesehatan dan kebersihan lingkungan hidup.
- Sikap hidup mengutamakan penampilan dan berbusana rapi dan bersih.
- Sikap hidup selalu forml dan tidak berbasa-basi.
- Sikap menghargai waktu.
3. Berusaha mengamalkan prinsip kehidupan modern yang sesuai dengan budaya bangsa dan falsafah bangsa yaitu pancasila.
Globalisasi merupakan satu proses untuk meletakkan dunia dibawah satu unit yang sama tanpa dibatasi oleh sempadan dan kedudukan geografi sesebuah negara Melalui proses ini, dunia akhirnya tidak lagi mempunyai sempadan dengan ruang udara dan langit sesebuah negara itu terbuka luas untuk dimasuki oleh pelbagai maklumat yang disalurkan menerusi pelbagai perantaraan media komunikasi seperti internet,media elektronik,dan teknologi siber. Perkembangan ini memungkinkan perhubungan diantara sesebuah negara dengan negara yang lain dan perhubungan sesama manusia dapat dilakukan dalam tempoh yang singkat.
Menurut Kamus Dewan globalisasi didefinisikan sebagai fenomena yang menjadikan dunia mengecil dari segi perhubungan manusia disebabkan kepantasan perkembangan teknologi maklumat. Manakala cediakawan barat mentakrifkan globalisasi sebagai satu proses kehidupan yang serba luas dan infiniti merangkumi segala aspek kehidupan seperti politik, sosial, dan ekonomi yang boleh dirasai oleh seluruh umat manusia didunia ini. Ini bermakna segala-galanya menjadi milik bersama dalam konsep dunia tanpa sempadan.
Dalam era globalisasi ini, dunia semakin dikecilkan ruangnya daripada yang asal. Jika dulu dunia ini seluas saujana mata memandang dan dipagari dengan sempadan-sempadan namun kini ia tidak berlaku lagi. Malah pada hari ini kita telah dapat merasakan apakah dia itu globalisasi. Ledakan teknologi maklumat yang pesat merupakan medium utama kepada agenda globalisasi ini.
Dunia bukan sahaja tidak bersempadan geografi tetapi pengaruh globalissasi menjangkau sempadan ekonomi,teknologi ,bahasa, budaya, ideologi, politik dan dari segenap aspek kehidupan sesebuah masyarakat.
Kerajaan Malaysia memberi keutamaan kepada globalisasi ekonomi. Disamping itu, ia memberi perhatian besar kepada globalisasi maklumat dan ilmu dan globalisasi saintifik serta teknologi Kesungguhan Kerajaan dalam menangani tiga jenis globalisasi ini jelas kelihatan pada berbagai-bagai bentuk wacana di peringkat nasional dan peringkat antarabangsa seperti dialog, seminar, persidangan dan forum dan juga pada penubuhan berbagai-bagai jenis institusi dan projek. Koridor Raya Multimedia (MSC) adalah simbol harapan serta kemegahan Malaysia dalam menyahut panggilan globalisasi.
Globalisasi juga merujuk kepada perpindahan nilai, terutamanya cara berfikir & gaya bertindak dari satu daerah dunia kpd daerah dunia yg lain. Globalisasi yang diberi erti luas ini adalah suatu hakikat yang tidak dapat dipertikaikan. Hakikatnya globalisasi itu sudah wujud sebelum istilah globalisasi diperkenalkan lagi. Fenomena globalisasi boleh dikiaskan sebagai gelombang yang melanda dunia.
Lodge (1993) mendefinisikan globalisasi sebagai:
"... a process forced by global flows of people, information, trade and capital. It is accelerated by technology, which is driven by only a few hundred multinational corporations and may be harmful to the environment. There in lies the conundrum of whether it is wise to leave globalization in the hands of these few corporations, or might it not make more sense to seek greater involvement from the global community.

Apakah impikasi serta kesan globalisasi terhadap:

(A) Ekonomi
Dalam globalisasi ekonomi, telah berlaku peningkatan dalam kebergantungan perniagaan terhadap ekonomi. Firma-firma dan perniagaan terus meningkat dan berlakunya peningkatan dalam pelaburan asing secara langsung di dalam aktiviti ekonomi sesebuah negara. Globalisasi ekonomi dapat di lihat melalui perluasan perusahaan melampaui sepadan negara .
Perspektif ini dapat dilihat melalui tiga tahap.
* Pertama ialah perusahaan antarabangsa yang mempunyai aktiviti diluar sempadan nasional dan meliputi eksport,import dan penghasilan bukan mentah.
* Kedua ialah perusahaan multi nasional, iaitu perusahaan yang menjalankan aktivitinya di berbagai negara.
* Ketiga ialah perusahaan global yang melihat ekonomi dunia sabagai satu. Perusahaan tersebut mendapatkan bahan mentah dan menjual barangan secara global.
Di samping perdagangan bebas, globalisasi ekonomi juga boleh dikaitkan dengan perkembangan syarikat-syarikat korporat di dunia. Syarikat-syarikat korporat juga menuju ke arah globalisasi. Telekom Malaysia Berhad juga mempunyai matlamat ke era globalisasi iaitu menjadi Syarikat bertaraf dunia "world class telecommunications"

(B) Teknologi
Kehidupan manusia di masa akan datang banyak bergantung kepada teknologi. Teknologi akan menjadi begitu canggih hinggakan komputer yang ada pada hari ini yang mempunyai sistem yang berubah dengan cepat dan laju. Era globalisasi yang sedang berlaku hari ini pasti akan memberikan peningkatan dan perubahan yang lebih ketara dalam bidang teknologi.
Antara bidang teknologi yang cepat maju dan canggih adalah bidang teknologi maklumat dan komputer. Bill gates (1996), peneroka bidang komputer yang terkenal, dapat memasarkan aplikasi keluaran Window ke serata dunia . Perkembangan teknologi yang begitu pesat pada masa ini di seluruh dunia memerlukan tindakan segera pembangunan sumber manusia untuk memberi latihan, pengetahuan dan kemahiran tentang teknologi maklumat, robotik dan sebagainya.Kehidupan manusia semakin banyak bergantung kepada komputer dan teknologi di era globalisasi hari ini
Pembangunan sumber manusia menjelang tahun 2000 akan mencapai nisbah tenaga manusia saintifik dan teknologi yang lebih tinggi daripada sekarang iaitu kira-kira 1000 bagi setiap sejuta penduduk di Malaysia.
 .Pengetahuan dan kemahiran pula akan berorientasikan gabungan disiplin teknikal, statistik dan berasaskan komputer. Gabungan disiplin ini akan melengkapkan tenaga manusia masa hadapan untuk mengendalikan teknologi baru dan yang akan muncul seperti teknologi pembuatan berautomasi, bahan-bahan terbaru, bio-teknologi, elektronik dan teknologi maklumat.
Di samping itu, kegiatan institusi pendidikan dan latihan akan ditumpukan ke arah menghasilkan kemahiran dalam bidang teknologi maklumat dan literasi komputer. Langkah kerajaan Malaysia membina Lebuh Raya Multi Media , Universiti Multi Media dan Pusat Pentadbiran Kerajaan Berelektronik yang kita telah maklum sekarang adalah langkah yang bijak untuk persediaan tenaga manusia yang akan menggunakan teknologi maklumat dalam tugas-tugas harian dan juga dalam kehidupan seharian nanti di dalam era globalisasi.

(C) Kebudayaan sebuah negara.
Kebudayaan merupakan cara hidup seharian manusia dalam sesebuah masyarakat atau organisasi. Pada zaman dahulu manusia dalam sesebuah masyarakat itu sanggup berperang kerana mempertahankan budaya hidup mereka yang dicemar atau dicerobohi oleh pihak lain. Bagaimana pun cara hidup manusia hari ini sudah banyak berubah dan menuju globalisasi.

Sistem Ekonomi Pancasila memiliki empat ciri yang menonjol, yaitu :

1. Yang menguasai hajat hidup orang banyak adalah negara / pemerintah. Contoh hajad hidup orang banyak yakni seperti air, bahan bakar minyak / BBM, pertambangan / hasil bumi, dan lain sebagainya.

2. Peran negara adalah penting namun tidak dominan, dan begitu juga dengan peranan pihak swasta yang posisinya penting namun tidak mendominasi. Sehingga tidak terjadi kondisi sistem ekonomi liberal maupun sistem ekonomi komando. Kedua pihak yakni pemerintah dan swasta hidup beriringan, berdampingan secara damai dan saling mendukung.

3. Masyarakat adalah bagian yang penting di mana kegiatan produksi dilakukan oleh semua untuk semua serta dipimpin dan diawasi oleh anggota masyarakat.

4. Modal atau pun buruh tidak mendominasi perekonomian karena didasari atas asas kekeluargaan antar sesama manusia.

Tambahan :

Dalam sistem ekonomi pancasila perekonomian liberal maupun komando harus dijauhkan karena terbukti hanya menyengsarakan kaum yang lemah serta mematikan kreatifitas yang potensial. Persaingan usaha pun harus selalu terus-menerus diawasi pemerintah agar tidak merugikan pihak-pihak yang berkaitan.

Sistem Ekonomi - Permasalahan ekonomi yang sering muncul di masyarakat menyangkut tiga masalah pokok yaitu barang/jasa apa yang akan diproduksi (what), bagaimana cara memproduksinya (how), dan untuk siapa barang/jasa tersebut (for whom). Di dalam mengatasi masalah tersebut diperlukan cara tertentu untuk menjalankan perekonomian negara. Cara tersebut dinamakan sistem ekonomi. Apa sih sistem ekonomi tersebut? Tenang sobat, Zona Siswa pada kesempatan kali ini akan membahas lengkap tentang sistem ekonomi lengkap beserta macam-macam, fungsi, dan kriteria sistem ekonomi. Semoga bermanfaat. Check this out!!!

A. Pengertian Sistem Ekonomi

Yang dimaksud sistem ekonomi adalah suatu cara untuk mengatur dan mengorganisasi segala aktivitas ekonomi dalam masyarakat baik yang dilakukan oleh pemerintah atau swasta berdasarkan prinsip tertentu dalam rangka mencapai kemakmuran atau kesejahteraan.

Menurut Gilarso (1992:486) sistem ekonomi adalah keseluruhan tata cara untuk mengoordinasikan perilaku masyarakat (para konsumen, produsen, pemerintah, bank, dan sebagainya) dalam menjalankan kegiatan ekonomi (produksi, distribusi, konsumsi, investasi, dan sebagainya) sehingga menjadi satu kesatuan yang teratur dan dinamis, dan kekacauan dapat dihindari.

Sedangan McEachern berpendapat bahwa sistem ekonomi dapat diartikan sebagai seperangkat mekanisme dan institusi untuk menjawab pertanyaan apa, bagaimana, dan untuk siapa barang dan jasa diproduksi (what, how, dan for whom).



B. Macam-macam Sistem Ekonomi

Ada berbagai macam sistem ekonomi di dunia ini yang saling berbeda satu sama lain. Tumbulnya berbagai macam sistem ekonomi yang berbeda tersebt dalam suatu negara disebabkan oleh beberapa faktor. Faktor-faktor tersebut adalah sebagai berikut:
Ada tidaknya campur tangan pemerintah dalam kegiatan ekonomi.
Sistem pemerintahan yang dianut suatu negara.
Kepemilikan negara terhadap faktor-faktor produksi.
Sumber daya yang ada dalam suatu negara, baik sumber daya manusia maupun sumber daya alam yang dimiliki.

Dari ke-empat faktor tersebut, timbul lah berbagai macam sistem ekonomi, diantaranya:

Sistem Ekonomi Tradisional
Sistem ekonomi tradisional adalah suatu sistem ekonomi di mana organisasi kehidupan ekonomi dijalankan menurut kebiasaan, tradisi masyarakat secara turun-temurun dengan mengandalkan faktor produksi apa adanya.
Ciri-ciri sistem ekonomi tradisional
Belum adanya pembagian kerja yang jelas.
Ketergantungan pada sektor pertanian/agraris.
Ikatan tradisi bersifat kekeluargaan sehingga kurang dinamis.
Teknologi produksi sederhana.

Kebaikan sistem ekonomi tradisonal
Menimbulkan rasa kekeluargaan dan kegotongroyongan masing-masing individu dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.
Pertukaran secara barter dilandasi rasa kejujuran daripada mencari keuntungan.

Keburukan sistem ekonomi tradisional
Pola pikir masyarakat secara umum yang masih statis.
Hasil produksi terbatas sebab hanya menggantungkan faktor produksi alam dan tenaga kerja secara apa adanya.

Sistem Ekonomi Terpusat/Komando (Sosialis)
Sistem ekonomi terpusat adalah sistem ekonomi di mana pemerintah memegang peranan paling penting atau dominan dalam pengaturan kegiatan ekonomi. Dominasi dilakukan melalui pembatasan-pembatasan terhadap kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh anggota masyarakat. Negara yang menganut sistem ini antara lain : Rusia, RRC, dan negara-negara Eropa Timur (bekas negara Uni Soviet).
Ciri-ciri sistem ekonomi terpusat
Kegiatan perekonomian dari produksi, distribusi, dan konsumsi serta harga ditetapkan pemerintah dengan peraturan negara.
Hak milik perorangan atau swasta tidak diakui, sehingga kebebasan individu dalam berusaha tidak ada.
Alat-alat produksi dikuasai oleh negara.

Kebaikan sistem ekonomi terpusat
Pemerintah lebih mudah dalam mengadakan pengawasan dan pengendalian.
Pemerintah bertanggung jawab sepenuhnya terhadap seluruh kegiatan ekonomi.
Kemakmuran masyarakat merata.
Perencanaan pembangunan lebih cepat direalisasikan.

Keburukan sistem ekonomi terpusat
Adanya pemasungan daya kreasi masyarakat sehingga hampir semua inisiatif, inovasi diprakarsai oleh pemerintah.
Adanya pasar gelap yang diakibatkan adanya pembatasan yang terlalu ketat oleh pemerintah.
Anggota masyarakat tidak dijamin untuk memilih dan menentukan jenis pekerjaan serta memilih barang konsumsi yang dikehendaki.
Pemerintah bersifat paternalistis, artinya apa yang telah diatur/ditetapkan oleh pemerintah adalah benar dan harus dipatuhi.

Sistem Ekonomi Liberal (Kapitalis)
Sistem ekonomi liberal adalah suatu sistem ekonomi yang menghendaki kebebasan yang seluas-luasnya bagi setiap individu untuk melakukan tindakan ekonomi tanpa campur tangan dari pemerintah. Suatu kondisi di mana pemerintah benar-benar lepas tangan dalam pengambilan keputusan ekonomi dalam istilah ekonomi disebut laissez-faire.

Negara-negara yang menganut sistem ekonomi liberal adalah Amerika Serikat, Inggris, Perancis, Belgia, Irlandia, Swiss, Kanada, dan Indonesia yang pernah menganut sistem ekonomi liberal pada tahun 1950-an.
Ciri-ciri sistem ekonomi liberal
Diakuinya kebebasan pihak swasta/masyarakat untuk melakukan tindakantindakan ekonomi.
Diakuinya kebebasan memiliki barang modal (barang kapital).
Dalam melakukan tindakan ekonomi dilandasi semangat untuk mencari keuntungan sendiri.

Kebaikan sistem ekonomi liberal
Adanya persaingan sehingga mendorong kemajuan usaha.
Campur tangan pemerintah dalam bidang ekonomi kecil sehingga mendorong kesempatan lebih luas bagi pihak swasta.
Produksi didasarkan pada permintaan pasar atau kebutuhan masyarakat.
Pengakuan hak milik oleh negara mendorong semangat usaha masyarakat.

Keburukan sistem ekonomi liberal
Adanya praktik persaingan tidak sehat, yaitu penindasan pihak yang lemah.
Persaingan tidak sehat dapat menimbulkan monopoli yang merugikan masyarakat.
Timbulnya praktik yang tidak jujur yang didasari mengejar keuntungan yang sebesar-besarnya, sehingga kepentingan umum dikesampingkan.

Sistem Ekonomi Campuran
Sistem ekonomi campuran yaitu suatu sistem ekonomi di mana di satu sisi pemerintah memberikan kebebasan kepada masyarakat untuk berusaha dalam melakukan kegiatan ekonomi, tetapi disisi lain pemerintah ikut campur tangan dalam perekonomian yang bertujuan menghindari penguasaan secara penuh dari segolongan masyarakat terhadap sumber daya ekonomi.
Ciri-ciri sistem ekonomi campuran
Adanya pembatasan pihak swasta oleh negara pada bidang-bidang yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara.
Mekanisme kegiatan ekonomi yang terjadi di pasar adalah campur tangan pemerintah dengan berbagai kebijakan ekonomi.
Hak milik perorangan diakui tetapi penggunaannya tidak boleh merugikan kepentingan umum.

Kebaikan sistem ekonomi campuran
Sektor ekonomi yang dikuasai oleh pemerintah lebih bertujuan untuk kepentingan masayarakat.
Hak individu/swasta diakui dengan jelas.
Harga lebih mudah untuk dikendalikan.

Keburukan sistem ekonomi campuran
Peranan pemerintah lebih berat dibandingkan dengan swasta.
Timbulnya KKN (korupsi, kolusi, dan nepotisme) dalam pemerintah karena banyak sektor-sektor produksi yang lebih menguntungkan pihak pemerintah sedangkan sedikit sekali pengawasannya.

Sistem Ekonomi Pancasila
Sistem ekonomi yang dianut negara Indonesia adalah sistem ekonomi Pancasila. Sistem ekonomi Pancasila adalah salah satu tata ekonomi yang dijiwai oleh ideologi Pancasila, yang di dalamnya terkandung makna demokrasi ekonomi yaitu kegiatan ekonomi yang dilakukan berdasarkan usaha bersama berasaskan kekeluargaan dan kegotongroyongan dari, oleh, dan untuk rakyat di bawah pimpinan dan pengawasan pemerintah.

Ciri pokok sistem ekonomi Pancasila terdapat pada UUD 1945 Pasal 33, dan GBHN Bab III B No.14. Berikut ini ciri-ciri pokok sistem ekonomi Pancasila.
Pasal 33 Setelah Amandemen 2002
Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan atas asas kekeluargaan.
Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara.
Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.
Perekonomian nasional diselenggarakan berdasar atas demokrasi ekonomi dengan prinsip kebersamaan, efisiensi berkeadilan, berkelanjutan, berwawasan lingkungan, kemandirian, serta dengan menjaga keseimbangan kemajuan dan kesatuan ekonomi nasional.
Ketentuan lebih lanjut mengenai pelaksanaan pasal ini diatur dalam undang-undang.

GBHN Bab III B No. 14
Pembangunan ekonomi yang didasarkan kepada demokrasi ekonomi menentukan bahwa masyarakat harus memegang peranan aktif dalam kegiatan pembangunan. Oleh karenanya maka pemerintah berkewajiban memberikan pengarahan dan bimbingan terhadap pertumbuhan ekonomi serta menciptakan iklim yang sehat bagi perkembangan dunia usaha; sebaliknya dunia usaha perlu memberikan tanggapan terhadap pengarahan dan bimbingan serta penciptaan iklim tersebut dengan kegiatan yang nyata.

C. Fungsi Sistem Ekonomi

Dari berbagi sistem ekonomi yang ada di dunia ini mempunyai fungsi dalam perekonomian, di antaranya adalah sebagai berikut.
Menyediakan perangsang untuk berproduksi.
Menyediakan cara/metode untuk mengkoordinasi kegiatan individu dalam suatu perekonomian.
Menyediakan mekanisme tertentu agar pembagian hasil produksi di antara anggota masyarakat dapat terlaksana sebagaimana mestinya.

D. Kriteria Sistem Ekonomi

Setiap negara pasti mendambakan pertumbuhan ekonomi yang baik dan stabil. Agar cita-cita tersebut dapat terwujud terdapat kriteria-kriteria yang dimiliki apabila suatu sistem ekonomi dapat dikatakan relatif baik adalah sebagai berikut.
Apakah sistem ekonomi yang bersangkutan memberikan kemungkinan untuk mencapai standar kehidupan yang tinggi?
Apakah memungkinkan bagi suatu pertumbuhan ekonomi yang stabil?
Apakah sistem ekonomi tersebut menghormati kebebasan ekonomi para individu secara wajar?
Apakah sistem perekonomian tersebut memberikan kepastian ekonomi bagi seluruh anggota masyarakat?
Apakah sistem ekonomi tersebut menghasilkan barang-barang dan jasa-jasa yang sesuai dengan kebutuhan para konsumen?
Apakah sistem ekonomi tersebut menunjukan adanya pembagian pendapatan yang memadai?

Beberapa Masalah Ekonomi di Indonesia

1. Tingginya Jumlah Pengangguran.
Dari tahun ke tahun, masalah jumlah pengangguran di Indonesia kian bertambah. Belum ada solusi yang jitu untuk mengatasi tingginya angka pengangguran sampai saat ini. Pengadaan lapangan kerja saja dirasa tidak cukup untuk menekan angka pengangguran di negara kita.

2. Tingginya Biaya Produksi
Sudah menjadi rahasia umum di dunia industri di negara kita ini bahwa selain biaya produksi cukup tinggi belum lagi ditambah dengan biaya-biaya yang seharusnya tidak perlu dikeluarkan. Namun karena faktor keamanan di negara kita masih sangat minim dan ketidakmampuan pemerintah untuk mendukung dan melindungi sektor industri, akibatnya terdapat banyak pungutan-pungutan liar yang bahkan akhir-akhir ini dilakukan dengan terang-terangan.

Hal ini yang juga akhirnya menjadikan biaya produksi semakin meningkat. Parahnya lagi, belum ada solusi pasti untuk masalah ini. Bahkan beberapa industri yang dinilai cukup bagus akhirnya bangkrut dan lebih memilih untuk beralih menjadi importir yang hanya cukup menyediakan gudang dan beberapa pekerja saja dibanding dengan mendirikan sebuah industri baru. Ini harus menjadi perhatian khusus pemerintah untuk mengatasi masalah ini dan masalah ekonomi di indonesia lainnya.
Masalah Ekonomi di Indonesia Lainnya :
Keputusan Pemerintah Yang Kurang Tepat
Kita semua tahu bahwa beberapa tahun belakangan ini sangat marak sekali peredaran barang-barang dari China di negara kita, bukan? Nah, penyebabnya adalah keputusan pemerintah dalam hal regulasi ekonomi yang dirasa kurang tepat jika dilihat dari kondisi perekomomian Indonesia.

Di saat itu pemerintah memutuskan untuk bergabung dalam ASEAN–China Free Trade Area (ACFTA). Akhirnya terjadilah seperti yang kita rasakan sekarang ini. Produk lokal nyaris kalah dengan produk yang berasal dari China.

4. Bahan Kebutuhan Pokok Masih Langka
Langkanya bahan kebutuhan pokok adalah salah satu masalah serius yang menimpa kondisi ekonomi indonesia. Masalah ini akan sangat terasa sekali di saat menjelang perayaan hari-hari besar seperti hari raya idul fitri, natal, dan hari-hari besar lainnya.

Meskipun pemerintah terkadang melakukan razia pasar untuk terjun langsung melihat penyebab langkanya bahan kebutuhan pokok, namun tindakan ini dirasa masih jauh dari menyelesaikan masalah langkanya kebutuhan pokok itu sendiri.

5. Suku Buka Perbankan Terlalu Tinggi
Perlu anda ketahui bahwa salah satu indikator untuk menentukan baik atau tidaknya kondisi perekonomian di suatu negara adalah suku bunga. Semakin tinggi atau semakin rendahnya suku bunga perbankan di suatu negara, maka akan berpengaruh besar terhadap kondisi ekonomi di negara tersebut. Nah, untuk suku bunga perbankan di Indonesia masih dinilai terlalu tinggi sehingga masih perlu perhatian lebih dari pemerintah untuk mengatasi masalah ini.

6. Nilai Inflasi Semakin Tinggi
Selain suku bunga perbankan, satu hal lagi yang juga mempengaruhi kondisi ekonomi di suatu negara adalah nilai inflasi. Di Indonesia, nilai inflasi dinilai nyaris cukup sensitif. Bahkan hanya gara-gara harga sembako dipasaran tinggi, maka nilai inflasi juga terpengaruh. Akibat dari tingginya nilai inflasi di negara kita ini, maka akan bermunculan masalah-masalah ekonomi Indonesia yang lain.
CSR
Tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) mengacu pada praktek bisnis yang melibatkan berpartisipasi dalam inisiatif yang bermanfaat bagi masyarakat. Liz Maw, CEO organisasi nirlaba Net Impact , mencatat bahwa CSR menjadi lebih utama sebagai perusahaan berpikiran maju menanamkan keberlanjutan ke dalam inti operasi bisnis mereka untuk menciptakan nilai bersama untuk bisnis dan masyarakat.
Jenis tanggung jawab sosial perusahaan
CSR dapat mencakup berbagai taktik, dari memberikan organisasi nirlaba sebagian dari hasil perusahaan, untuk memberikan diri produk atau layanan kepada penerima yang layak untuk setiap penjualan yang dibuat. Berikut adalah beberapa kategori besar tanggung jawab sosial bahwa bisnis berlatih:
Lingkungan: Salah satu fokus utama dari tanggung jawab sosial perusahaan adalah lingkungan. Bisnis, baik besar maupun kecil, memiliki jejak karbon yang besar. Langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi jejak kaki mereka dianggap baik baik bagi perusahaan dan masyarakat secara keseluruhan.
Filantropi: Bisnis juga berlatih tanggung jawab sosial dengan menyumbang untuk amal nasional dan lokal. Apakah itu melibatkan memberikan uang atau waktu, bisnis memiliki banyak sumber daya yang dapat menguntungkan amal dan program masyarakat setempat.
Praktek kerja yang etis: Dengan memperlakukan karyawan secara adil dan etis, perusahaan juga dapat menunjukkan tanggung jawab sosial perusahaan mereka. Hal ini terutama berlaku dari bisnis yang beroperasi di lokasi internasional dengan undang-undang ketenagakerjaan yang berbeda dari yang di Amerika Serikat.
Contoh tanggung jawab sosial perusahaan
Sementara banyak perusahaan sekarang berlatih beberapa bentuk tanggung jawab sosial, ada pula yang membuatnya menjadi inti dari operasi mereka. Ben dan Jerry, misalnya, menggunakan bahan-bahan perdagangan hanya adil dan telah mengembangkan program keberlanjutan peternakan sapi perah di negara bagian asalnya dari Vermont. Starbucks telah menciptakan nya pedoman CAFE Practices, yang dirancang untuk memastikan sumber perusahaan berkelanjutan tumbuh dan diproses kopi dengan mengevaluasi aspek ekonomi, sosial dan lingkungan dari produksi kopi. Tom Sepatu, contoh penting lain dari perusahaan dengan CSR pada intinya, menyumbangkan sepasang sepatu untuk anak yang membutuhkan untuk setiap pasangan pelanggan membeli.
Melakukan sosial inisiatif bertanggung jawab adalah benar-benar situasi win-win. Tidak hanya akan perusahaan Anda menarik bagi konsumen yang sadar sosial dan karyawan, tetapi Anda juga akan membuat perbedaan nyata di dunia. Perlu diingat bahwa dalam CSR, transparansi dan kejujuran tentang apa yang Anda lakukan adalah hal yang terpenting untuk mendapatkan kepercayaan publik.
Responsibility (CSR) merupakan wujud dari tanggung jawab sosial
perusahaan yang saat ini mempunyai peranan yang cukup penting dalam upaya
mewujudkan pembangunan berkelanjutan atau Sustainble
Development. Peraturan perundang-undangan di Indonesia yang mengatur
tentang penerapan CSR diantaranya seperti Undang-Undang No. 40 Tahun 2007
Tentang Perseroan Terbatas (UU PT) dan Undang-undang No. 25 Tahun 2007 Tentang Penanaman
Modal (UU Penanaman Modal) serta Peraturan Pelaksana No. 47 Tahun 2012 Tentang
Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan.
Berikut ini adalah manfaat CSR bagi masyarakat:
1.Meningkatknya kesejahteraan masyarakat sekitar dan kelestarian
lingkungan.
2. Adanya beasiswa untuk anak tidak mampu di daerah tersebut.
3. Meningkatnya pemeliharaan fasilitas umum.
4. Adanya pembangunan desa/fasilitas masyarakat yang bersifat sosial dan berguna untuk masyarakat banyak khususnya masyarakat yang berada di sekitar perusahaan tersebut berada.

Berikut ini adalah manfaat CSR bagi perusahaan:
1. Meningkatkan citra perusahaan.
2. Mengembangkan kerja sama dengan perusahaan lain.
3. Memperkuat brand merk perusahaan dimata masyarakat.
4. Membedakan perusahan tersebut dengan para pesaingnya.
5. Memberikan inovasi bagi perusahaan
Pengertian, Jenis, dan sumber konflik
Konflik organisasi (Organizational conflik) adalah ketidaksesuaian antara dua atau lebih anggota-anggota atau kelompok organisasi yang harus membagi sumber daya yang terbatas atau kegiatan- kegiatan kerja dan atau karena kenyataan bahwa mereka mempunyai perbedaan status, tujuan, nilai atau persepsi. Konflik organisasi juga dapat diartikan sebagai perilaku anggota organisasi yang dicurahkan untuk beroposisi terhadap anggota yang lain.
Pada dasarnya proses konflik bermula pada saat satu pihak dibuat tidak senang oleh, atau akan berbuat tidak menyenangkan kepada pihak lain mengenai suatu hal yang oleh pihak pertama dianggap penting.
Perbedaan konflik dan persaingan (kompetisi) terletak pada apakah salah satu pihak mampu untuk menjaga dirinya dari gangguan pihak lain dalam pencapaian tujuannya. Persaingan ada, bila tujuan pihak- pihak yang terlibat adalah tidak sesuai tetapi pihak- pihak tersebut tidak dapat saling mengganggu. Sebagai contoh, dua kelompok mungkin saling bersaing untuk memenuhi target, bila tidak ada kesempatan untuk mengganggu pencapaian tujuan pihak lain, situasi persaingan terjadi, tetapi bila ada kesempatan untuk mengganggu dan kesempatan tersebut digunakan, maka akan timbul konflik.
Kerjasama(kooperasi) terjadi bila dua pihak atau lebih bekerja bersama untuk mencapai tujuan bersama. Konflik dan kooperasi dapat terjadi bersamaan. Lawan kata kooperasi bukan konflik, tetapi kurangnya kooperasi (kerjasama). Sebagai contoh, dua pihak setuju pada tujuan,tetapi tidak setuju dengan cara pencapaian tujuan tersebut. Manajemen konflik berarti bahwa para manajer harus berusaha menemukan cara untuk menyeimbangkan konflik dan kooperasi.
Jenis- Jenis Konflik
Ada lima jenis konflik dalam kehidupan organisasi, yaitu:
1. Konflik dalam diri individu, yang terjadi bila seorang individu menghadapi ketidakpastian tentang pekerjaan yang dia harapkan untuk melaksanakannya, bila berbagai permintaan pekerjaan saling bertentangan, atau bila individu diharapkan untuk melakukan lebih dari kemampuannya.
2. Konflik antar individu dalam organisasi yang sama. Hal ini sering disebabkan oleh perbedaan- perbedaan kepribadian. Konflik ini juga berasal dari adanya konflik antar peranan seperti antara manajer dan bawahan.
3. Konflik antar individu dan kelompok, yang berhubungan dengan cara individu menanggapi tekanan untuk keseragaman yang dipaksakan oleh kelompok kerja mereka, seperti seorang individu dihukum atau diasingkan oleh kelompok kerjanya karena melanggar norma- norma kelompok.
4. Konflik antar kelompok dalam organisasi yang sama. Karena terjadi pertentangan kepentingan antar kelompok.
5. Konflik antar organisasi, yang timbul sebagai akibat bentuk persaingan ekonomi dalam sistem perekonomian suatu negara. Konflik ini telah mengarahkan timbulnya pengembangan produk baru, teknologi, harga- harga lebih rendah, dan penggunaan sumber daya yang lebih efisien.
Sumber- Sumber Konflik
Faktor- faktor penyebab konflik beraneka ragam, yaitu:
1. Komunikasi: pengertian yang berkenaan dengan kalimat, bahasa yang sulit dimengerti atau informasi yang mendua dan tidak lengkap serta gaya individu manajer yang tidak konsisten.
2. Struktur: Pertarungan kekuasaan antar departemen dengan kepentingan- kepentingan atau sistem penilaian yang bertentangan, persaingan untuk memperebutkan sumber daya yang terbatas, atau saling ketergantungan dua atau lebih kelompok- kelompok kegiatan kerja untuk mencapai tujuan mereka.
3. Pribadi: ketidaksesuaian tujuan atau nilai- nilai social pribadi karyawan dengan perilaku yang diperankan pada jabatan mereka dan perbedaan dalam nilai- nilai atau persepsi.
4. Kelangkaan sumber daya dan dana yang langka. Hal ini karena suatu individu atau organisasi yang memiliki sumber daya dan dana yang terbatas.
5. Saling ketergantungan pekerjaan.
6. Ketergantungan pekerjaan satu arah. Berbeda dengan sebelumnya, ketergantungan pekerjaan satu arah berarti bahwa keseimbangan kekuasaan telah bergeser, konflik pasti lebih tinggi karena unit yang dominan mempunyai dorongan yang sedikit saja untuk bekerja sama dengan unit yang berada di bawahnya.
7. Ketidakjelasan tanggung jawab atau yurisdiksi. Dalam hal tertentu, pada dasarnya orang memang tidak ingin bertanggung jawab, terlebih mengenai hal- hal yang berakibat tidak atau kurang menguntungkan. Apabila hal ini menyangkut beberapa pihak dan masing- masing tidak mau bertanggung jawab maka kejadian seperti ini dapat menimbulkan konflik.
8. Ketidakterbukaan terhadap satu sama lain
9. Ketidaksalingpercaya antara satu orang dengan orang lain dalam organisasi.
10. Ketidakjelasan pola pengambilan keputusan, pola pendelegasian wewenang, mekanisme kerja dan pembagian tugas.
11. Kelompok pimpinan tidak responsitif terhadap kebutuhan dan aspirasi para bawahannya.
12. Adanya asumsi bahwa dalam organisasi terdapat berbagai kepentingan yang diperkirakan tidak dapat atau sulit diserasikan.

TOPIK 2
Teori Universalisme HAM dan Teori Relativisme Budaya
1.Teori Universalisme HAM
- HAM sebagai hak alamiah bersifat fundamental, dimiliki individu terlepas dari nilai-nilai masyarakat ataupun negara.
- Tidak perlu pengakuan dari pejabat atau dewan manapun.
- Merupakan pembatasan kewenangan dan yuridiksi negara.
- Fungsi negara adalah untuk melindungi dan hak-hak alamiah masyarakatnya bukan untuk kepentingan monarkhi atau sistem kekuasaan.

2.Teori Relativisme Budaya
- Kebudayaan adalah satu-satunya sumber keabsahan hak atau kaedah moral.
- HAM harus di pahami dalam konteks budaya masing2 negara.
- Nilai-nilai Asia : HAM = individualisme + nilai-nilai barat yang tidak sesuai dan tidak urgent dengan nilai-nilai asia.
- Di Asia Tenggara yang urgen bukan demokrasi, melainkan pemerintah yang kuat, bertanggung jawab, transparan dan tidak korup. Pembangunan ekonomi di topang pemimpin yang kuat jauh lebih penting dari pada kebebasan individu atau HAM.


Lihat lebih banyak...

Komentar

Hak Cipta © 2017 CARIDOKUMEN Inc.